Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bitcoin Masih Bergerak Turun, Ini Tujuan Selanjutnya

Naufal Muhammad     Tuesday, February 23 2021

Bitcoin masih terus bergerak turun membuat hari ini menjadi salah satu hari koreksi terbesar bersama seluruh pasar crypto yang jatuh.

Hingga saat ini, kapitalisasi pasar crypto telah jatuh lebih dari $270 Miliar dan nampaknya belum ada pertanda bahwa apresiasi akan terjadi kembali.

Bitcoin Masih Bergerak Turun

Hingga saat ini, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 22,8% bahkan mencapai daerah $45.000 dari sebelumnya berada di sekitar $58.000.

Pada saat ini, koreksi nampaknya masih akan terus berlanjut walau dalam grafik 1 Jam harga Bitcoin mulai bergerak naik.

Tetapi nampaknya ke depannya dorongan ini belum dapat dikonfirmasi sebagai mulainya apresiasi kembali.

Jika dilihat dari pergerakan harga sebelumnya, saat ini pergerakan Bitcoin memiliki beberapa koreksi yang cukup dalam.

Baca juga: Bitcoin Koreksi, Pasar Crypto Jatuh dalam Semalam

Pada Januari 2021, Bitcoin mengalami koreksi sekitar 31,5% sebelum naik secara signifikan sekitar 50,8% hingga mencapai harga tertinggi pada $58.000.

Dalam apresiasi sejak Desember 2020, Bitcoin mengalami beberapa koreksi sebesar 10% hingga 20%. Sehingga dengan volatilitasnya, koreksi saat ini masih tergolong wajar.

Namun, jika bercermin pada koreksi terakhirnya di Januari 2021 kemungkinan besar koreksi ini akan membawa Bitcoin menuju $40.000 hingga sekitar $38.000.

Jika batas tersebut dilewati, ada kemungkinan besar Bitcoin dapat jatuh kembali ke daerah $30.000. Tapi ada beberapa hal yang dapat mencegah hal tersebut terjadi.

Pemberi Harapan Apresiasi

Terdapat dua hal yang kemungkinan besar dapat menjadi pendorong harga Bitcoin untuk naik kembali ke daerah $50.000.

Kemungkinan pertama adalah pernyataan Jerome Powell yang diprediksi pasar akan kembali mendorong kebijakan stimulus dan melemahkan Dolar Amerika.

Pidato Jerome Powell akan disampaikan hari ini, Selasa, 23 Februari 2021, pukul 22.00 WIB,  yang dapat memberi harapan positif untuk Bitcoin dan aset berisiko lain seperti saham untuk naik.

Kemungkinan kedua adalah meredanya dampak dari musim pajak atau tax season Amerika dimana sayangnya baru akan berakhir pada 15 April 2021.

Musim pajak ini adalah saat dimana mayoritas penduduk Amerika dan juga perusahaan besar diwajibkan melaporkan keseluruhan pajak pendapatannya.

Sehingga saat ini nampaknya terjadi penjualan beberapa aset yang berpotensi tergolong menjadi pendapatan, seperti Bitcoin dan crypto, yang membuat harganya turun.

Oleh karena itu, masih terdapat beberapa harapan yang kemungkinan dapat mendorong Bitcoin kembali.

Selain itu kemungkinan positif dapat datang dari beberapa perusahaan besar yang merencanakan pembelian kembali seperti MicroStrategy, mengingat harganya rendah.

Baca juga: Bitcoin Sentuh Rp739 Juta, Adopsi Investor Institusional Terus Meningkat

Salah satu yang mendukung normalnya koreksi ini adalah Peter Brandt, salah satu trader handal dan tenar di pasar crypto yang menyatakan bahwa,

“Hingga Bitcoin mencapai $200.000, apresiasi harganya akan berisi beberapa koreksi sebesar 20% hingga 30%.”

Oleh karena itu, saat ini adalah saat yang tergolong penting, karena menguji kondisi psikologis dan juga kepercayaan investor terhadap Bitcoin.

Manajemen risiko dan juga rencana awal tetap harus diingat, terutama jika ingin melakukan pembelian saat ini, mengingat harganya yang sedang relatif cukup rendah.