Toyota Sedang Menjajaki Digital Currency dan Blockchain

febrian surya

2nd November, 2020

Toyota System adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimilik oleh Toyota Motors, yang dikabarkan sedang melakukan eksplorasi pemanfaatan mata uang digital yang disediakan oleh bursa crypto Jepang, DeCurret.  

DeCurret adalah salah satu pemain besar di bidang crypto di Jepang, yang menjadi tuan rumah kelompok studi untuk mata uang digital dengan bank sentral Jepang pada Juni 2020 lalu. Toyota System adalah perusahaan yang berfokus kepada IT dan tertarik untuk melakukan eksplorasi pembayaran secara otomatis. Uji coba mata uang digital ini melibatkan penggunaan mata uang berlabel putih untuk 2.500 anggota stafnya yang disediakan oleh DeCurret. Pembayaran yang dilakukan adalah untuk tunjangan kesejahteraan, dan karyawan memiliki opsi untuk menukarkan pembayaran dalam bentuk mata uang digital ini dengan poin atau hadiah kesejahteraan. Namun, mata uang digital ini belum bisa ditukarkan dengan mata uang Yen.

Ke depannya, Toyota System dikabarkan bermaksud untuk mengembangkan penggunaan mata uang digital ke transaksi bisnis dan manajemen rantai.

Rantai Pasok dan Blockchain

Secara umum, manejemen rantai pasok saat ini berkaitan erat dengan teknologi blockchain di berbagai industri. Eksperimen dengan mata uang digital ini bukanlah eksperimen pertama yang dilakukan perusahaan Toyota dengan blockchain. Melainkan, sebelumnya perusahaan sudah bereksperimen lewat Toyota Blockchain Lab, yang didirikan pada Maret 2020 untuk membantu Toyota Motors menjadi “perusahaan mobilitas”.

“Dengan fitur-fitur seperti tahan kerusakan dan tahan kesalahan, teknologi blockchain dapat mewujudkan berbagi data secara aman antara berbagai pihak dengan meningkatkan keandalan informasi,” dalam sebuah pernyataan perusahaan Toyota pada Mei 2020 lalu.

Eksplorasi yang dilakukan oleh Toyota System dengan DeCurret ini guna melakukan uji coba penerbitan dan pengelolaan  mata uang digital Toyota melalui platform blockchain milik DeCurret  agar mengetahui skalabilitas sistem model transaksi peer-to-peer di blockchain, serta masalah bisnis lainnya terkait pembayaran ke sekelompok besar orang. Toyota bukanlah satu-satunya produsen mobil yang sedang mengeksplorasi blockchain dan cryptocurrency lebih lanjut. Melainkan, brand-brand mobil Eropa pun demikian, seperti BMW dan Renault.

Namun BMW satu langkah lebih maju, di mana BMW Korea dikabarkan akan meluncurkan token berbasis blockchain pada akhir tahun 2020. Dan menjadikan, BMW Korea sebagai cabang BMW pertama yang meluncurkan token berbasis Blockchain tersebut.

Sumber