
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 8 min read
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, baru-baru ini membeberkan bahwa siklus bull market Bitcoin kini telah berakhir.
Dalam postingan di X pada Selasa (18/3/2025), Young Ju memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami pergerakan harga yang cenderung sideways atau bearish selama 6-12 bulan ke depan, seiring dengan melemahnya momentum bull run.
Dikutip dari laporan CoinDesk, Young Ju menambahkan bahwa meskipun volume perdagangan Bitcoin mencapai rekor mendekati US$100.000, harga Bitcoin hampir tidak bergerak. Menurutnya, tanpa likuiditas baru untuk menyeimbangkan tekanan jual besar-besaran, sinyal bearish semakin kuat.
“Diperlukan likuiditas baru. Kapitalisasi realisasi on-chain telah stagnan, yang menandakan tidak ada arus modal baru masuk ke pasar. Sebagai contoh, iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mencatat arus keluar selama tiga minggu berturut-turut,” ungkapnya.
Baca juga: CEO CryptoQuant: Mayoritas Altcoin Tak akan Bertahan di Siklus 2025
Dalam laporan terpisah, CryptoQuant memperingatkan adanya kemungkinan Bitcoin kembali ke level US$63.000, berdasarkan sinyal bearish dari sejumlah metrik valuasi utama.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah MVRV Ratio Z-score, yang membandingkan nilai pasar Bitcoin (MV) dengan nilai realisasi (RV) untuk mengidentifikasi apakah aset sedang overbought atau oversold.
Ketika MVRV Z-score turun di bawah rata-rata pergerakan 365 harinya, historisnya ini mengindikasikan bahwa momentum harga Bitcoin mulai melemah, yang sering kali bertepatan dengan koreksi lebih dalam atau awal dari tren bearish.
Analis CryptoQuant menyoroti bahwa zona support US$75.000-US$78.000 menjadi level krusial bagi Bitcoin. Mereka mencatat bahwa penurunan permintaan Bitcoin, yang terlihat dari melambatnya akumulasi oleh whale serta arus keluar bersih dari ETF Bitcoin spot berbasis di AS, berpotensi menambah tekanan jual lebih lanjut dan meningkatkan risiko koreksi harga yang lebih dalam.
Harga Bitcoin terus menunjukkan penurunan signifikan sejak awal Februari 2025, dengan penurunan lebih dari 23% dari rekor harga tertingginya di atas US$109.000 pada 20 Januari 2025. Hingga artikel ini ditulis, harga Bitcoin terus turun di kisaran US$82.800 dengan kapitalisasi pasar di US$1,64 triliun, menurut data CoinMarketCap.
Baca juga: Analis Ungkap 3 Risiko Terbesar Pasar Kripto di 2025
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.