Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Trading · 7 min read

Algoritma trading merupakan cara trading menggunakan program komputer yang mengikuti set instruksi (sebuah algoritma) untuk menempatkan trading.
Trading menggunakan algoritma bisa dikatakan juga sebagai trading otomatis karna menggunakan perangkat komputer.
Secara teori, keuntungan yang bisa dihasilkan menggunakan trading algoritma juga cepat dan dengan frekuensi tinggi yang tidak mungkin dilakukan oleh trader manusia yang melakukan trading secara manual.
Untuk melakukan algoritma trading, trader harus menggunakan suatu instruksi khusus untuk melakukan suatu tugas atau proses tertentu.
Contoh: mengatur stop loss. Algoritma yang dibuat berdasarakan dengan time frame, harga atau indikator yang lainnya.
Algoritma trading ini membuat trading menjadi lebih sistematis dan tidak terpengaruh oleh dampak psikologi yang biasanya dirasakan oleh trader manusia pada aktivitas trading.
Baca juga: Apa itu Trading Bitcoin dan Crypto? Panduan Lengkap untuk Pemula
Menerapkan algoritma menggunakan program komputer adalah komponen yang penting, dan biasanya dilakukan sebagai tahap terakhir sebelum memulai trading algoritma.
Sebelum memulai trading, perlu dilakukan pengujian ulang pada algoritma yang akan digunakan (mengaplikasikan algoritma tersebut pada pasar forex atau saham yang sudah lewat untuk memastikan performa algoritma tersebut bisa menghasilkan profit).
Tantangan yang akan muncul jika menggunakan trading algoritmik adalah mengubah strategi yang teridentifikasi menjadi proses komputer yang terintegrasi dan mempunyai akses untuk melakukan transaksi di akun trading penguna.
Berikut adalah persyaratan untuk melakukan trading algortimik:
Trading algoritmik menyediakan pendekatan yang lebih sistematis untuk trader aktif daripada metode berdasarkan intuisi atau naluri trader.
Baca juga: Cara Trading Bitcoin, Altcoin, Mudah dan Aman Untuk Pemula
Trading algoritma mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
Sebagian besar algo trading merupakan trading dengan frekuensi tinggi (HFT).
Ini bertujuan untuk memanfaatkan penempatan sejumlah besar pesanan dengan kecepatan cepat di berbagai market dan beberapa parameter keputusan berdasarkan algoritma yang telah diprogram sebelumnya.
Algortima trading di gunakan dalam bebera bentuk aktivitas trading dan investasi, termasuk:
Dalam pasar forex, pasangan mata uang di trading dengan volume yang bermacam-macam sesuai dengan harga.
Volume rata-rata trading forex bisa mempengaruhi nilai tukar riil, oleh karna itu trading algoritma cocok untuk transaksi dengan volume yang besar.
Berikut adalah strategi trading yang umum digunakan dalam trading algoritma:
Strategi perdagangan algoritmik yang paling umum adalah mengikuti tren moving average, pergerakan harga, dan indikator teknis yang terkait.
Mengikuti trend adalah strategi termudah dan paling sederhana untuk diterapkan melalui trading algoritmik karena strategi ini tidak melibatkan membuat prediksi atau perkiraan harga.
Trading dimulai berdasarkan terjadinya tren yang diinginkan, yang mudah dan langsung bisa diterapkan melalui algoritma tanpa masuk ke kompleksitas analisis prediktif.
Menggunakan moving average dari 50 dan 200 hari adalah strategi mengikuti tren yang populer.
Strategi arbitrase ini menggunakan teknik membeli instrumen investasi yang memanfaatkan perbedaan dan ketidakseimbangan harga di pasar yang berbeda.
Perbedaan yang terjadi antara pasar A dan pasar B bisa menghasilkan profit atau arbitrase bebas resiko. Arbitrase ini bisa diaplikasikan di saham, pasar forex dan cryptocurrency.
Menetapkan algortima untuk mengindentifikasi perbedaan harga dan menetapkan order secara efisien memungkinkan peluang untuk mendapatkan profit.
Strategi trading yang berbasis model matematika, seperti strategi delta-netral memungkinkan trading pada kombinasi opsi dan sekuritas yang mendasarinya.
Delta netral adalah strategi portofolio yang memanfaatkan berbagai posisi dengan menyeimbangkan delta positif dan negatif sehingga keseluruhan delta aset yang dimaksud berjumlah nol.
Portofolio delta-netral meratakan respons terhadap pergerakan pasar untuk rentang waktu tertentu untuk membawa posisi net change ke nol.
Delta mengukur seberapa banyak harga opsi berubah ketika harga sekuritas yang mendasarinya berubah.
Strategi Mean Reversion didasarkan pada konsep bahwa harga tinggi dan rendah dari suatu aset adalah fenomena sementara yang akan kembali ke nilai rata-rata (average value) secara berkala.
Mengidentifikasi dan menentukan kisaran harga dan menerapkan algoritma berdasarkan mean reversion memungkinkan trading untuk ditempatkan secara otomatis ketika harga suatu aset masuk dan keluar dari kisaran yang ditentukan.
Karena harga akan kembali ke nilai rata-rata, trader tidak perlu khawatir mengenai area oversold atau overbought.
Trading algortimik bisa digunakan untuk mengambil keuntungan di waktu tertentu, contohnya ketika pergerakan harga terjadi di akhir tahun.
Akhir tahun merupakan momentum ketika harga melonjak tinggi, trading algortima bisa mengambil keuntungan dari perubahan cepat yang terjadi dalam periode spesifik dalam jangka satu tahun.
Untuk trader jangka panjang, strategi seasonal ini cocok untuk di implementasikan karna beresiko rendah.
Sekian artikel penjelasan mengenai apa itu algoritma trading. Strategi trading algoritmik menggunakan perhitungan matematis yang secara umum dilakukan secara otomatis sehingga bisa mengurangi dampak negatif trading yang biasanya terjadi karena human error.
Strategi ini cocok untuk digunakan untuk trading jangka pendek ataupun jangka panjang, bisa juga digunakan dalam trading saham, forex (mata uang asing), ataupun cryptocurrency.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.