Bank of America Prediksi Solana Kalahkan Pangsa Pasar Ethereum

Rossetti Syarief

13th January, 2022

Dalam catatan penelitiannya baru-baru ini, analis Bank of America Alkesh Shah memperkirakan bahwa Ethereum akan terus kehilangan pangsa pasar jaringannya dan perlahan disaingi Solana.

SOL naik lebih dari 2.200% diatas performa ETH tahun lalu, dengan blockchain aslinya muncul sebagai salah satu pesaing utama untuk platform smart contract. 

Namun, pasangan SOL/ETH turun 8% di awal 2022, dengan seluruh pasar mengalami koreksi yang signifikan.

Shah juga meyakini bahwa Solana dapat menjadi Visa ekosistem aset digital.

Meskipun Ethereum lebih terdesentralisasi, Shah mengklaim bahwa itu tidak cukup terukur, yang menaikkan biaya transaksi. Oleh karena itu, analis percaya bahwa skalabilitas adalah pertukaran yang wajar.

Solana Bisa Menjadi Visa Ekosistem Aset Digital

Shah menyebut ‘Solana bisa menjadi Visa ekosistem aset digital’ bukan tanpa alasan.

Hal itu diklaim sang analis setelah melihat potensi yang ada pada blockchain Solana dengan 400 dApps di dalamnya yang bisa menampung semuanya, mulai dari peer-to-peer exchange hingga NFT marketplace.

Sementara Ethereum dinilai kurang pantas diklaim dengan gelar tersebut, namun dapat menjadi blockchain untuk ‘transaksi dan identitas, penyimpanan, serta kasus penggunaan chain berpasokan bernilai tinggi,’ tulisnya.

Laporan lain kemudian datang dari Crypto veteran, yang ternyata telah lama membandingkan transaksi per detik (TPS) yang mungkin dilakukan dalam blockchain dan yang dilakukan di jaringan kartu kredit. 

Visa mengatakan secara teoritis dapat menangani setidaknya 24.000 TPS tetapi rata-rata sekitar 1.700. TPS yang paling sering dibicarakan untuk Ethereum adalah 15. Itu tidak banyak, mengingat tuntutan dApps yang terus-menerus on-chain. 

Dengan tempat terbatas, biaya transaksi di jaringan biasanya diukur dalam dua digit dalam Dollar.

Sementara banyak proyek mencoba memecahkan masalah skalabilitas Ethereum, termasuk melalui sidechain di Polygon dan rollup di Arbitrum.

Namun hasil mengungkapkan, kemacetan tidak akan berkurang secara signifikan hingga peluncuran penuh Ethereum 2.0.

Sementara Solana, dinilai dapat mengalahkan Ethereum dan Visa dengan dengan batas teoretis 65.000 TPS yang ditetapkan dengan harga sepersekian sen.

“Solana memprioritaskan skalabilitas, tetapi blockchain yang relatif kurang terdesentralisasi dan aman memiliki pengorbanan, diilustrasikan oleh beberapa masalah kinerja jaringan sejak awal,” tulis Shah dalam catatannya, merujuk pada pemadaman jaringan di September lalu dan beberapa masalah yang lebih kecil.

Shah mencatat keunggulan SOL lain yang berpotensi mengalahkan pangsa pasar Ethereum seperti kemampuannya untuk memberikan throughput tinggi, biaya rendah, dan kemudahan penggunaan menciptakan blockchain yang dioptimalkan untuk kasus penggunaan konsumen seperti pembayaran mikro, DeFi, NFT, jaringan terdesentralisasi (Web3), dan game.

Baca juga: Bos Solana Labs Sebut Koin SOL bukan Ethereum Killer

Lantas, dengan performanya apakah Solana benar-benar bisa menjadi Ethereum Killer di masa depan?

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.