8

Mau paham Blockchain?

Belajar Sekarang
TINGKATKAN PEMAHAMAN BLOCKCHAIN MU

Rekomendasi webinar dan materi edukasi teknologi blockchain terkini langsung dari para ahli.

Mau paham Blockchain?

Belajar Sekarang

Apa itu DApps (Decentralized Applications) dan Cara Membuatnya

Di dunia crypto, seluruh ekosistem transaksinya bergerak dalam beberapa aplikasi yang dibangun pada sebuah blockchain.

Aplikasi tersebut sering dikatakan sebagai DApps atau Decentralized Applications yang menjunjung sistem desentralisasi dalam opersionalnya, layaknya crypto.

Pengertian DApps

DApps adalah aplikasi yang bergerak secara terdesentralisasi, yang berarti tidak ada satu pihak yang mengendalikannya.

Aplikasi tersebut mengandalkan sistem blockchain yang menjaga keberlangsungannya melalui beberapa pihak yang biasa disebut validator.

Jadi tidak ada satu pihak yang berkuasa sehingga sulit untuk dimanipulasi dan dirusak.

Seluruh aplikasi terdesentralisasi umumnya memiliki empat sifat ini:

  1. Open Source – Source code atau infrastruktur kode untuk membangun aplikasi dapat diakses oleh semua orang.
  2. Decentralized – Seluruh catatan operasi aplikasi disimpan dalam sistem publil dan terdesentralisasi seperti blockchain publik untuk menghindari penguasaan pusat.
  3. Incentivized – Aplikasi memiliki mata uang kripto/token/asset digital sebagai insentif untuk penjaga keberlangsungannya.
  4. Algorithm/Protocol – Bergerak dengan mekanisme konsensus dan protokol yang berbeda sesuai kebutuhannya.

Jika mengikuti definisi di atas, dapat dikatakan bahwa DApps pertama adalah Bitcoin.

Bitcoin merupakan buku besar umum yang membuat transaksi lebih efisien tanpa adanya penengah dan otoritas pusat.

Dengan definisi tersebut, seluruh token atau koin yang memiliki blockchain atau aplikasi dapat dikatakan sebagai aplikasi terdesentralisasi.

Klasifikasi DApps

Pada dunia developer crypto, DApps sendiri dapat diklasifikasikan dalam tiga tipe sebagai berikut:

Tipe 1

Tipe DApps ini memiliki blockchain sendiri namun masih fokus untuk perpindahan dana atau transaksi saja.

Contohnya adalah Bitcoin, Bitcoin Cash, atau Litecoin yang fokus sebagai wadah untuk perpindahan dana atau transaksi dengan blockchainnya.

Tipe 2

DApps tipe ini adalah blockchain generasi baru yang digunakan tidak hanya untuk transaksi atau perpindahan dana tapi untuk membangun smart contracts.

Jadi melalui DApps ini, blockchain dapat menjadi wadah untuk penciptaan aplikasi terdesentralisasi lainnya.

Contoh dari DApps ini adalah Ethereum dan Binance Smart Chain yang saat ini memiliki banyak aplikasi di dalamnya namun juga bergerak untuk menjadi wadah transaksi.

Tipe 3

Untuk tipe ketiga, DApps ini sepenuhnya bergantung pada sebuah blockchain tanpa memiliki blockchain sendiri.

DApps ini umum dikenal sebagai tempat farming, perdagangan crypto, atau peminjaman crypto.

Contoh DApps jenis ini adalah Uniswap, Pancakeswap, Aave, dan beberapa lainnya yang memiliki fungsi masing-masing.

Baca juga: Panduan Dasar Apa Itu Uniswap untuk Pemula!

Bagaimana Sebuah DApps Berfungsi?

DAppss berfungsi dengan mengimplementasikan keempat kriteria di atas.

Artinya, DApps adalah sebuah platform software yang bersifat open-source dan diimplementasikan pada sistem Blockchain terdesentralisasi.

DApps juga berjalan dengan menggunakan token yang dihasilkan menggunakan algoritma atau protokol yang beragam.

Secara keseluruha, DApps bergerak layaknya aplikasi biasa atau yang sering disebut sebagai Apps yang sering ditemukan di dunia internet.

Namun perbedaan utamanya berada pada sistem desentralisasi yang membuat DApps lebih transparan dalam penyimpanan data dan tidak ada penguasaan oleh satu pihak.

Perbedaan Apps dan DApps

Ilustrasi DApps dan Apps. Sumber: Towards Data Science.

Aplikasi biasa yang tersentralisasi atau Apps, seperti Twitter, Facebook, atau Instagram, digerakkan oleh satu perusahaan.

Perangkat lunak dari aplikasi tersebut bergerak pada suatu jaringan atau server yang dikendalikan oleh perusahaan tersebut.

Pengguna akan mengirimkan data saat menggunakan aplikasi tersebut kepada server perusahaan aplikasi tersebut.

Nantinya data tersebut hanya dapat dilihat oleh perusahaan dan tidak dapat dilihat secara publik.

Selain itu saat ada perubahan atau upgrade, kecuali perusahaan mengajukan pemungutan suara terhadap pembaruan yang umumnya terjadi di rapat pemegang saham perusahaan.

Kondisi ini berbeda dengan aplikasi terdesentralisasi dimana saat menggunakan DApps, data tersimpan pada jaringan atau server publik.

Jadi seluruh pihak dapat melihat data yang digunakan namun tetap menggunakan fitur enkripsi untuk menjaga seluruh hal yang privat agar hanya dapat dilihat oleh pemilik datanya.

Cara penyimpanan tersebut menjadi lebih transparan dan meminimalisir manipulasi oleh pencipta aplikasi.

Selain itu DApps juga akan melakukan upgrade atau pembaruan setelah ada pemungutan suara dari pemilik koin atau token yang terikat terhadap DApps tersebut.

Jadi dengan sistem pemungutan tersebut, tidak ada pihak sentral yang berkuasa, walaupun itu pencipta aplikasinya sendiri.

Kelebihan DApss

Dari sisi kelebihan, DApps menjadi aplikasi yang mendukung privasi data dari pengguna karena semua tersimpan secara enkripsi di jaringan publik.

Kelebihan ini baik melihat kasus yang telah terjadi di beberapa aplikasi biasa seperti Facebook yang dikatakan telah memanfaatkan data penggunannya.

Selain itu, karena tersimpan di jaringan publik, kebebasan menjadi lebih tercapai dan pihak pemilik aplikasi tidak bisa menghapus atau mengubah apa pun secara satu pihak.

Dengan adanya kebebasan ini, semua pengguna akan bisa melakukan apa pun, tidak seperti di aplikasi biasa, contohnya Twitter, yang menghapus suatu konten tanpa persetujuan pemilik.

Terakhir adalah dengan DApps, karena menggunakan jaringan publik, biaya dapat turun lebih murah dalam hal penyimpanan data serta membuka untuk inovasi lebih tinggi.

Kekurangan DApps

DApps masih terus berkembang dan masih berada di tahap awal sehingga masih memiliki potensi kerusakan atau kemacetan dalam opersionalnya. Kondisi ini membuat inovasi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kekurangan lain adalah keramahan dengan pengguna karena umumnya aplikasi terdesentralisasi membutuhkan proses penggunaan yang cukup rumit.

Melihat DApps adalah hal baru, proses ini butuh waktu adaptasi untuk para pengguna yang baru terjun ke dunia desentralisasi.

Saat ini DApps juga masih terbatas dalam contoh kode yang tersedia untuk para developer yang ingin melakukan inovasi. Sehingga developer masih harus menemukan jalannya sendiri untuk membangun aplikasi yang inovatif.

Cara Membuat Project DApp

  • Step 1: Membuat WhitePaper
  • Step 2: Memulai Proses ICO
  • Step 3: Membangun dan Mengembangkan Aplikasi
  • Step 4: Memasarkan dan Meningkatkan Pengguna Aplikasi

Nah itu tadi penjelasan mengenai apa itu DApps. Anda mungkin akan menyadari banyak project ICO yang juga termasuk DApps dan tipe DApps yang apa saja.

Dengan membaca artikel ini, semoga pemahaman Anda mengenai apa itu DApps dan Blockchain semakin bertambah!

Top exchange
Lihat semua

Pertanyaan penting

⚙️ Apa kepanjangan dari DApps?

Kepanjangan dari DApps adalah Decentralized Applications

🔍 Apa itu DApps?

DApps (Decentralized Applications) adalah sebuah jenis aplikasi sedang marak dibicarakan, di mana aplikasi ini tidak dimiliki oleh siapapun, tidak dapat dimatikan, dan sistem tidak dapat down.

❓ Apakah DApps pertama?

DApps pertama adalah Bitcoin

🔒 Apa itu ICO?

Initial Coin Offering adalah Ini adalah acara penggalangan dana berdasarkan token sales yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar bagi investor

🛠 Apa itu Blockchain?

Blockchain adalah buku besar catatan yang diorganisasikan dalam ‘blok’ yang dihubungkan bersama oleh validasi kriptografi.

🧲 Apa itu Hash?

Hash adalah sebuah kode yang ada dalam sebuah data di Blockchain. Isinya adalah serangkaian kata dan huruf. Fungsi hash adalah fungsi matematika yang mengambil sejumlah variabel karakter dan mengubahnya menjadi string (rangkaian) dengan jumlah karakter tetap

👍🏼 Apa itu Node?

Node adalah jaringan komputer individual. Setiap node memiliki salinan dari ledger data digital atau blockchain. Node bisa mengklasifikasi transaksi menjadi valid dan tidak valid. Jika suatu transaksi valid maka akan ditulis ke dalam block.

✔️ Apa karateristik dari Blockchain?

Desentralisasi, transparansi, dan tidak bisa diubah

Dhila Rizqia

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Panduan Terkait
Rekomendasi aplikasi beli bitcoin