Terinspirasi Will Smith, Slap Token Nyaris Naik 10.000%

Anisa Giovanny

29th March, 2022

Kontroversi tamparan Will Smith kepada Chris Rock karena materi komedinya di Academy Awards (28/03) berhasil menarik perhatian dunia, tak terkecuali dunia crypto.

Momen itu pun diabadikan dengan pembuatan token bernama Slap Token, terinspirasi dari tamparan Will Smith.

Terlepas dari kurangnya korelasi antara cryptocurrency dan tamparan tersebut, kenyataanya Slap Token dengan nama Will Smith Inu telah menghasilkan keuntungan dengan diperdagangkan di bursa terdesentralisasi Uniswap.

Slap Token Reli 10.000%

Koin Will Smith Inu yang berbasis Ethereum ETH/USD meroket hingga 10.000% dan mengumpulkan volume perdagangan $3,65 juta.

Namun, koin tersebut kemudian kehilangan sebagian besar nilainya. Hingga Selasa pagi waktu Amerika, token masih terlihat naik 286%. Selain dalam aset crypto, tamparan Wil Smith juga diubah menjadi koleksi NFT di pasar OpenSea.

Sejauh ini, pengguna OpenSea “Will Smith Slap DAO” telah menjual 730 token dengan harga antara $7 dan $300.

Seniman NFT, yang mengidentifikasi diri sebagai DAO (organisasi otonom terdesentralisasi), menghasilkan 2.000 Will Smith Slap NFT.

Karena kemudahan aset digital berbasis blockchain yang  dapat dibuat dengan menggunakan standar token ERC-20 atau BEP-20, produsen meme-coin sering kali mendapat untung dengan cepat dari tren saat ini.

Baca juga: BEP20 dan Panduan Token Binance Smart Chain

Dalam skenario ini, pembuat token dilaporkan memperoleh sekitar 10 ETH atau $33.000 saat menginvestasikan 4 ETH atau $13.200 untuk pembuatan kontrak dan likuiditas awal.

Crypto berdasarkan tren ini bukan yang pertama kali terjadi, sebelumnya sudah ada token yang tercipta karena ketenaran serial  Squid Game, token tersebut sempat naik hingga $83.000% sebelum tidak bernilai dan teridentifikasi sebagai rug pull.

Baca juga: Squid Game, Token Rug Pull Bikin Rugi 100%

Seperti tren yang akan hilang dengan sendirinya, maka Slap Token ini pada akhirnya akan kehabisan nilai jika hanya dianggap sebagai lelucon semata, token tersebut juga tidak memiliki fundamental yang jelas sehingga berpotensi membuat kerugian.

Jadi, untuk para investor sebaiknya tidak mudah tergiur dengan token-token baru yang tiba-tiba muncul tanpa visi misi yang pasti.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency