AMDG Ingatkan Bahaya Leverage di Kripto

Naufal Muhammad

19th September, 2022

Leverage atau utang merupakan salah satu cara yang dapat digunakan di dunia kripto terutama di pasar derivatif untuk mencari keuntungan.

Leverage dapat digunakan oleh investor dan trader ritel maupun institusional, namun walau memberi keuntungan, leverage yang berlebihan juga bisa memberikan kerugian yang besar. 

AMDG Ingatkan Bahaya Leverage di Kripto 

Dalam wawancara eksklusif Coinvestasi dengan Pendiri dan CEO dari Asset Management Digital Group atau AMDG, Abdul Mutalib, berbicara mengenai bahaya leverage yang berlebihan. 

AMDG Ingatkan Bahaya Leverage di Kripto
Wawancara Eksklusif Coinvestasi dengan AMDG

Dalam wawancara tersebut, Abdul Mutalib mengingatkan bahwa leverage yang berlebihan adalah suatu hal yang buruk, terutama jika leverage tersebut digunakan untuk mengelola keuangan operasional dalam sebuah bisnis. 

Perbincangan ini muncul saat membahas mengenai kasus kebangkrutan yang marak terjadi di dunia kripto saat ini seperti contoh dengan perusahaan seperti Three Arrows Capital, Celcius, dan Terra. 

Baca juga: Membedah Kasus Three Arrows Capital, Ini Kronologinya

Dengan banyaknya kasus ini, Abdul Mutalib mengingatkan lagi kepada investor ritel dan institusional serta pemilik bisnis, untuk mulai sadar terhadap kondisi kebangkrutan ini. Ia menyatakan,

“Saya pikir ini jadi konsentrasi tersendiri, kita jadi disadarkan kalau di bisnis ini kalau over-leveraging “utang berlebihan” dan hedging (mencari keuntungan dan mengamankan portofolio secara berlebihan) bisa berbahaya, saat ini waktu yang tepat untuk pemilik bisnis untuk mencegah hal ini terjadi.”

Menurunta saat ini tidak hanya investor, namun pemilik bisnis, juga dapat mulai sadar dan mengedukasi serta mengingat kembali prinsip manajemen risiko yang baik. 

Selanjutnya ia mengingatkan kembali bahwa risiko kebangkrutan ini juga semakin besar karena saat ini kita sedang berada di bear market atau kondisi pasar yang negatif. 

“Saya rasa kita perlu lihat ke traditional finance (sistem keuangan tradisional) bagaimana mereka bekerja, menjaga dana, dan manajemen risikonya. Kita paham crypto sangat volatil, dan ini masih banyak yang belum sadar efeknya bagaimana ketika kita masuk ke bear market yang lama dan ada masalah Terra Luna yang menjadi efek domino.” Ujarnya. 

Karena itu ia memberikan saran jika investor dan pebisnis harus lebih peka lagi terhadap prinsip manajemen risiko yang digunakan sehingga tidak terkena imbas secara signifikan dari kondisi pasar saat ini. 

Pentingnya Edukasi dan Riset untuk Investor 

Abdul Mutalib merujuk pada sistem keuangan tradisional karena dianggap memiliki stabilitas sendiri karena telah terbukti melewati banyak krisis. 

Baca juga: AMDG Token, Fintech Yang Permudah Transaksi Lintas Batas Dengan Crypto

Jadi walau saat ini kripto ingin menjadi sistem alternatif bahkan mengungguli sistem keuangan tradisional, tetap pelaku pasarnya harus belajar dari sejarah ketahanan sistem keuangan tradisional. 

Ia juga mengingatkan bagaimana edukasi merupakan sebuah hal yang penting untuk investor, terutama investor ritel. 

“Edukasi penting sekali, kita harus paham platform apa yang kita gunakan, karena banyak orang lupa untuk mengenal platform lebih dalam seperti syarat dan ketentuannya, karena itu banyak yang belum sadar, dan mereka perlu paham agar mereka mengetahui apa risiko yang bisa mereka dapatkan, ujarnya.”

Baca juga: AMDG Pilih Indonesia untuk Pasarkan Produknya, Ini Alasannya

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.