Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Exchange · 8 min read
Data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan bahwa Binance tetap mempertahankan posisinya sebagai exchange kripto dengan likuiditas terbesar di dunia, baik di pasar spot maupun derivatif sepanjang kuartal pertama 2026. Hal ini terjadi di tengah kondisi pasar yang mulai mengalami pendinginan secara keseluruhan.
Berdasarkan data CryptoQuant, Binance mencatat volume perdagangan perpetual futures bulanan sebesar US$1,4 triliun, jauh unggul dibandingkan OKX di posisi kedua dengan US$0,7 triliun dan Bybit sebesar US$0,5 triliun.

Secara global, pasar perpetual futures sendiri telah menjadi penggerak utama aktivitas trading kripto, dengan total volume mencapai US$3,5 triliun per Maret 2026, lebih dari empat kali lipat dibandingkan pasar spot yang hanya mencatat US$0,8 triliun.
Tren ini menunjukkan pergeseran signifikan, di mana trader semakin mengandalkan instrumen derivatif untuk memaksimalkan peluang di berbagai kondisi pasar.
Baca juga: Binance Catat Lonjakan Volume TradFi Perpetual Futures Tembus Rp2.585 Triliun dalam Dua Bulan
Di sisi lain, total volume perdagangan di seluruh exchange terpusat (CEX) mengalami penurunan sekitar 48 persen dari puncaknya pada Oktober 2025 menjadi US$4,3 triliun pada Maret 2026. Penurunan ini mencerminkan fase konsolidasi yang umum terjadi dalam siklus pasar kripto.
Meski demikian, aktivitas trading justru semakin terkonsentrasi pada Binance. Pada Maret 2026, Binance menguasai sekitar 32 persen pangsa pasar spot, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan MEXC dan Bybit.

Dominasi serupa juga terlihat di pasar derivatif, di mana Binance menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar perpetual futures, dua kali lebih besar dibandingkan OKX dan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Bybit.

Hal ini menegaskan bahwa di tengah perlambatan pasar, likuiditas tetap mengalir ke platform dengan kedalaman pasar dan kualitas eksekusi yang lebih tinggi.
Baca juga: Bitcoin Jadi Indikator Awal Ekonomi Global, Ini Temuan Terbaru Binance Research
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.