Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Startegi apa yang Tepat Digunakan Menjelang BCH Hardfork?

Ary Tantranesia     Monday, November 12 2018

Sebagai salah satu isu terbesar tahun ini, pada tanggal 15 November 2018 mendatang, Bitcoin Cash (BCH) berencana melakukan hardfork yang akan membagi chain menjadi dua (split chain), yaitu BCH dan BSV.

Hardfork BCH kali ini cukup mengundang kontroversi karena terdapat dua kubu komunitas yang bertentangan, masing-masing dipimpin oleh Wu Jihan, pendiri Bitmain yang merupakan salah satu bitcoin mining company terbesar di dunia dan  Craight Wright, yang sebelumnya pernah mengaku bahwa ia adalah pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto.

Singkat cerita, dalam setahun Bitcoin Cash biasanya menjadwalkan dua kali hardfork, yaitu pada Mei dan November. Namun pada  hardfork kali ini terjadi beda pendapat antara dua kubu tersebut. Bitmain mendukung klien BCH Bitcoin ABC, yang telah mengusulkan hardfork ini. Peningkatan skalabilitas yang diusulkan oleh ABC telah ditentang keras oleh kubu lawan, nChain, yang dipimpin oleh Craight Wright.

Alhasil, kubu Craight Wright yang tidak mendukung hardfork kali ini mengumumkan bahwa akan tetap mempertahankan protokol BCH blockchain semula, dan menyebutnya sebagai BSV (Bitcoin Satoshi Vision). Sehingga setelah hardfork 15 November mendatang, dapat diperkirakan bahwa akan muncul koin baru, yaitu BSV coin.

Berkat isu ini selama seminggu terakhir harga BCH telah mengalami kenaikan lebih dari 50%

Berkat isu ini selama seminggu terakhir harga BCH telah mengalami kenaikan lebih dari 50%. Coinone Research melakukan penelitian terhadap fenomena hardfork dan mengemukakan bahwa berdasarkan histori dari tiga hardfork yang pernah terjadi sebelumnya, terdapat strategi yang bisa dipertimbangkan oleh para users. Berdasarkan observasi Coinone, data pergerakan harga menunjukkan bahwa pada hardfork BTC-BCH, BTC-BTG, dan juga ETH-ETC lalu, terdapat tren positif bagi pemegang aset kripto tersebut apabila memegang aset kripto tersebut sejak 1 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan sebelum tanggal terjadi hardfork, dan juga bila memegang aset tersebut setelah 1 minggu, 1 bulan, dan 3 bulan setelah tanggal terjadi hardfork sesuai grafik di bawah ini.

Artikel terkait: Vexanium (VEX) Telah Hadir di Coinone Indonesia!

Pada hardfork kali ini, Coinone Indonesia, crypto-exchange asal Korea yang telah beroperasi di Indonesia sejak Agustus lalu

Pada hardfork kali ini, Coinone Indonesia, crypto-exchange asal Korea yang telah beroperasi di Indonesia sejak Agustus lalu, telah mengumumkan bahwa akan mendukung hardfork BCH, dan akan menjadi crypto exchange pertama di Indonesia yang akan me-listing BSV segera setelah jaringan dipastikan aman.

Apabila user memiliki aset BCH sampai pada waktu hardfork dijalankan di exchange Coinone Indonesia, maka Coinone Indonesia akan mengambil snapshot asset user pada Nov 15, 2018 pk. 23:40:00 (WIB), lalu aset tersebut akan menjadi dasar penghitungan seberapa banyak BSV coin airdrop yang akan didapatkan user nanti. Selama hardfork pun, walaupun fungsi deposit-withdrawal ditutup sementara, user tetap dapat melakukan trading BCH dengan aman, dan memaksimalkan kesempatan ini untuk menggunakan strategi investasi yang tepat berkaitan dengan hardfork.

Coinone Indonesia, “The Gateway of Blockchain”

Coinone Indonesia merupakan perusahaan IT dari Korea yang bertujuan ingin menjadi pintu masuk bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal konsep inovatif dari teknologi blockchain dan cryptocurrency. Sebagai subsidiari dari Coinone Korea Exchange, Top 3 Crypto Exchange di Korea Selatan, Coinone Indonesia akan menyediakan layanan jual-beli crypto-asset yang aman dan cepat dengan standar kelas global yang telah dilokalisasi untuk pasar Indonesia.