Walmart Saingi Amazon, Buka Lowongan Terkait Crypto

Naufal Muhammad

16th August, 2021

Walmart, salah satu perusahaan ritel terbesar di Amerika, dikabarkan sedang berusaha bersaing dengan Amazon dan akan masuk ke dunia crypto.

Persaingan antara kedua perusahaan tersebut merupakan satu persaingan yang sering dibicarakan antara dunia konvensional dan digital.

Walau Amazon jauh memimpin, Walmart masih terus bersaing sebagai salah satu ritel konvensional terkuat di dunia.

Saat ini persaingan tersebut nampaknya masuk ke ranah digital, dengan Walmart yang dikabarkan membuka lowongan terkait bidang crypto.

Persaingan Amazon dan Walmart

Kompetisi di dunia ritel terus berubah dengan berubahnya dunia menuju era digital. Namun, satu hal yang masih terus terjadi adalah persaingan ritel antara Amazon dan Walmart.

Amazon dan Walmart sejak 2019 merupakan dua perusahaan ritel terbesar di dunia yang terlihat terus bersaing dalam segala aspek.

Persaingan tersebut selalu terlihat dari inovasi dan juga orientasinya untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna saat belanja.

Dari sisi keuangannya persaingan tersebut juga masih terlihat, walau tidak terlalu ketat dalam satu tahun terakhir ini.

Saat ini Amazon masih memimpin dengan pertumbuhan pendapatannya di 2020 yang tumbuh sebesar 43,8% sedangkan Walmart tumbuh hanya 6,7%.

Namun perbedaan pendapatan tersebut tidak mematahkan semangat dari Walmart akibat inovasinya yang terus menyaingi Amazon.

Hanya dalam 2020, inovasi tersebut telah terlihat dengan adanya peluncuran teknologi belanja bernama Alpha Bot.

Alpha Bot ini mempermudah pemilihan barang secara otomatis, jadi pihak yang belanja tidak perlu mengambil barangnya sendiri.

Namun teknologi ini juga disaingi oleh Amazon yang menerbitkan beberapa teknologi baru, termasuk metode pengantaran belanja dengan drone.

Dari sisi pertumbuhan pengguna, Amazon nampaknya masih memimpin, akibat platformnya yang secara menyeluruh bergerak di dunia digital.

Tapi pertumbuhan tersebut juga masih dapat diikuti oleh Walmart yang berusaha untuk tumbuh melalui toko ritel nyata di masa pandemi.

Kabar baiknya saat ini Walmart juga telah meluncurkan Walmart+ yang merupakan sebuah aplikasi mirip dengan Amazon untuk belanja secara digital.

Persaingan tersebut terlihat ketat namun nampaknya Amazon masih memimpin. Saat ini Amazon juga memimpin di dunia crypto.

Hal ini disebabkan beberapa bulan yang lalu Amazon telah membuka lowongan kerja terkait crypto dan mengabarkan risetnya tentang adopsi crypto.

Walmart nampaknya juga ikut bersaing dengan adanya kabar bahwa terbuka lowongan untuk kepala bidang operasional terkait crypto.

Buka Lowongan Terkait Produk Crypto

Kemarin, 15 Agustus 2021, Walmart membuat publikasi mengenai adanya lowongan kerja terkait kepala produk crypto di perusahaannya.

Perusahaan tersebut sedang mencari “pemimpin dengan visi yang cerah dan inovatif” menurut kabar yang beredar. Lowongan kerja tersebut bertuliskan,

“Anda akan bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi terkait produk mata uang digital dan juga rencana adopsi ke depannya. Sebagai pakar di bidang mata uang digital atau mata uang crypto dan blockchain, anda akan diminta menentukan visi ke depan untuk adopsi dan produk terkaitnya.”

Selain itu, lowongan tersebut menuliskan bahwa pihak yang mengajukan diri pada lowongan tersebut harus menentukan investasi dan kerja sama terkait crypto.

Kabar ini nampaknya telah menarik perhatian pasar, akibat berpotensi menjadi sentimen positif untuk crypto melalui adopsi dari perusahaan besar.

Hingga saat ini Walmart atau Amazon masih menolak kabar bahwa mereka memiliki Bitcoin, namun bercermin pada perusahaan lain, tertutupnya publikasi bukan berarti tidak memiliki.

Jika semua rencana berjalan sesuai dan kedua perusahaan tersebut mengadopsi crypto bahkan mengabarkan kepemilikannya, pasar crypto dapat naik signifikan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.