ApeCoin Gagal Naik Setelah Diretas, Ini Prediksi Masa Depannya

Naufal Muhammad

27th April, 2022

ApeCoin diprediksi akan mengalami koreksi signifikan setelah berhasil mengalami apresiasi dalam beberapa hari terakhir. 

Dikabarkan sentimen negatif yang datang adalah peretasan dari koleksi NFT yang terikat dengan ApeCoin yaitu Bored Ape Yacht Club atau BAYC. 

Peretasan BAYC Tekan Harga Apecoin Turun

ApeCoin diprediksi akan mengalami koreksi setelah pergerakan apresiasinya yang mencapai 70% hanya dalam sepuluh hari. 

Pergerakan apresiasi ini terjadi setelah adanya kabar bahwa ApeCoin akan meluncurkan metaverse yang sebelumnya dikabarkan akan memiliki karakter dari beberapa koleksi NFT. 

Metaverse yang bernama Otherside ini dikabarkan akan meluncur pada 30 April 2022 dan berhasil membuat ketertarikan terutama setelah adanya gambaran yang dipublikasi di Twitter. 

Sayangnya sentimen positif ini langsung dihapus setelah adanya sentimen negatif dimana koleksi BAYC mengalami peretasan. 

Peretasan ini terjadi melalui phising dimana terdapat tautan atau link palsu yang membuat akses untuk peretasan ke wallet melalui airdrop palsu. 

Airdrop palsu tersebut dipublikasi pada instagram resmi dari BAYC yang juga mengalami peretasan sehingga memberi akses kepada peretas. 

Melalui tautan tersebut, peretas berhasil memindahkan beberapa aset NFT dari wallet yang dituju kepada wallet peretas tersebut. 

Peretasan ini terjadi pada 25 April 2022 dan setelah peretasan terjadi, BAYC membuat publikasi resmi dan peringatan agar tidak ada yang mengunjungi tautan tersebut. 

Tercatat bahwa nilai kehilangan terlihat cukup signifikan yaitu pada sekitar Rp36 Miliar dengan 4 Bored Ape Yacht Club, 6 Mutant Ape Yacht Club, dan 3 Bored Ape Kennel Club hilang diretas. 

Setelah kabar ini, mayoritas investor menganggapnya sebagai sebuah kekhawatiran dan mulai melakukan penjualan yang membuat volume transaksi BAYC dan harga APE turun. 

Analisis Onchain ApeCoin

Banyak analis crypto yang memprediksi bahwa APE akan terus mengalami koreksi bahkan depresiasi harga yang signifikan. 

Salah satunya adalah perusahaan analisis crypto bernama Santiment, menyatakan bahwa ApeCoin memiliki data onchain yang sedang dalam kondisi negatif.  

Salah satu data yang diperlihatkan adalah data active addresses atau wallet yang aktif transaksi saat ini yang mengalami penurunan sejak beberapa hari yang lalu. 

Umumnya kondisi tersebut menandakan minat beli yang mulai menurun dan berujung pada harga yang turun. 

ApeCoin Gagal Naik Setelah Diretas, Ini Prediksi Masa Depannya
ApeCoin Active Addresses

Asumsi ini juga terbukti benar dengan volume transaksi ApeCoin yang mengalami penurunan secara signifikan bahkan sebelum peretasan terjadi.

ApeCoin Gagal Naik Setelah Diretas, Ini Prediksi Masa Depannya
ApeCoin Active Volume

Berikutnya Santiment juga memberikan data bernama Age Consumed Indicator, yang menandakan kapan terakhir kali mayoritas APE di wallet mengalami perpindahan atau digunakan untuk transaksi. 

ApeCoin Gagal Naik Setelah Diretas, Ini Prediksi Masa Depannya
ApeCoin Age Consumed

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar apresiasi untuk APE tidak akan berlanjut akibat adanya perubahan arah dari indikator tersebut. 

Jika dilengkapi dengan analisis harga, saat ini APE sedang bergerak relatif membahayakan karena hampir keluar dari zona apresiasinya. 

ApeCoin Gagal Naik Setelah Diretas, Ini Prediksi Masa Depannya
Grafik Harian APEUSD

Selama batas bawah pada $17.5 hingga $18 masih terjaga, kemungkinan APE masih memiliki harapan untuk bergerak naik.

Tapi jika batas bawah tersebut dilewati, APE kemungkinan hingga menuju $10 dalam kemungkinan terburuk. 

*Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.