Belajar Blockchain

Apa itu Blockchain Cardano?

single-image

Apa itu Blockchain Cardano. Salah satu project Blockchain yang sudah ada adalah Cardano. Sama seperti Ethereum, Cardano adalah sebuah platform smart contract yang berfokus pada keamanan melalui kerangka desain yang berlapis.

Pendekatan Cardano dapat dibilang cukup unik karena dibangun atas dasar filosofi ilimiah dan riset akademik. Tim Cardano terdiri dari pihak pengguna akhir (end-user) dan juga regulator sehingga platform ini berusaha mencari titik tengah yang menyeimbangkan kebutuhan regulasi dengan prinsip privasi dan desentralisasi yang menjadi nilai utama dalam Blockchain.

Uniknya lagi, Cardano menggunakan Haskell, sebuah Bahasa pemrograman yang memiliki toleransi salah sangat kecil. Tidak seperti project crypto lainnya, tujuan Cardano tidak untuk mengambil alih seluruh sistem finansial, melainkan untuk menggunakan teknologi Blockchain dalam membawa sistem perbankan ke tempat yang belum dapat diakses – terutama di daerah yang masih berkembang.

Sejarah Cardano

Konsep Cardano dibuat oleh Charles Hoskinson yang juga merupakan salah satu penemu Ethereum. Walaupun Ethereum adalah platform smart contract yang luar biasa, menurut Charles Hoskinson Ethereun adalah Blockchain generasi kedua yang membutuhkan perbaikan. Yang membuat Cardano luar biasa adalah bahwa platform ini membutuhkan perhatian lebih dalam pemeliharaannya. Terdapat tiga organisasi yang bekerja dalam mengembangkan dan menjaga Cardano, yaitu:

  • The Cardano Foundation
  • Input Output Hong Kong (IOHK)
  • Emurgo

Baca Juga: Emurgo, Gabungkan Blockchain dengan Rantai Suplai

Sebagai platform yang focus pada layanan smart contract, Cardano bersaing di pasar dengan para pemain lainnya, seperti EOS, Lisk, NEO, dan NEM.

Bagaimana Cara Kerja Cardano?

Walaupun sesama platform Smart Contract, Cardano bekerja dengan cara yang cukup berbeda dengan Ethereum dari segi mekanisme consensus yang digunakan dan juga kerangka desain teknisnya.

Mekanisme Konsensus

Cardano menggunakan mekanisme consensus Proof of Stake dengan memanfaatkan algoritma Ouroboros. Mekanisme ini bekerja sebagai berikut:

  • Slot leader bertugas untuk meverifikasi transaksi dan membuat blok
  • Siapapun yang memiliki koin Cardano, ADA, berhak menjadi slot leader. Tidak bergantung pada seberapa banyak yang dimiliki
  • Untuk menjadi slot leader, algoritma “Follow the Satoshi” akan memilih koin yang dimiliki oleh setiap orang
  • Jaringan melakukan proses ini secara otomatis, sehingga tidak ada pekerjaan tambahan yang perlu dilakukan

Bahasa pemrograman yang digunakan di sistem Cardano adalah Haskell dan Plutus. Haskell adalah sebuah Bahasa pemrograman fungsional yang sudah digunakan sejak tahun 1990, namun versi terbarunya yang lebih stabil dikeluarkan pada tahun 2010. Mirip seperti Haskell, Plutus juga sebuah bahasa pemrograman fungsional yang dibuat oleh tim Cardano sendiri.

Arsitektur Cardano

Dari segi kerangka desain teknisnya, kerangka Cardano dibagi menjadi dua lapis. Lapisan ini memisahkan nilai dari buku besar dengan alasan mengapa nilai tersebut ditransfer dari satu akun ke yang lainnya. Pemisahan ini memberikan end-user lebih banyak control akan privasi dan eksekusi smart contract yang dimiliki.

Cardano Settlement layer (CSL) menyimpan nilai buku besar, sedangkan Cardano Computation Layer (CCL) menyimpan alasan mengapa transaksi tersebut terjadi.

Sekarang ini, Ethereum sebagai sesama platform smart contract hanya memiliki satu layer saja dan sedang bekerja dalam mengembangkan lapisan kedua ini.

Cardano adalah salah satu platform yang memiliki jumlah suplai koin terbesar dalam industri dengan maksimum suplai sebanyak 45 miliar.

Konklusi

Jadi, apa itu Blockchain Cardano? Secara singkat, Cardano dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Cardano adalah platform Smart Contract seperti Ethereum atau NEO yang memudahkan pembuatan token baru dan merupakan DApps (Decentralized Applications)
  • Lebih dari 60% token Ada dialokasikan pada saat tahap ICO
  • Cardano dibuat dan diatur oleh sebuah perusahaan dengan nama IOHK, dan Charles Hoskinson sebagai penemunya
  • Token Ada akan dibutuhkan untuk aplikasi-aplikasi ke depannya, sehingga nilai token Ada memiliki ciri yang sama seperti Ethereum
  • Pemilik token Ada Cardano bisa mendapatkan token yang lebih banyak dengan memvalidasi transaksi blok di masa depan, bisa menerima beberapa blok reward dan sedikit bagian dari network fee
  • Pemegang Cardano dapat menyumbangkan suara untuk perubahan protocol, yang membuat sistem Blockchain lebih fleksibel

 

Baca Juga: Apa itu DApps?

You may also like