China Siapkan Infrastruktur NFT, Ini yang Perlu Diperhatikan

Anisa Giovanny

16th January, 2022

China dikenal negara yang sensitif dengan crypto dan berulang kali memunculkan sentimen negatif yang membawa harga crypto terjun. Namun dengan sifat itu China tetap tidak tutup mata dengan trend crypto, salah satunya soal NFT.

Dikutip dari South China Morning Post melaporkan minggu ini bahwa Jaringan Layanan Blockchain (BSN) yang didukung negara sedang menyiapkan infrastruktur blockchain non-publik yang diizinkan yang akan memungkinkan pelepasan koleksi bergaya NFTdi bawah pengawasan pemerintah.

Menurut laporan itu, platform tidak akan dapat dioperasikan dengan NFT yang dibuat di jaringan blockchain publik seperti Ethereum dan Solana, dan tidak akan menerima pembayaran cryptocurrency.

Sebagai gantinya, jaringan pribadi akan secara eksklusif menerima yuan Tiongkok untuk membayar barang koleksi dan biaya platform.

BSN akan menggunakan istilah Distributed Digital Certificate (DDC) untuk merujuk pada merek unik NFT yang didukung negara, menurut laporan, dengan platform yang akan diluncurkan pada akhir bulan ini.

He Yifan, CEO Red Date Technology yang merupakan salah satu perusahaan teknologi di belakang BSN bahwa koleksi semacam itu “​​tidak memiliki masalah hukum di China” selama tidak terkait dengan cryptocurrency. Dia menambahkan bahwa blockchain publik “ilegal” di China, karena peraturan pemerintah.

BSN sebelumnya telah membuat versi yang diizinkan secara khusus dari jaringan blockchain yang ada untuk penggunaan perusahaan, dan akan mengintegrasikan 10 di antaranya dalam platform NFT termasuk versi Ethereum dan Corda, menurut laporan tersebut.

Perusahaan tersebut dilaporkan telah merekrut 20 mitra untuk peluncuran yang akan datang, termasuk jaringan blockchain Cosmos, penyedia faktur cloud Baiwang, dan perusahaan solusi penyiaran Sumavision.

Sikap China Terhadap NFT Menjadi Penting

Mengingat sikap pemerintah China terhadap cryptocurrency, tidak mengherankan bahwa perusahaan di negara tersebut sejauh ini telah bermain aman di NFT. 

Dikutip dari Decrypt, South China Morning Post menulis bahwa di tengah meningkatnya permintaan untuk NFT di China, perusahaan di sana justru menyebut NFT menghindari branding NFT dan hanya menyebutnya koleksi digital.

Selain itu, perusahaan yang menjual koleksi digital tokenized tidak dapat mengizinkannya untuk dijual kembali. Karena kekhawatiran pemerintah akan berspekulasi bahwa itu adalah pencucian uang.

Meski begitu, perusahaan seperti Alibaba, Tencent, Bilibili, dan JD.com telah meluncurkan koleksi digital mereka sendiri.

Dengan kabar ini artinya pemerintah Cina menaruh perhatian terhadap pasar NFT dan mengawasi industri tersebut.

Namun dengan model NFT yang diawasi ini artinya membuat keunggulan dari NFT sendiri berkurang.

Sebab Non Fungible Token pada dasarnya adalah tidak tidak dikendalikan oleh entitas terpusat.

Mereka dapat dibeli dan dijual secara bebas tanpa izin, dan mereka juga berpotensi dapat dioperasikan, membuatnya dapat digunakan di seluruh platform dan dunia online  titik penjualan utama saat metaverse semakin matang. 

Di Tiongkok, jika kerangka kerja BSN untuk koleksi DDC berlaku, pengguna mungkin tidak memiliki hak dan kemampuan yang sama.

Seperti industri teknologi dan hiburan lainnya di China, khususnya pasar video game dan film, pengawasan ketat China dapat membatasi akses warga dan menutup sebagian besar dunia yang lebih luas dari basis pengguna potensial yang cukup besar.

Ini dapat membatasi potensi industri NFT untuk benar-benar mengglobal, dan menjangkau 1,4 miliar warga China.

Demikian juga, ini dapat menghalangi potensi metaverse yang terbuka, yang digerakkan oleh NFT. Sikap pemerintah terhadap NFT pada akhirnya malah akan mengontrol NFT di dalam negaranya, sama seperti bagaimana mereka memperlakukan crypto.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency