Google Mulai Bangun Pondasi Masuk ke Web3

Anisa Giovanny

7th October, 2022

Google nampaknya sangat serius untuk masuk ke dunia Web3 melalui Google Cloud yang menyediakan layanan cloud computing, Google cloud dapat berfungsi sebagai operator node, berpartisipasi dalam tata kelola blockchain, atau menyediakan cara untuk menangani data. 

Menunjukan keseriusannya, Google pun telah membentuk grup khusus untuk membangun bisnis di sekitar aplikasi blockchain yang akan berguna untuk industri ritel, kesehatan, dan lainnya.

Di Januari 2022, perusahaan mesin pencari terkemuka di dunia ini dikabarkan akan mempekerjakan banyak orang dengan keahlian blockchain. 

Pada acara Token2049 di Singapura (29/09) Devan Mitchem – Head, Web3 Product Strategy APAC mengatakan Google berusaha menghadirkan produk yang memiliki kegunaan dari berbagai aspek dari pengguna, developer, dan industri. 

“ Ini tentang pengguna dan menurut pendapat saya kini ilmu komputer sedang berkembang, ini bisa digunakan untuk tenaga medis, barang koleksi, budaya, apa pun, tetapi ini semua harus bisa bermanfaat dan tentunya tersedia,” katanya. 

Perusahaan ini juga tengah gencar melakukan berbagai kemitraan, Google pun telah berkolaborasi dengan beberapa proyek blockchain, termasuk EOS, Ontology, Chainlink, Theta Network, Hedera Hashgraph, dan blockchain Flow Dapper Labs. 

Pada September, Google Cloud menandatangani kemitraan serupa dengan platform blockchain kontrak pintar Binance, BNB Chain, yang memungkinkan perusahaan rintisan yang membangun produk dan layanan di blockchain BNB Chain juga dapat membangun infrastruktur sumber terbuka, aman, dan skalabel Google Cloud. 

Kemudian di Oktober, layanan ini juga telah bermitra dengan Near protocol, yang akan memungkinkan Google Cloud untuk memberikan “dukungan teknis” kepada penerima hibah Near dengan menyediakan infrastruktur untuk penyedia node Procedure Call ke Pagoda.

Google Cloud akan Jadi Jembatan ke Web3

Dikutip dari Decrypt, Richard Widman kepala strategi, Web3, dan cloud Google bahwa dia bekerja untuk “membangun jembatan raksasa” antara perusahaan Web3 dan blockchain dengan menawarkan layanan node melalui Google Cloud.

Ia menekankan bahwa node Google harus terdesentralisasi dan cukup global untuk tahan terhadap hal-hal seperti pemadaman internet dan kerusuhan politik karena setiap node adalah satu titik kegagalan.

Dan jika satu atau dua perusahaan teknologi besar seperti Amazon atau Google akhirnya mengendalikan sebagian besar node blockchain, itu mengalahkan tujuan teknologi terdesentralisasi.

“Jika semuanya berjalan di Google, saya akan menjadi orang pertama yang mengatakan itu masalah, tetapi perlu diingat jika  desentralisasi bukanlah masalah hitam atau putih, jadi tidak semuanya dapat atau harus didesentralisasi, tetapi khusus untuk strategi Web3, desentralisasi menjadi hal yang penting,” katanya.

Baca juga: Waspada! Pencurian Daya Mining dengan Google Translate Palsu

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency