Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 7 min read
Salah satu exchange terdesentralisasi (DEX) terbesar dan paling banyak digunakan pada blockchain Ethereum, Uniswap, meluncurkan Ethereum layer-2, Unichain, yang menyebutnya sebagai ‘chain tercepat di industri’ untuk proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Menurut founder dan CEO Uniswap Labs, Hayden Adams, melalui Unichain, mereka ingin membuat DeFi lebih cepat, lebih murah, lebih terdesentralisasi.
Jaringan layer-2 memproses lebih dari 88 juta transaksi uji coba. Tujuan dari L2 agar trader dan pengembang yang membangun aplikasi baru dapat melakukan semuanya dengan lebih cepat.
Menurut akun X Unichain, mainnet-nya saat ini sudah aktif, beberapa keunggulannya antara lain cepat dan biaya rendah. Dibangun untuk likuiditas cross-chain dan memprioritaskan desentralisasi sejak hari pertama.
Baca juga: Uniswap Dituntut SEC, Harga UNI Anjlok
“Bagi para pedagang kripto, biaya gas yang tinggi dan transaksi yang lambat telah lama menjadi masalah. Dengan waktu blok yang cepat dan biaya yang rendah, Unichain dioptimalkan untuk pasar on-chain, menawarkan blok satu detik dan gas yang biayanya 95% lebih murah daripada Ethereum,” demikian bunyi pengumuman Uniswap pada hari Selasa.
Tetapi para ahli mengingatkan, jaringan layer-2 sebenarnya buruk untuk Ethereum karena dapat menghilangkan kapitalisasi pasar dari Ethereum dalam jangka panjang.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.