Hack dan Scam · 8 min read

Australia Berantas 615 Situs Scam Kripto dalam Setahun Terakhir

Selasa, 20 Agustus 2024
polisi australia
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) telah berhasil menutup lebih dari 600 situs penipuan kripto dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Dalam pernyataan yang dirilis pada 19 Agustus, ASIC mengungkapkan bahwa sejak Juli 2023, mereka telah berhasil mengatasi 615 kasus penipuan investasi kripto. Selain itu, ASIC juga telah menutup 5.530 platform investasi palsu dan 1.065 tautan phising yang berbahaya.

Jumlah platform penipuan investasi yang ditutup ASIC sejak Juli 2023. Sumber: ASIC

Menurut ASIC, para penipu menggunakan platform digital, termasuk media sosial, untuk memikat calon korban yang lengah dan mengarahkan mereka ke situs web penipuan. 

Wakil Ketua ASIC, Sarah Court, menjelaskan bahwa rata-rata terdapat 20 situs penipuan investasi yang ditutup setiap harinya. Jenis penipuan ini terus menjadi penyebab utama kerugian finansial yang diderita oleh warga Australia, dengan total kerugian mencapai US$1,3 miliar sepanjang tahun 2023.

Baca juga: FBI Laporkan Penipuan Investasi Kripto Meningkat 53% di 2023

Meningkatnya Penipuan Menggunakan Deepfake

Selain penipuan investasi yang memanfaatkan platform digital, Court juga menyoroti adanya peningkatan signifikan dalam jumlah artikel berita palsu dan video deepfake yang menampilkan tokoh publik yang seolah-olah mendukung platform perdagangan online palsu.

Jenis penipuan ini menjadi bagian terbesar dari situs yang berhasil ditutup oleh ASIC, di mana para penipu memanfaatkan citra tokoh terkenal untuk menarik korban.

Misalnya, ASIC telah menutup situs web Quantum AI, sebuah platform investasi palsu yang mengklaim menggunakan teknologi AI dan quantum computing untuk menghasilkan keuntungan tinggi.

Situs tersebut menampilkan dukungan palsu dari selebritas terkemuka seperti Chris Hemsworth dan Elon Musk, dengan menawarkan keuntungan yang tidak realistis dengan biaya awal yang rendah.

Selain itu, ASIC juga berhasil menutup platform penipuan investasi kripto online seperti Dexa Trade Market, yang secara keliru mengklaim bahwa mereka diatur secara internasional, memiliki volume perdagangan miliaran dolar dan jutaan investor.

Baca juga: Polisi Australia Dituduh Curi 82 Bitcoin dari Wallet Pengedar Narkoba

Kerja Sama dengan Pihak Ketiga untuk Menangani Penipuan

Kemampuan ASIC untuk menutup situs web penipuan investasi ini merupakan bagian dari inisiatif besar Pemerintah Australia dalam memerangi penipuan, yang bertujuan melindungi warga Australia dari kerugian finansial.

Proses ini melibatkan pengalihan situs web mencurigakan ke perusahaan pihak ketiga yang memiliki keahlian dalam mendeteksi kejahatan siber. Setelah aktivitas berbahaya terkonfirmasi, proses penutupan situs pun dilakukan.

Adapun ASIC menjalankan kolaborasi erat dengan Pusat Anti-Penipuan Nasional Australia (NASC) yang berfokus pada skema penipuan investasi. Kerja sama ini diklaim berperan penting dalam menurunkan total kerugian dari US$1,5 miliar pada 2022 menjadi US$1,3 miliar pada 2023.

Selain itu, ASIC secara rutin menerbitkan peringatan tentang penipuan investasi melalui situs web konsumen mereka yakni Moneysmart yang menyediakan informasi terperinci mengenai modus penipuan investasi serta cara kerjanya, termasuk penipuan obligasi palsu, penipuan pensiun, dan penipuan kripto.

Baca juga: FBI Ungkap Penipuan Kripto yang Mengancam Investor!

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.