Australia Terbitkan Reksadana Kripto! Begini Tanggapan Investor

Naufal Muhammad

3rd June, 2022

Australia baru saja meluncurkan reksadana baru yang membuat investor dapat memiliki kripto tanpa harus membelinya sendiri. 

Salah satu yang menarik adalah Australia, melalui Cosmos Asset Management telah berhasil menerbitkan Reksadana Ethereum pertama yang mengikuti mekanisme Reksadana Bitcoin yang sebelumnya diterbitkan Kanada. 

Saat ini terdapat beberapa reksadana kripto yang mulai diperdagangkan di Australia, yang merupakan sebuah langkah baru untuk adopsi kripto di negara tersebut. 

Australia Terbitkan Reksadana Kripto 

Reksadana ETF Ethereum bernama Cosmos Purpose Ethereum Access ETF atau CPET baru saja terbit secara legal di Australia.

Sejak Selasa 31 Mei 2022, reksadana ini resmi diperdagangkan dengan adanya 2.073 lembar yang beredar di pasar keuangan Australia. 

Reksadana tersebut memperbolehkan investor untuk membeli Ethereum melalui manajer investasi tanpa harus mengelolanya sendiri. 

Penerbitan reksadana ini adalah Reksadana Ethereum pertama di dunia yang secara langsung mengikuti pergerakan Ethereum di pasar spot tanpa ada bantuan dasaran aset derivatif. 

Dikabarkan bahwa mekanisme penerbitan reksadana ini mengikuti mekanisme yang dilakukan oleh Kanada terkait Reksadana Bitcoin. 

Sebelumnya, Kanada membuat gebrakan baru karena menerbitkan Reksadana Bitcoin Spot pertama di dunia. Saat ini yang berhasil menyaingi terlihat hanya Australia.  

Adanya reksadana tersebut juga membawa Australia lebih unggul dari Amerika, akibat Amerika masih kesulitan untuk menerbitkan reksadana berbasis aset kripto di pasar spot. 

Terbitnya Reksadana Ethereum ini terjadi setelah adanya beberapa Reksadana Bitcoin yang muncul di Australia, salah satunya adalah reksadana ETF untuk aset kripto di pasar spot yang diperdagangkan di pertengahan Mei 2022. 

Sebelumnya di Australia sudah terdapat Reksadana Bitcoin dan Ethereum yang belum murni sepenuhnya didasari oleh aset spot. 

Reksadana tersebut diterbitkan oleh 21Shares dengan volume transaksi yang mencapai $656,000 dan $415,000 saat penerbitannya di 12 Mei 2022. 

Sayangnya seluruh reksadana yang ada saat ini masih belum mendapatkan tanggapan positif. 

Hal ini disebabkan kondisi pasar kripto yang sedang negatif terutama akibat banyaknya narasi kondisi saat ini yang berada di bear market.  

Tanggapan Investor Belum Positif

Sejak peluncuran seluruh reksadana yang sebelumnya disebutkan, sayangnya investor lokal belum memberi tanggapan positif. 

Tanggapan yang belum positif ini terlihat dari volume transaksi, terutama volume beli yang masih relatif rendah. 

Analis Reksadana ETF dari Bloomberg bernama Eric Balchunas memberikan analisis mengenai fenomena rendahnya volume transaksi ini. 

Ia membandingkan rendahnya transaksi ini dengan volume transaksi Reksadana Bitcoin yang terbit di Kanada. 

Terdapat perbandingan yang ia berikan dimana ETF yang terbit di Australia ditambah satu ETF lagi terkait Bitcoin yang diterbitkan oleh Cosmos Asset Management, dibandingkan peluncuran Reksadana Bitcoin Kanada saat terbit memiliki volume lebih rendah sekitar 250 kali lipat. 

Selain itu ia juga menyatakan bahwa perbedaan volume transaksi tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar. 

Saat Reksadana Bitcoin Kanada diterbitkan dan diperdagangkan, pasar kripto sedang bergerak positif, sedangkan pasar saat ini sedang negatif. 

Balchunas juga memberi analisis dari investor lain di Twitter yang menyatakan bahwa terdapat faktor lain terkait volume yang rendah ini. 

Faktor tersebut adalah biaya transaksi yang tinggi di Australia serta ketersediaan ETF tersebut yang sangat terbatas. 

Ketersediaan yang terbatas tersebut terjadi karena sangat sedikit platform atau broker yang mau menerima ETF tersebut untuk diperdagangkan. 

Kemungkinan besar kondisi tersebut terjadi karena adanya peraturan terkait wajibnya broker memberikan 42% dana jaminan dari setiap transaksi, yang tergolong mahal dibanding negara lain. 

Melihat beberapa faktor tersebut, menjadi wajar mengapa volume transaksinya tergolong rendah dibandingkan Kanada. 

Jadi untuk saat ini kemungkinan besar belum ada sentimen positif yang dapat mendorong harga mayoritas kripto naik, yang juga dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.