Volume Transaksi Binance Chain Ambles, Gimana Nasib BNB?

Naufal Muhammad

19th July, 2022

Volume transaksi di pasar crypto terlihat sedang mengalami penurunan drastis dalam bear market ini karena berkurangnya jumlah investor yang terlihat dari turunnya kapitalisasi pasar mayoritas crypto. 

Sayangnya dalam kondisi ini, Binance Chain (BNB) menjadi blockchain dengan penurunan volume transaksi tertinggi, bahkan melebihi Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).  

Volume Transaksi Binance Chain Turun Drastis

Dikabarkan bahwa mayoritas blockchain besar mengalami penurunan volume transaksi, yang juga terlihat dari kapitalisasi pasar mayoritas crypto yang bergerak turun. 

Beberapa blockchain yang terlihat mengalami penurunan adalah Binance Chain,  Ethereum, dan Solana. Kabar baiknya, Ethereum dan Solana mulai perlahan pulih kembali dan menandakan kehidupan kembali di blockchainnya. 

Peningkatan volume dalam Ethereum kemungkinan besar terjadi setelah adanya kabar peluncuran Ethereum 2.0 yang kemungkinan akan dilaksanakan pada 19 September 2022.

Kabar ini telah membuat munculnya kehidupan kembali dalam ekosistem Ethereum melalui transaksi pembelian Ethereum serta beberapa token di ekosistemnya. 

Tapi walau begitu tetap saja Ethereum masih berada di kondisi volume transaksi yang lebih rendah dibandingkan tahun 2021. 

Untuk Solana, kemungkinan besar volume transaksi yang tidak turun drastis adalah akibat tekanan jual dan beli yang terus terjadi karena banyaknya sentimen positif dan negatif yang datang bersamaan. 

Beberapa contohnya adalah kabar dari Solend yang membuat kepercayaan terhadap Solana menurun bersama insiden beberapa kali matinya jaringan yang membuat tekanan jual. 

Baca juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global

Tapi tekanan jual ini terjadi bersama dengan dorongan beli karena adanya beberapa sentimen positif seperti adanya pendanaan baru serta proyek baru yaitu smartphone yang ingin diciptakan Solana bernama Saga.

Volume Transaksi Binance Chain Ambles, Gimana Nasib BNB?
Data Volume Transaksi Ethereum, Solana, dan Binance Chain dari Coinmarketcap

Transaksi jual dan beli yang terjadi bersamaan ini membuat volume transaksi terus meningkat karena volume transaksi menghitung tidak hanya volume beli tapi juga volume jual. 

Walau begitu, volume transaksi di Solana juga masih terlihat turun bahkan lebih tinggi dari Ethereum. 

Sayangnya Binance Chain mengalami penurunan tertinggi yang kemungkinan karena semakin berkurangnya aktivitas di ekosistem jaringan.

Pada bull market, banyak investor yang membuat proyek baru di Binance Chain karena menguntungkan dan mudah serta rendah biaya. Selain itu komunitas Binance yang kuat juga membuat banyak token baru mudah terjual. 

Tapi dalam bear market kondisi itu tidak serupa sehingga membuat aktivitas di jaringan Binance Chain terus berkurang. Secara keseluruhan volume transaksi Binance Chain turun 58,2% dari angka tertingginya di 2021 bersama Ethereum dan Solana yang turun 13,7% dan 18,1%. 

Bagaimana Nasib BNB?

Naras di atas juga didukung oleh data wallet yang aktif bertransaksi dimana akibat banyaknya kabar yang ada di ekosistem Solana, jumlah wallet yang aktif justru meningkat 20,4% walau volumenya turun. 

Sayangnya Ethereum dan BNB masih terus mengalami penurunan sekitar 27,2% dan 68,8% secara berurutan. 

Volume Transaksi Binance Chain Ambles, Gimana Nasib BNB?
Data pengguna aktif di jaringan Ethereum, Solana, dan Binance Chain dari Coinmarketcap

Data ini juga menandakan bahwa di ekosistem Solana saat ini lebih banyak trader dan di ekosistem Binance Chain dan Ethereum lebih banyak investor. 

Jumlah wallet yang aktif menandakan banyaknya pengguna yang terus bertransaksi jual atau beli. 

Dari data tersebut terlihat bahwa Binance Chain mengalami kondisi terburuk karena ekosistemnya yang sepi membuat pemasukannya juga menurun karena pendapatan dari biaya transaksi yang menurun. 

Meski berada dalam kondisi negatif ini, narasi bahwa investor menguasai jaringan masih terbukti benar. 

Data menunjukkan bahwa saat ini terjadi peningkatan dalam penggunaan smart contract jaringan oleh 400 whale terbesar di Binance Chain. 

Kemungkinan besar data ini menunjukkan bahwa saat ini mayoritas whale sedang melakukan pembelian dan smart contracts tersebut diciptakan untuk mencatat transaksi beli. 

Volume Transaksi Binance Chain Ambles, Gimana Nasib BNB?
Data Rasio Long dan Short di Pasar Derivatif dari CoinGlass

Walau begitu, mayoritas trader masih belum setuju dengan investor yang terlihat dari data CoinGlass dimana saat ini trader yang long dan short masih seimbang, menandakan potensi konsolidasi. 

Untuk saat ini kabar volume transaksi yang turun terlihat belum berdampak signifikan terhadap harga BNB. Tapi kondisi ini dapat berpengaruh pada investor crypto dengan kapitalisasi rendah di ekosistem Binance Chain. 

Turunnya volume transaksi berarti menurunnya transaksi token di ekosistem Binance Chain. Jadi investor atau trader yang masih berharap keuntungan cepat dengan crypto kapitalisasi rendah diharapkan untuk waspada. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.