Analis: Volatilitas Bitcoin Saat Ini Sangat Rendah

Wafa Hasnaghina

20th July, 2020

Selama beberapa minggu terakhir ini altcoin terlihat menghadapi volatilitas yang ekstrem. Bagaimana tidak? Chainlink (Link), altcoin yang baru-baru ini menunjukan popularitasnya, nilainya melonjak 450% sejak posisi terendahnya pada bulan Maret lalu. Meskipun ia akhirnya dapat menetapkan nilai all-time-high barunya, aset ini terlihat bergerak bolak-balik antara level resistance dan support-nya.

Di lain sisi, Bitcoin menunjukkan akan menghadapi beberapa volatilitas yang dibutuhkannya. Hal ini terlihat dari indikator teknis krusialnya.

Baca juga: Analis: Pola Ini Bisa Picu Volatilitas Bitcoin Meledak

Bitcoin Segera Hadapi Volatilitas Kuat

Seorang trader cryptocurrency baru-baru ini mencatat akan ada lebar Bollinger Bands (BB) Bitcoin yang berada pada posisi terendah yang belum terlihat lagi sejak sekitar bulan Oktober /  November 2018. “BB harian belum pernah serapat ini sejak Oktober 2018 silam, saya harap Anda semua sudah mempersiapkan popcorn (untuk tontonan ini),” jelasnya, merujuk pada diagram di bawah.

Mengacu dari Wikipedia, Bollinger Bands adalah indikator teknis yang “mencirikan harga dan volatilitas dari waktu ke waktu dari instrumen keuangan atau komoditas”. Mereka sering menjadi terlalu rapat tepat sebelum aset mengalami rally, karena pasar sering mengalami konsolidasi sebelum adanya ekspansi.

Konsep ini berlaku untuk Bitcoin. Seperti yang dapat dilihat pada grafik trader di bawah ini, setiap kali Bitcoin menghadapi pertarungan besar pada aksi harga, lebar indikator semakin rapat.

Analisis terbaru ini muncul tak lama setelah Josh Rager, salah satu pendiri Blockroots dan pedagang crypto terkemuka, mengatakan bahwa indeks volatilitas historis aset telah mencapai ~ 40.

“Bitcoin historical volatility (HV) mendekati 40. Volatilitas $BTC yang rendah ini secara historis menyebabkan pergerakan harga utama antara 30% hingga 60% pada minggu-minggu berikutnya, Dari harga saat ini dapat terlihat 30% bergerak upside pada level $ 12.200, dan 30% bergerak downside pada level $ 6.500. Persiapkan diri Anda.”

Semua Mata Tertuju Pada Saham

Banyak analis di ruang crypto memiliki pendapat tentang cara konsolidasi nanti akan terjadi. Analis komoditas senior Bloomberg, Mike McGlone, misalnya, baru-baru ini menulis:

“Volatilitas harus terus menurun karena Bitcoin memperluas transisinya menjadi setara crypto emas dari yang tadinya aset spekulatif, namun kita harus berharap kompresi baru-baru ini diselesaikan melalui harga yang lebih tinggi.”

Namun, ke arah mana konsolidasi ini akan terjadi mungkin tergantung juga pada pasar saham.

Sebagai seorang analis pada Wall Street dan industri crypto, ia menemukan korelasi yang kuat telah terbentuk antara S&P 500 dan Bitcoin selama beberapa bulan terakhir. Ini menunjukkan bahwa jika pasar saham menghadapi breakout, BTC juga akan mengikuti.

Baca juga: Analis: Korelasi Bitcoin dan S&P 500 Bukan Hal Buruk

Sayangnya untuk mata uang crypto bulls, beberapa analis sepertinya masih berharap adanya koreksi pada saham perusahaan ketika memasuki musim pendapatan untuk Q2 2020.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini