Linkedin Share
twitter Share

Web3 · 7 min read

Mengenal Artificial Intelligence (AI) dan Contohnya

Apa itu Artificial Intelligence

Artificial intelligence menjadi topik hangat yang menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir. AI disebut memiliki potensi untuk membantu kehidupan manusia.

Namun, apa sebenarnya AI dan apa saja contoh penggunaan kecerdasan buatan ini dalam kehidupan sehari-hari? Simak artikel berikut ini untuk menyelami AI lebih dalam.

Apa itu Artificial Intelligence?

Artificial intelligence (AI) adalah simulasi kecerdasan manusia yang dilakukan oleh sistem komputer atau robot yang telah diprogram. Fungsi utama yang menjadi fokus AI adalah pemrosesan bahasa, pengenalan suara, pemahaman dialog, dan pengenalan mesin. 

AI bekerja dengan menggabungkan sekumpulan besar data dengan algoritma pemrosesan berulang yang cerdas untuk belajar dari pola dan fitur dalam data yang dianalisis.

Setiap kali sistem AI menjalankan putaran pemrosesan data, ia menguji dan mengukur kinerjanya sendiri dan mengembangkan keahlian tambahan.

Baca juga: Memahami Web3, Evolusi Internet, dan Efek untuk Crypto

Siapa yang Menciptakan Artificial Intelligence?

Alan Turing secara luas dianggap sebagai pelopor dari kecerdasan buatan. Turing adalah seorang ahli matematika dan ilmuwan komputer Inggris yang memberikan kontribusi besar pada bidang komputasi dan kecerdasan buatan. 

Selama Perang Dunia II, Turing bekerja sebagai pemecah kode di Bletchley Park, tempat ia mengembangkan mesin Bombe yang digunakan untuk memecahkan kode Enigma Jerman. 

Setelah perang, ia melanjutkan pekerjaannya di bidang komputasi dan kecerdasan buatan, mengajukan gagasan tentang mesin universal yang dapat melakukan komputasi yang dapat dilakukan oleh manusia.

Turing juga terkenal karena mengusulkan Turing Test, ukuran kemampuan mesin untuk menunjukkan perilaku cerdas yang setara dengan, atau tidak dapat dibedakan, dari manusia. Tes Turing tetap menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi kecerdasan sistem buatan.

Sejarah AI 

Meskipun Turing dikenal sebagai pionir AI, namun AI memiliki kaitan erat dengan penggunaan algoritma yang dikembangkan oleh  al-Khwārizmī, ahli matematika dan astronomi. Algoritma telah menjadi standar untuk menjalankan tugas komputasi.

Algoritma terus dikembangkan oleh ilmuwan besar lainnya seperti Euclid, Archimedes, Eratosthenes, hingga Adelard de Bath yang menerjemahkan buku al-Khwārizmī  dari bahasa Arab.

Penggunaan algoritma secara substansial mulai digunakan pada pertengahan abad 20, tepatnya pada 1935 oleh Alan Turing. Pada tahun 1935 Turing mendeskripsikan mesin komputasi abstrak yang dapat menyimpan dan membaca memori yang tersimpan yang kini dikenal sebagai universal Turing machines.

Sejak 1935 AI pun terus berkembang, berikut ini rangkaian waktu perjalanan artificial intelligence.

Timeline sejarah AI. Sumber: Javatpoint.
  • 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts mengusulkan model neuron buatan yang dapat melakukan operasi logis. 
  • 1950: Alan Turing mengusulkan “Turing Test” sebagai cara untuk mengevaluasi kemampuan mesin untuk menunjukkan perilaku cerdas.
  • 1956: Konferensi Dartmouth, yang diselenggarakan oleh John McCarthy, Marvin Minsky, Allen Newell, dan Herbert Simon, menandai dimulainya bidang kecerdasan buatan sebagai area penelitian formal.
  • 1959: Arthur Samuel mengembangkan program komputer yang dapat memainkan catur pada tingkat yang menyaingi pemain manusia.
  • 1966: Program ELIZA, dibuat oleh Joseph Weizenbaum, mendemonstrasikan kemampuan program komputer untuk melakukan percakapan dengan manusia.
  • 1969: Robot Shakey, yang dikembangkan oleh SRI International, menjadi robot bergerak pertama yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan.
  • 1974: Sistem pakar MYCIN, yang dikembangkan oleh Edward Shortliffe, mendemonstrasikan potensi kecerdasan buatan di bidang kedokteran.
  • 1981: Aplikasi pembelajaran mesin pertama yang berhasil didemonstrasikan dengan program “Pembelajaran Konsep”.
  • 1997: Komputer Deep Blue IBM mengalahkan juara catur Garry Kasparov dalam pertandingan enam pertandingan.
  • 2011: Komputer IBM Watson mengalahkan juara manusia di acara kuis TV “Jeopardy!”.
  • 2016: Komputer Google AlphaGo mengalahkan juara dunia di game Go, sebuah permainan papan kompleks dengan lebih banyak kemungkinan posisi daripada jumlah atom di alam semesta.
  • 2018: Google memperkenalkan Duplex, asisten virtual yang dapat melakukan percakapan bahasa alami dengan manusia.
  • 2021: Model pemrosesan bahasa alami GPT-3 dirilis, yang menunjukkan kemampuan mengesankan untuk menghasilkan bahasa mirip manusia.

Tipe Artificial Intelligence

Ada empat tipe utama dari AI seperti yang didefinisikan oleh Arend Hintze, peneliti dan profesor biologi integratif di Michigan State University. 

Reactive Machine 

Sistem AI ini tidak memiliki memori dan hanya dapat bereaksi terhadap situasi saat ini berdasarkan aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Mereka tidak dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan masa depan.

Limited Memory 

Tipe AI ini dapat  menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan di masa mendatang.

Theory of Mind

Sistem ini dapat dapat memahami emosi, keyakinan, dan niat sistem lain di lingkungannya.

Self Awareness

Sistem AI ini memiliki rasa diri dan kesadaran, yang memungkinkan mereka untuk memahami keberadaan mereka sendiri.

Saat ini dua tipe AI pertama adalah yang paling banyak digunakan, sedangkan theory of mind dan self awareness digadang akan menjadi penerapan untuk AI di masa depan.

Jika dikembangkan, theory of mind AI berpotensi untuk memahami dunia dan bagaimana entitas lain memiliki pikiran dan emosi. Pada gilirannya, ini mempengaruhi cara mereka berperilaku dalam hubungannya dengan orang-orang di sekitar mereka.

Fungsi AI dalam Kehidupan Sehari-hari 

AI telah kita gunakan untuk kehidupan sehari-hari, beberapa kegunaannya adalah sebagai berikut. 

Asisten Pribadi

Siri, Alexa, dan Google asisten  menggunakan AI untuk memahami dan merespon perintah suara untuk digunakan dalam menjalankan perintah tertentu. Misalnya, untuk menelpon, menyetel pengingat, hingga mengontrol alat elektronik di rumah.

Aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze menggunakan AI untuk menghitung rute tercepat ke tujuan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas secara real time. Mereka juga dapat menyarankan jalur alternatif jika terjadi kemacetan atau kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Google Mulai Bangun Pondasi Masuk ke Web3

Kesehatan

AI digunakan dalam perawatan kesehatan untuk meningkatkan hasil pasien dan mengurangi biaya. Misalnya, alat bertenaga AI dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit dengan lebih akurat, menganalisis citra medis, dan menyesuaikan rencana perawatan.

Layanan Pelanggan

Contohnya adalah penggunaan chatbot yang bertugas untuk menyambut dan menjawab pertanyaan dari para pelanggan via website atau telepon. Chatbot menggunakan AI yang dapat  menyelesaikan masalah sederhana. 

Hiburan

AI digunakan juga di industri hiburan, misalnya layanan  streaming seperti Netflix dan Amazon Prime menggunakan AI untuk merekomendasikan film dan acara TV berdasarkan riwayat tontonan dan preferensi pengguna.

Baca juga: FIFA Luncurkan Gim Sepak Bola Berbasis AI dan NFT

Kesimpulan

Artificial Intelligence adalah kecerdasan buatan manusia yang menggunakan sistem komputer dan robot yang telah diprogram menggunakan sejumlah kode dan data untuk melakukan berbagai tugas.

Alan Turing merupakan pionir AI paling dikenal, teknologi ini terus dikembangkan oleh ilmuwan besar lainnya dan hasilnya kecerdasan buatan ini dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk navigasi, asisten pribadi, kesehatan, dan layanan pelanggan.

Baca juga: Apa itu Token AI? Panduan untuk Pemula

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

Topik

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.