Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

Naufal Muhammad

19th May, 2022

Stablecoin dianggap sebagai inovasi terkuat di dunia crypto karena memberikan kemampuan desentralisasi dari sisi transaksi. 

Pernyataan tersebut dituturkan oleh Nic Carter, Pendiri Coinmetrics dan Petinggi Castle Island Ventures dalam acara Permissionless oleh Blockworks. 

Acara Permissionless Bahas Stablecoin 

Ia menyatakan pandangannya dengan menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa memberikan apa yang diberikan oleh inovasi stablecoin. 

Pernyataan ini disampaikan dengan adanya beberapa petinggi di dunia crypto seperti 

Kepala Bidang CBDC Visa, Catherine Gu, Developer Utama MakerDAO Sam MacPherson, Pendiri Frax Sam Kazemian.

Acara ini juga seharusnya menyambut CEO Terra, Do Kwon terkait kasus stablecoin yang sedang ramai, tapi ia tidak hadir. 

Perbincangan ini juga menyangkut kondisi USTerra atau UST yang sedang turun jauh di bawah $1 menjadi sekitar $0.1 keluar dari statusnya sebagai stablecoin. 

Menanggapi kondisi ini banyak stablecoin yang juga terimbas sentimen negatif, tapi satu stablecoin berdiri kuat yaitu USDC. Circle, perusahaan yang bertanggung jawab atas USDC menyatakan, 

“Cara kerja kami sangat membosankan, sistemnya sangat mudah, terdasari uang fiat. Pengguna memberi 1 Dolar Amerika, kita memberi 1 USDC dan sebaliknya.”

USDC menjadi salah satu topik yang dibahas dalam acara ini karena perbedaannya yang sangat drastis dengan UST dari Terra. 

Sebab untuk sistem USDC stablecoinnya adalah stablecoin tradisional tapi UST menggunakan sistem stablecoin algoritma. 

Stablecoin tradisional adalah stablecoin yang didasari uang fiat sedangkan stablecoin algoritma didasari oleh token atau koin yang terikat dengannya dari sisi nilai. 

Kehancuran Terra Sudah Diprediksi 

Nic Carter juga menyatakan bahwa Terra adalah sebuah proyek yang sudah diprediksi akan hancur dalam jangka panjang. Ia menyatakan, 

“Luna Terra jelas adalah sebuah bom waktu di dunia crypto, jelas sekali proyek yang paling rentan.”

Carter menyatakan bahwa Terra adalah sebuah sistem keuangan yang sangat teledor dari sisi infrastrukturnya dan menganggap bahwa kehancurannya sudah dapat diprediksi sejak lama bagi yang memiliki “pandangan jernih”.

Ia menambahkan bahwa sistem algoritma UST membuatnya rumit bahkan terlalu rumit dan sulit dimengerti oleh para investor yang tertarik.  

Selain itu Carter juga menambahkan bahwa mekanisme ini tidak pernah dikoreksi karena Do Kwon sangat agresif dan aktif di Twitter, membuat investor jengkel saat memberi kritik. 

“Investor tidak bisa memberi kritik terhadap UST karena Do Kwon sangat vokal di Twitter. Terdapat kondisi dimana kritik menjadi sebuah hal yang menyinggung bagi komunitas Terra, jadi besar insentifnya untuk tidak memberi kritik ke Terra.” Ujar Carter. 

MacPherson, developer utama dari MakerDAO juga setuju dengan pernyataan tersebut dimana Terra dianggap olehnya sebagai proyek yang teledor sejak awal berdiri. 

Ia juga menambahkan bahwa kasus UST membuat adanya kebutuhan yang tinggi terkait penjagaan nilai stablecoin berdasarkan nilai uang fiat asli yang ada di dana cadangan penerbit. 

MacPherson juga menyinggung DAI yang memiliki cadangan 1,64 kali dari stablecoin yang diterbitkannya sehingga dianggap sebagai stablecoin yang aman. 

DAI juga diangkat dalam perbincangan tersebut karena sebelumnya Do Kwon menyinggung DAI dan berjanji untuk mematikan proyek tersebut. 

Terlihat bahwa saat ini DAI masih hidup dan UST mati yang juga menjadi salah satu topik hangat di dunia crypto saat ini. 

Masih Menjadi Inovasi Terkuat Crypto

Dalam acara tersebut, perwakilan dari Visa, Catherine Gu, juga menyatakan pendapatnya terkait kasus Terra.

Ia menyatakan bahwa Visa menginginkan kegunaan yang unik dari stablecoin dan fokus Visa saat ini memang masih hanya di stablecoin yang didasari fiat. 

Gu menyatakan, “Kita harus memikirkan tentang pembentukan proyek crypto yang ada saat ini karena adanya standar keamanan merupakan hal yang penting untuk konsumen, investor ritel, dan institusi. Penting untuk tau proses audit dari stablecoin dan bagaimana mereka menguji kestabilan stablecoin tersebut.” 

Selain itu Gu juga menggarisbawahi bahwa banyak institusi yang saat ini lebih percaya terhadap CBDC atau mata uang digital bank sentral, dibandingkan stablecoin.  

MacPherson dari MakerDAO juga menyetujui pandangan positif terhadap stablecoin dengan menyatakan bahwa jika CBDC masuk ke blockchain terbuka maka bisa menjadi stablecoin yang lebih aman. 

Reginatto dari Circle, perusahaan terkait USDC memiliki tanggapan yang berbeda. Ia menyatakan bahwa bank sentral akan kesulitan jika diberi tanggung jawab mengendalikan fiat di blockchain karena sistemnya yang berbeda dan lebih rumit.  

Ia juga berargumen bahwa sistem antara CBDC dan stablecoin itu berbeda dimana CBDC bersifat terpusat dan stablecoin tidak terpusat serta transparan. 

Namun kritik terkait CBDC datang dari Nic Carter yang menyatakan bahwa stablecoin lebih mendukung konsumen. Ia menyatakan, 

“Stablecoin adalah inovasi terkuat dari crypto sejauh ini, tidak ada perbandingannya. Stablecoin bertanggung jawab atas transisi autonomi transaksi yang besar di dunia keuangan saat ini.” 

Carter menambahkan bahwa CBDC tidak bisa memberikan transparansi dan sifat anonim yang datang dari CBDC.  

Jadi ia percaya bahwa walau sekarang terjadi kekacauan di sekitar stablecoin, dengan adanya infrastruktur dan sistem audit yang tepat, maka stablecoin akan tetap kuat sebagai produk utama dunia crypto. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.