Bagaimana Rencana Cardano pada 2022? Ini Kata Charles Hoskinson

Rossetti Syarief

28th December, 2021

Charles Hoskinson merupakan salah satu pendiri blockchain yang terkenal aktif di media sosial, juga aktif berinteraksi dengan pengguna jaringannya.

Pada malam Natal kemarin, Hoskinson memposting sebuah video di platform YouTubenya dengan durasi 30 menit.

Bukan video AMA (ask me anything), sang CEO mengulas beberapa pencapaian terbesar jaringan di tahun 2021 dan membagikan bagaimana rencana terbesar Cardano pada 2022.

Hoskinson juga merefleksikan Cardano pada keadaan industri saat ini. Dengan berbagai rencana proyek yang tengah dipersiapkan, sang CEO yakin Cardano akan terus berkembang dan memperbaiki kekurangan pada jaringan.

Baca juga: CEO Cardano Beberkan Sederet Daya Tarik Koin ADA

Dalam video tersebut sang CEO juga mengakui kesalahannya ketika memberikan prediksi terkait apa yang akan terjadi pada jaringan sebelum penghujung tahun 2021.

“Ada tweet yang saya tuliskan pada tahun 2020 di mana saya berkata, ‘Saya memperkirakan tahun depan kita akan memiliki ribuan dApps dan ratusan aset di Cardano,’ dan saya salah di di kedua prediksi tersebut.” kata Hoskinson.

Untuk jumlah aset dalam Cardano, total volume yang terkunci justru melebih prediksi dan ekspektasinya. Alih-alih ratusan, terhitung hingga Desember ada lebih dari dua juta aset yang diterbitkan di jaringan, yang sebagian besar dihasilkan oleh NFT

Sementara mengenai dApps di jaringan, protokol tersebut belum bisa memberikan hasil yang baik karena adanya suatu kendala.

Rencana Cardano untuk 2022

Hoskinson mengungkap rencana besar yang Cardano siapkan di 2022 adalah sebuah proyek yang jaringan buat untuk Afrika.

Sebagaimana yang diketahui, benua tersebut selalu menjadi bagian dari strategi Cardano sebelumnya dan tahun depan proyeknya akan benar-benar dieksekusi.

Menurut pernyataannya, Cardano Foundation berencana akan membangun sistem operasi keuangan pada kuartal 2 di tahun depan untuk Afrika.

Proyek tersebut akan memberi akses masyarakat setempat untuk menjajahi layanan DeFi, karena sebelumnya Afrika tidak memiliki inklusi keuangan.

“Saya dan tim akan mencari cara untuk menyatukan semua bagian, terutama untuk mendapatkan transaksi keuangan mikro dari ujung Cardano sampi ujungnya lagi.” Jelas sang CEO

Sebelumnya, Cardano telah bermitra dengan Tanzania untuk memberi masyarakat setempat akses ke sosial, identitas digital, dan pemberdayaan finansial. Kemitraan tersebut diakui berhasil menambah adopsi pada jaringan.

Masalah yang Pernah Terjadi dalam Jaringan Cardano

Meski mengklaim berbagai inovasi dan kesuksesan dalam jaringan, Cardano nyatanya pernah tersandung masalah serius.

Sebelumnya, Cardano memperkenalkan sebuah fungsionalitas smart contract di mainnet dengan hard fork Alonzo pada 12 September.

Namun Minswap, DEX pertama yang diluncurkan pada jaringan justru menghadapi masalah penskalaan yang cukup beresiko.

Permasalahan itu mengacu pada kemampuan beberapa agen berbeda untuk berinteraksi dengan smart contract yang sama pada jangka waktu bersamaan. 

Desain berbasis EUTXO pada Cardano justru mempersulit pengembang untuk membangun aplikasi terdesentralisasi yang dapat diskalakan pada protokol.

Meski mengakuinya, Hoskinson tetap memberi sanggahan dan mengatakan “tetap ada suatu yang membanggakan pada jaringan di tahun ini“, salah satunya pencapaian Cardano yang berhasil memimpin volume transaksi di Altcoin.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.