Bitcoin Bernilai 14 Miliar 2026? Begini Penjelasan Analis!

Rossetti Syarief

19th November, 2021

Sebelumnya, seorang CEO Ark Investment bernama Cathie Wood, memprediksi jika Bitcoin bernilai $500.000 di tahun 2026.

Dan bulan ini, prediksi harga Bitcoin di 2026 yang lebih bombastis datang dari seorang analis crypto asal Argentina, bernama Carlos Maslatón. 

Prediksi Harga Bitcoin Versi Analisis Teknikal

Maslatón sebelumnya bekerja sebagai head of treasury di perusahaan cryptocurrency wallet Xapo. Menurut sang analis, harga Bitcoin dapat mencapai $1 juta, atau setara dengan 14 miliar.

Maslatón membuat prediksi harga yang telah ia pertahankan untuk sementara waktu dalam sebuah konferensi cryptocurrency utama di Amerika Latin, bertakjuk La Bit Conf

Selama presentasinya, analisis teknikal tersebut memperkirakan pasar bullish yang dimulai pada November 2018, akan berlanjut hingga mencapai $1 juta pada tahun 2026.

Namun tentu, koreksi besar serta terombang ambing di lautan ombak grafik akan tetap dilewati.

Maslatón juga memprediksi jika harga cryptocurrency akan mengalami koreksi signifikan sebelum mencapai target itu, dan itu tengah terjadi minggu ini. Dan pastinya akan terjadi juga di beberapa minggu atau bulan mendatang.

Pada 12 Maret 2020, reli baru telah dimulai. Awal reli tersebut yang nantinya akan membantu Bitcoin naik dari $3.850 menjadi $399.750 tertinggi dalam dua tahun.

Selanjutnya, Maslatón mengungkapkan jika harga BTC kemudian akan mengalami “leveraged cleansing correction” yang berat, yang membawa harganya bernilai $120.000 hingga $ 150.000.

Seperti yang dilaporkan CryptoGlobe, evaluasi harga Bitcoin yang dibuat beberapa bulan lalu telah terbukti, sejauh ini, hanya turun kurang dari 1% dari target yang diinginkan.

Hal ini mendorong trader untuk semakin mengklaim bahwa prediksi tersebut sangat akurat, dan berharap BTC mencapai $135.000 pada akhir tahun.

CEO Celsius Network, juga melihat BTC akan mencapai $140.000 hingga $160.000 menutup tahun ini, karena cryptocurrency dinilai menyimpan ‘nilai’ dengan sangat baik.

Dan seharusnya memang digunakan seperti itu, bukannya untuk membayar transaksi sehari-hari.

Demikian pula, analis di JPMorgan mengungkapkan belum lama ini, jika volatilitas cryptocurrency turun dan investor institusional lebih memilih BTC daripada emas.

Disclaimer: Artikel ini merupakan berasal dari berbagai sumber dan pandangan penulis, artikel ini bukan ajakan untuk investasi. Semua keputusan ada di tangan pembaca dengan mengetahui segala keuntungan dan resikonya.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik