Volvo Gunakan Teknologi Blockchain

By febrian surya     Friday, November 8 2019

Volvo Cars yang berbasis di Swedia baru saja mengumumkan akan gunakan blockchain untuk membuat kobalt pada baterai mobil listriknya dapat dilacak.

Kobalt itu sendiri merupakan salah satu unsur kimia yang terdapat pada baterai yang berguna untuk menjaga daya tahan.

Penggunaan dan pemanfaatan Blockchain ini akan berlaku secara global, setelah adanya kesepakatan dengan dua pemasok baterai untuk Volvo Cars, CATL China dan LG Chem dari Korea Selatan.

Seperti diketahui, saat ini Volvo Cars telah dimiliki oleh salah satu produsen mobil asal Tiongkok, Geely Holding China, yang sudah menjalin kerjasama dengan dua pemasok baterai tersebut untuk 10 tahun kedepan untuk model mobil listrk Volvo dan Polestar pada generasi mendatang. Termasuk, model mobil listrik XC40 yang baru saja diluncurkan.

Saat ini, produsen mobil harus bertanggung jawab dengan material-material apa saja yang terdapat pada mobil listrik buatannya. Oleh karena itu, penggunaan Blockchain memang dibutuhkan untuk meningkatkan pengawasan dalam sistem rantai pasokan dengan pihak-pihak terkait, terutama para suplier bahan baku (kobalt) melalui dua pemasok baterai untuk Volvo Cars tersebut.

Karena banyaknya konflik yang terjadi di pertambangan pertama kali kobalt tersebut ditambang seperti pekerja yang dibawah umur.

Baca juga: Tekan Peredaran Sepatu Palsu, Perusahaan Sepatu New Balance Menggunakan Blockchain!

“Melalui teknologi Blockchain, kami dapat mengambil langkah untuk memastikan rantai pasokan yang bersumber dari alam pertama kali diambil dapat dilacak dan meminimalkan risiko seperti pekerja anak dibawah umur di area pertambangan, ini merupakan kolaborasi yang baik dengan para pemasok kami,” kata kepala pengadaan Volvo  Cars, Martina Buchhauser, dalam sebuah pernyataan.

Hal ini dirasa penting, karena kobalt menjadi bahan atau mineral utama untuk membuat baterai lithium-ion, dimana mayoritas pemasok kobalt berasal dari Republik Demokratik Kongo, yang merupakan negara Afrika dengan banyaknya kasus kemanusiaan  disana. Salah satunya, terkait pekerja dibawah umur.

Produsen mobil Eropa yang berbasis di Gothenburg ini mengatakan spesialis Blockchain Circular dan perusahaan teknologi Oracle mengoperasikan teknologi Blockchain di seluruh rantai pasokan dari CATL China, yang mana uji coba teknologi blockchain ini berlangsung sukses pada awal musim panas ini.

Selain itu, Responsible Sourcing Blockchain Network (RSBN), bersama dengan RCS Global dan IBM, meluncurkan teknologi Blockchain dalam rantai pasokan bagi LG Chem.

Data-data dalam rantai pasokan kobalt dalam Blockchain seperti informasi darimana kobalt itu berasal, ukuran dan berat, serta pengawasan rantai pasokan dan penetapan informasi siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasokan, hal yang menunjukkan konsistensi perilaku dengan OECD, yaitu prinsip ekonomi pasar bebas.

Produsen mobil asal Swedia ini awalnya berfokus pada pengamanan rantai pasokan yang bertanggung jawab dan transparan untuk kobalt serta timah, tungsten, tantalum dan emas pada tahun 2020, tetapi juga berencana untuk menerapkan pelacakan Blockchain ke bahan-bahan utama lainnya seperti lithium dan nikel di masa depan.

Sumber