Aave Luncurkan Lens, Protokol Media Sosial Berbasis NFT

Rossetti Syarief

8th February, 2022

Platform DeFi Aave telah meluncurkan testnet untuk Lens, protokol media sosial yang mengandalkan NFT sebagai manajemen data.

Lens akan menggunakan NFT untuk mengelola data termasuk profil pengguna, publikasi, hingga bagaimana hubungan pengguna dengan pengikutnya.

Protokol lens sendiri dibangun di atas blockchain Polygon, sebuah jaringan layer-2 Ethereum dengan memanfaatkan IPFS sebagai penyimpanan off-chain.

Lens Sebagai Protokol Media Sosial

Dengan memanfaatkan NFT, lens hadir untuk memudahkan pengguna media sosial mengontrol semua konten milik mereka. Bagi pengguna lama, pengalaman menggunakan protokol lens akan mirip dengan menggunakan media sosial tradisional (versi lama).

Sementara untuk data tertentu, seperti foto profil dan hubungan pengikut akan diwakili oleh NFT itu sendiri. Ini justru akan memudahkan pengguna untuk mengelola potongan data secara bebas.

Misalnya, pengguna dapat menyimpan beberapa NFT profil dalam crypto wallet, menjual NFT yang mewakili hubungan antar pengikut, atau mengelola DAO voting dengan bekerja bersama NFT followers.

Selanjutnya, pengguna diberi kesempatan untuk membuat berbagai “publikasi” seperti memposting atau berkomentar. Pengguna juga dapat saling bertautan yang konsepnya mirip dengan retweet di Twitter.

Meskipun data publikasi akan disimpan secara on-chain, protokol juga akan mendukung hosting IPFS untuk penyimpanan off-chain file besar seperti video, musik, dan gambar.

Pihak protokol juga dengan percaya diri menyebut inovasi mereka sebagai “grafik sosial yang dapat dikomposisi dan terdesentralisasi yang membuat pembangunan platform sosial Web3 menjadi mudah.

Sementara itu, seperti yang dibahas sebelumnya, protokol lens tidak dibangun langsung di Ethereum, seperti halnya Aave. Namun les dibangun di atas Polygon, jaringan layer-2 Ethereum yang terkenal karena konsumsi energinya yang rendah.

Aave sendiri sebelumnya telah bekerja dengan Polygon. Pada Maret 2021, Aave bekerja dengan Polygon untuk menghindari kemacetan transaksi di Ethereum. Pada April 2021, kedua proyek bermitra untuk menawarkan imbalan penambangan likuiditas.

Baca Juga: Aave Luncurkan Jaringan Baru untuk Institusi, Potensi Sentimen Positif?

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.

Rossetti memiliki minat menulis sejak SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi, terutama yang berkaitan dengan investasi dan cryptocurrency.