Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 6 min read

Proyek artificial intelligence agent (AI agent) yang dibangun di atas blockchain Layer 1 Sonic, Hey Anon, berhasil mendongkrak depositor lebih dari 600% dan membuat native token proyek tersebut, ANON, melejit. Saat ini, kapitalisasi pasar token tersebut mencapai US$118 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.
Proyek ini memelopori adanya istilah “DeFAI” yang memadukan decentralized finance (DeFi) dengan optimized actions yang dilakukan oleh AI.
Baca juga: Apa Itu AI Agent? Panduan untuk Pemula
Dalam artikel yang ditulis oleh pendiri Hey Anon, Daniele Sesta, DeFAI memiliki keunggulan yaitu tidak adanya kerumitan yang tidak perlu dan risiko tinggi seperti DeFi. Pengguna dipaksa menggunakan banyak protokol dan antarmuka pengguna, dan mengadopsi kurva pembelajaran yang curam untuk mendapatkan hasil maksimal dari pengalaman mereka.
Sedangkan DeFAI memperkenalkan antarmuka tunggal bertenaga AI yang mengabstraksikan kerumitan bagi pengguna, yang mengharuskan manusia untuk hanya meminta kepada AI dalam bahasa natural dan menandatangani transaksi.
Pada akhirnya, Sesta membayangkan eksekusi transaksi otonom untuk agen, serta agen riset dan komunikasi di mana pengguna dapat meminta strategi berdasarkan situasi unik dan toleransi risiko mereka.
Sejak adanya istilah “DeFAI”, CoinGecko telah menambahkan kategori tersebut ke situs mereka, dan ANON saat ini merupakan token terbesar kedua dalam kategori tersebut, di belakang GRIFFAIN, yang bernilai US$500 juta atau sekitar Rp8 triliun.
Baca juga: Mengenal Artificial Intelligence (AI) dan Contohnya
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.