Algoritma Ini Prediksi Harga ADA Naik 6 Kali Lipat di September 2022

Naufal Muhammad

7th July, 2022

Sebuah model berbasis Algoritma Artificial Intelligence yang dibentuk dengan gabungan dua metode yaitu Time Series dan Deep Learning memprediksi bahwa harga Cardano (ADA) dapat naik enam kali lipat. 

Model yang sudah relatif berhasil memprediksi harga ADA ini memprediksi bahwa akan terjadi apresiasi harga menuju sekitar Rp43.500 pada September 2022. 

Model Prediksi ADA Naik 6 Kali Lipat

Model yang dibentuk oleh Neural Prophet, salah satu perusahaan analisis data yang menggunakan mekanisme pengolahan data campuran, memprediksi bahwa ADA akan mengalami apresiasi harga tinggi. 

Perusahaan tersebut memprediksi bahwa harga ADA akan naik menuju $2.9 atau Rp43.500 pada September 2022. Kenaikan harga tersebut berarti akan membawa keuntungan sekitar 6 kali lipat atau 530% untuk lebih tepatnya. 

Model yang digunakan dinamakan sebagai model PyTorch yang menggabungkan Time Series dan Deep Learning untuk membuat kerangka Machine Learning dalam memprediksi harga suatu aset, 

Menurut model tersebut, ADA akan naik ke Rp43.500 di September 2022 sebelum kembali turun ke Rp16.600 pada akhir tahun 2022. 

Tetap saja walau pergerakan tersebut relatif jauh, angka tersebut dapat membawa keuntungan mengingat harga ADA yang saat ini hanya berada di sekitar Rp7.000. 

Algoritma Ini Prediksi Harga ADA Naik 6 Kali Lipat di September 2022
Prediksi Harga ADA oleh Neural Prophet

Sejak Tahun 2021, model prediksi ini sudah relatif benar dalam membuat perkiraan harga untuk ADA seperti yang terlihat pada gambar di atas. 

Model tersebut digambarkan dalam garis jingga sedangkan harga asli ADA digambarkan dengan garis biru. 

Bisa dilihat bahwa perbedaannya tidak terlalu jauh namun masih terdapat distrosi atau kesalahan dari prediksi harganya. 

Kesalahan terlihat terutama pada April 2022 dan Juni 2022 dimana seharusnya menurut model tersebut harga ADA bergerak naik, namun ternyata bergerak turun. 

Sayangnya kesalahan prediksi tersebut datang karena banyaknya sentimen negatif yang datang secara mendadak, seperti contohnya kehancuran beberapa proyek dan perusahaan cryprot yang memberi efek sistemik atau berdampak pada proyek dan perusahaan lain. 

Kesalahan prediksi juga dibuat semakin besar dengan adanya faktor makroekonomi yang mengguncang pasar crypto, seperti kebijakan moneter dan inflasi serta naiknya harga komoditas akibat konflik negara besar. 

Dari kondisi tersebut dapat dilihat bahwa model ini kurang bisa menanggapi adanya situasi-situasi unik walau telah menggunakan kerangka Machine Learning yang canggih. 

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini model tersebut masih menggunakan sifat pergerakan harga dan data yang diambil dari Tahun 2017. 

Jadi melihat banyaknya hal yang baru terjadi di 2022 dan belum terjadi di 2017, perlu diingat kembali bahwa model ini juga memiliki kemungkinan untuk salah, terutama melihat prediksi harganya yang relatif terlalu positif. 

Masih Dipengaruhi Vasil Hard Fork

Melihat prediksi harga ini, kemungkinan besar sentimen yang akan mempengaruhi adalah sentimen positif yaitu peluncuran Vasil Hard Fork

Vasil Hard Fork yang dikabarkan akan diundur hingga akhir Juli 2022 akan membuat blockchain Cardano lebih cepat dan lebih murah. 

Kondisi tersebut dapat mengundang lebih banyak pengguna untuk transaksi dan untuk membangun proyek aplikasi terdesentralisasi sendiri.

Namun, prediksi harga yang akan mencapai sekitar Rp 43.500 masih terlihat terlalu positif, karena mayoritas analis dan investor ADA memprediksi target yang jauh lebih rendah. 

Melihat cuitan dari Twitter dan pendapat mayoritas investor dari CoinMarketCap yang dikumpulkan oleh CryptoGlobe, mayoritas investor memprediksi bahwa ADA hanya akan naik hingga Rp11.700. 

Mayoritas investor memprediksi ADA akan naik ke harga tersebut pada Agustus 2022, tidak jauh dari peluncuran Vasil Hard Fork jika tidak ditunda lagi. 

Selain itu, mayoritas investor juga memprediksi bahwa pada akhir tahun 2022, harga ADA akan turun menuju Rp6.900 tidak jauh dari harganya saat ini. 

Sehingga bisa dilihat bahwa saat ini prediksi model yang dibuat oleh Neural Prophet masih relatif jauh, bahkan dari perkiraan pasar. 

Kabar baiknya untuk saat ini Cardano masih bergerak untuk mengayomi apresiasi harga tersebut dengan perkembangan jaringan yang berjalan baik. 

Dengan adanya uji coba terhadap implementasi empat proposal pembaruan baru, saat ini sentimen terhadap blockchain Cardano masih positif. 

Ditambah lagi dengan adanya data yang menunjukkan bahwa saat ini aktivitas developer di Github terkait proyek di Cardano sedang meningkat. 

Peningkatan ini mengalahkan angka aktivitas di Ethereum dan Solana, menandakan bahwa developer di Cardano sedang aktif membangun. 

Terakhir, investor institusional saat ini juga terus menambah investasi kepada produk turunan dari ADA bersama dengan banyaknya dana yang masuk ke produk berbasis Ethereum (ETH) dan Short BTC atau aset yang memberi keuntungan jika harga Bitcoin turun. 

Jadi untuk saat ini ADA masih bergerak positif. Namun untuk target harga tersebut, masih belum ada kemungkinan harganya akan naik sesuai model prediksi Neural Prophet. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.