Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bitcoin Crypto Pertama di Dunia? Ini Penjelasannya!

Wafa Hasnaghina     Friday, December 25 2020

Bitcoin selalu menjadi topik utama dalam beberapa dekade terakhir. Apalagi kemunculannya yang cukup kontroversial ketika Satoshi Nakamoto berani menggebrak sistem keuangan tradisional yang ada. 

Namun, benarkah Bitcoin menjadi mata uang crypto pertama yang muncul di dunia? Simak penjelasannya dari Coinvestasi di bawah ini. 

Kemunculan Uang Digital

Dominasi Bitcoin di pasar mata uang crypto sudah tidak lagi diragukan. Seluruh dunia bahkan mengetahui bahwa Bitcoin merupaka uang crypto pertama di dunia. Orang-orang bahkan menjulukinya sebagai Induk atau Raja dari mata uang crypto. Namun, benarkah Bitcoin merupakan crypto pertama yang muncul ke dunia?

Jika membawa white paper Bitcoin, kita bisa mengetahui bahwa Bitcoin merupakan koin pertukaran peer-to-peer. Teknologi ini memiliki konsep yang sudah lama, bahkan sebelum realisasi Bitcoin terjadi. 

Seorang Ekonomis, bernama Milton Friedman menjelaskan teknologi ini pada tahun 1999,

“Satu hal yang masih kurang dan akan segera kita kembangkan adalah e-cash yang handal. Sebuah metode dimana yang dapat ditransfer dari A ke B di internet tanpa A mengetahui B dan sebaliknya.”

Setelah beberapa konsep lainnya terkait dengan electronic cash, banyak bermunculan konsep-konsep transaksi tanpa uang. 

Lalu apa yang membedakan Bitcoin dengan transaksi uang digital biasa? Simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Kemunculan DigiCash

Konsep DigiCash alias Digital Cash ini dicanangkan oleh David Chaum. Ia menuliskan konsep uang digital ini pada sebuah paper ilmiah di tahun 1983. Ia merupakan orang pertama yang secara resmi menuliskan konsep tetang uang digital.

Tidak hanya itu saja, ia juga mefokuskan perbedaan uang digital ini dengan pembayaran melalui kartu kredit, dengan anonimitas. Konsepnya adalah pengguna dapat membayar dan menerima uang digital dari bank mereka dengan membuat pengguna tetap anonim. 

Sayangnya, tanggapan masyarakat publik pada konsep ini tidak terlalu positif. Bahkan, salah satu artikel Forbes menjelaskan terkait konsep ini.

“Mata uang baru yang berani untuk dunia baru yang menantang, tetapi ia memiliki satu masalah: tidak ada yang menginginkannya; tidak dengan bank, tidak dengan pedagang, dan yang paling penting, bukan juga konsumen. Perdagangan elektronik berkembang pesat, tetapi ternyata Visa dan MasterCard, yang bukan uang digital, dipilih sebagai mata uang pilihan.”

Dilansir dari beberapa laporan DigiCash akhirnya mengalami pailit dan terpaksa tutup pada tahun 1998. Meskipun demikian, konsep, formula, dan alat enkripsi yang ditawarkan DigiCash ini nantinya akan memiliki pengaruh pada perkembangan mata uang digital ke depannya. 

Pembayaran Berbasis Situs Web

Setelah munculnya DigiCash, ditambah berkembang pesatnya internet dan situs web ketika itu, membuat terciptanya konsep pembayaran melalui jaringan internet. 

Kemudian muncul PayPal yang diprakarsai oleh Max Levchin, Peter Thiel, dan Luke Nosek. Kemunculannya ini digadang-gadang sebagai revolusi pembayaran secara online person-to-person

Baca juga: Apa itu Bitcoin ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Sistem ini memungkinkan individu untuk mentransfer uang dengan cepat dan aman melalui browser web. Tidak sampai disitu, PayPal juga berhasil menempatkan dirinya dan bekerja sama dengan e-commerce terbesar saat itu eBay. Hal ini membuat PayPal kemudian dicontoh dan ditiru oleh banyak pengembang di seluruh dunia. 

Salah satu yang juga berhasil membuka layanan pembayaran online adalah e-gold. Sistem ini menawarkan kredit online kepada individu dengan imbalan emas fisik dan logam mulia lainnya. Sayangnya, perusahaan ini mengalami berbagai masalah terkait dengan jenis penipuan, dan akhirnya ditutup oleh pemerintah federal pada tahun 2005. 

Baca juga: IDRT vs OVO vs GOPAY Apa Perbedaannya?

Munculnya Konsep Electronic Cash 

Pada tahun 1998, pengembang Wei Dai mengemukakan konsep sistem uang elektronik terdistribusi secara ananonim disebut dengan B-Money. Tidak hanya itu, konsep ini juga mengemukakan konsep dengan dua protokol berbeda yang disinkronisasi bersama. Sayangnya, konsep ini tidak berhasil direalisasikan. 

Dalam whitepaper-nya B-Money ini bahkan mengkonsepkan kas yang bersifat elektronik, pribadi, dan aman dengan jaringan dasar yang terdesentralisasi dan anonim. Elemen B-Money ini yang digunakan oleh Satoshi Nakamoto beberapa dekade kemudian. 

Selain B-Money, ada juga pertukaran berbasis emas kontemporer bernama Bit Gold. Konsep ini dicanangkan oleh Nick Szabo dengan dasar proof-of-work yang saat ini menjadi dasar dari konsep mining Bitcoin. Bit Gold ini juga yang mengemukakan tujuan dalam menghindari ketergantungan pada distributor dan otoritas mata uang terpusat. 

Setelah itu, Satoshi Nakamoto juga mengangkat konsep HashCash yang dikembangkan pada pertengahan 1990-an. HashCash sendiri termasuk salah satu mata uang digital yang sukses membawakan konsepnya di masyarakat. Sistem keuangan ini memiliki tujuan seperti meminimalkan spam email dan mencegah serangan DDos.

Baca juga: Apa yang kita tahu tentang Satoshi Nakamoto?

 

Tidak hanya itu, HashCash menggunakan algoritme proof-of-work untuk membantu pembuatan dan distribusi koin baru, seperti banyak mata uang crypto kontemporer. 

Munculnya Bitcoin

Pada sekitar tahun 2008, whitepaper rilis ke publik dengan konsep peer-to-peer e-cash. Menggabungkan ketiga konsep di atas dan merealisasikan jaringan blockchain, Bitcoin hadir sebagai solusi di tengah semakin banyaknya masyarakat yang meragukan kebijakan pemerintahan ketika itu. Pasalnya, Bitcoin muncul seiring dengan resesi yang dihadapkan kepada warga Amerika Serikat. 

Saat perilisan ini, Satoshi Nakamoto meluncurkan generasi baru dari mata uang digital. Bitcoin ini berbeda dari kebanyakan pendahulunya, mengingat ia mengambil konsep desentralisasi dengan dasar teknologi blockchain

Setelah Bitcoin, banyak konsep baru muncul seperti banyak investor yang akhirnya mengembangkan konsep jaringan. Ethereum kemudian muncul dengan jaringan open source, banyak proyek lain yang akhirnya berada di jaringan dasar Ethereum. 

Selain itu muncul konsep-konsep baru seperti Initial Coin Offerings (ICOs) yang membuat para investor pada umumnya mengucurkan dana pada proyek berbasis blockchain dari peristiwa itu. 

Kesimpulan

Sebelum kemunculan Bitcoin, perkembangan mata uang digital sudah berkembang pesat, tetapi tidak banyak yang bertahan dan merealisasikan konsep teknologi yang ada. 

Bitcoin muncul dengan mengembangkan konsep yang sudah ada dan dipadupadankan satu sama lain membentuk jaringan yang kuat. Apalagi, Bitcoin memunculkan teknologi blockchain yang terdesentralisasi dan juga menggunakan sistem enkripsi kriptografi. 

Baca juga: Kenapa sih Harga Bitcoin Bisa Mahal?

Perpaduan ini bahkan digadang-gadang memiliki sistem keamanan yang paling mutakhir dengan konsep jaringan yang sulit untuk diretas. 

Jadi, konsep mata uang digital telah ada sejak lama, tetapi konsep mata uang crypto dan bertahan hingga saat ini adalah Bitcoin. 

Sudahkah kamu memiliki Bitcoin yang dikenal sebagai crypto pertama di dunia? Yuk beli Bitcoin sekarang juga!

Mulai trading Bitcoin di Pintu sekarang 💰

Artikel Terkait

 Lihat Lebih