Rumor Baru dengan Pemerintah Amerika, XRP Naik 30%!

Naufal Muhammad

24th September, 2022

Ripple (XRP) terlihat mulai menguat dengan adanya rumor baru terkait sidangnya dengan Securities and Exchange Commission atau SEC. 

Dikabarkan bahwa Komisioner Commodity Futures Trading Commission atau CFTC berkunjung ke kantor Ripple untuk bertemu Brad Garlinghouse, CEO dari Ripple. 

Regulator Komoditas Amerika Bertemu dengan Ripple 

Pada 20 September 2022, terdapat foto yang beredar di dunia Twitter Kripto dimana foto tersebut adalah Komisioner CFTC, Caroline D. Pham yang sedang berkunjung ke kantor Ripple untuk bertemu Brad Garlinghouse, CEO Ripple. 

Foto ini membuat ramai dunia Twitter dimana banyak investor dan analis yang berasumsi bahwa ini adalah awal dari dukungan CFTC untuk Ripple untuk menyatakan XRP sebagai komoditas. 

Sebagai konteks, saat ini Ripple sedang mengalami persidangan dengan SEC yang dimulai sejak Desember 2020. Permasalahan ini menyangkut kategorisasi XRP untuk diregulasi sebagai komoditas atau saham. 

Baca juga: Binance Diserang SEC, Kasus Baru Seperti XRP?

Untuk mempermudah pemahaman, SEC sama dengan OJK atau Otoritas Jasa Keuangan di Amerika dan CFTC sama dengan BAPPEBTI di Amerika. 

Banyak pihak yang berasumsi bahwa dengan datangnya CFTC maka XRP akan segera dianggap sebagai komoditas oleh Pemerintah Amerika. 

Ada juga yang berasumsi bahwa CFTC akan membantu Ripple di persidangan dengan SEC mengingat sidang ini direncanakan untuk berakhir di akhir 2022. 

Kabar ini dianggap sebagai sentimen positif karena berarti XRP akan kembali legal di Amerika dan dapat beroperasi seperti masa kejayaannya sebelum 2020 di Amerika. 

Mengingat kabar ini, mayoritas investor dan trader memanfaatkan untuk mulai membeli dan berhasil mendorong naik harga XRP hingga lebih dari 30% kurang dari seminggu. 

Rumor Baru dengan Pemerintah Amerika, XRP Naik 30%!
XRP Naik 45,57% Kurang dari Seminggu

Terlihat bahwa sejak kabar ini beredar hingga hari ini, 23 September 2022, XRP berhasil naik hingga 45,57% sebelum mengalami koreksi akibat banyaknya individu yang mengambil keuntungan. 

Jika narasi ini terus bertahan, kemungkinan besar XRP akan kembali pulih ke masa kejayaannya yaitu di harga sekitar $1 hingga $3 yang merupakan apresiasi sekitar 400% hingga 700% lebih dari harganya saat ini. 

Tapi semua masih bergantung pada hasil sidang dengan SEC dan kondisi makroekonomi karena saat ini semua faktor masih belum terlihat jelas. 

Puncak Sidang Mulai Q4 2022

Untuk saat ini Ripple sedang menghadapi masa kritis dengan SEC karena sejak 19 September 2022 kemarin, persidangan mulai panas akibat adanya narasi “end game”.

Narasi tersebut merujuk pada rencana berakhirnya sidang ini sebelum 2023 sehingga pada 19 September, kedua belah pihak diminta oleh hakim untuk mengeluarkan seluruh bukti dan argumen kepada pengadilan secara terbuka. 

Hingga saat ini pengadilan tersebut masih terus berlanjut karena hakim juga memberi akses untuk kedua belah pihak membuka bukti dan dokumen yang sebelumnya ditutup oleh hakim. 

Tujuannya adalah agar tercipta transparansi sehingga hakim dan juri dapat menentukan hasil dari sidang ini lebih cepat. 

Kemungkinan besar walau dipercepat, proses sidang ini masih akan menghabiskan waktu hingga tiga bulan ke depan karena akan ada perpanjangan waktu untuk memberi argumen dari kedua belah pihak. 

Baca juga: Ripple Rencanakan IPO, Tapi Ada Syaratnya!

Tapi hingga saat ini semua pihak setuju untuk mengakhiri sidang di 2022 terutama dengan adanya potensi terlibatnya CFTC dalam sidang ini. 

Hingga saat ini masih belum ada lagi berita terbaru terkait campur tangan CFTC dalam kasus sidang antara Ripple dan SEC. 

Investor dan trader saat ini masih memanfaatkan momentum tersebut, namun mempertimbangkan saat ini adalah akhir pekan, ada kemungkinan harga mulai terkoreksi karena banyaknya pergerakan mengambil keuntungan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.