Binance Diserang SEC, Kasus Baru Seperti XRP?

Naufal Muhammad

7th June, 2022

SEC atau Securities and Exchange Commission, lembaga yang bergerak seperti Otoritas Jasa Keuangan, namun di Amerika, dikabarkan kembali menyerang Binance. 

Dikabarkan bahwa saat ini SEC kembali melakukan investigasi kepada Binance, namun kali ini alasannya berbeda dari sebelumnya. 

Binance Diserang SEC

SEC dikabarkan sedang dalam penyelidikan terhadap Binance dan kali ini penyebabnya sama persis dengan kasus yang terjadi dengan Ripple (XRP). 

Saat ini SEC terlihat curiga mendadak terhadap Binance akibat adanya beberapa hal yang menurut mereka perlu diselidiki terkait ICO atau Initial Coin Offering BNB lima tahun yang lalu. 

Penyelidikan dilakukan akibat kecurigaan mendadak SEC terkait apakah Binance melanggar hukum sekuritas saat melakukan penjualan BNB pertama kali. 

ICO BNB telah terjadi pada Juli 2017 atau lima tahun yang lalu di masa kejayaan ICO saat banyaknya token dan koin baru yang terbit. 

Menurut Bloomberg, terdapat pernyataan bahwa minimal satu masyarakat Amerika terlibat dalam ICO tersebut, yang membuat SEC bisa turun tangan dan menyelidiki. 

Penyelidikan ini adalah cerminan dari sifat SEC yang sering skeptis namun terlambat terhadap proyek crypto. Kondisi ini terus berlanjut karena saat ini SEC terus mengincar proyek-proyek crypto, terutama proyek yang sudah lama berdiri. 

Contoh terbesarnya adalah Ripple (XRP) yang sudah berdiri lama namun secara mendadak dituduh ilegal oleh SEC dan berujung kasus pengadilan yang telah berlangsung hingga dua tahun.

Untuk saat ini banyak investor yang berasumsi bahwa nasib BNB akan sama seperti XRP. Hal ini disebabkan awal mula kasus XRP dan SEC juga sama seperti ini. 

Walau telah berdiri lama, SEC secara mendadak menuduh Ripple terhadap penjualan XRP sebagai penjualan saham ilegal. 

Kasus ini masih berjalan meski banyak yang membuat pernyataan sudah jelas bahwa XRP bukan sebuah sekuritas menurut beberapa fakta yang dibawa di pengadilan. 

Saat ini secara mendadak Binance juga dianggap sebagai entitas yang melakukan penjualan saham ilegal oleh SEC. 

Namun perlu diketahui bahwa tuduhan masih belum dilakukan oleh SEC karena saat ini Binance masih dalam tahap penyelidikan. 

Changpeng Zhao atau yang biasa disebut CZ yaitu CEO dari Binance telah membuat rencana mitigasi sebelumnya. 

Pada Tahun 2019, ia mengubah beberapa kalimat dalam whitepaper BNB untuk menghindari kesalahpahaman bahwa BNB adalah saham. 

Jadi kemungkinan besar Binance akan siap membawa banyak bukti untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah, jika SEC memilih untuk menuntut. 

Reuters Ikut Campur 

Dalam masa tekanan terhadap Binance ini, salah satu media berita ternama di dunia yaitu Reuters, terlihat memilih untuk ikut campur dan mendukung SEC. 

Sebagai tambahan, pada 6 Mei 2022, Reuters membuat publikasi artikel laporan yang cukup panjang. 

Laporan tersebut berisi tuduhan bahwa Binance mengelola sekitar $2,35 Miliar transaksi terkait peretasan, penipuan, dan penjualan narkoba di antara 2017 hingga 2021. 

Reuters juga menyatakan bahwa Binance memiliki proses verifikasi pengguna yang sangat lemah di tahun tersebut yang membuat cela sangat mungkin. 

Selain itu Reuters juga menyatakan bahwa terdapat beberapa kasus peretasan yang dananya disimpan dan dipindahkan melalui Binance, terutama oleh grup peretas dari Korea Utara bernama Lazarus. 

Selanjutnya Reuters juga menyatakan hubungan antara Binance dengan kelompok bandar narkoba bernama Hydra, untuk memperkuat pernyataannya di laporan. 

Juru bicara Binance terlihat tidak diam saja dan membantah tuduhan yang dilakukan oleh Reuters melalui laporannya. 

Juru bicara Binance juga memberikan pernyataan kepada Forbes bahwa informasi yang digunakan Reuters adalah salah dan tidak terverifikasi. 

Serangan dari Reuters dan SEC adalah tambahan dari adanya beberapa serangan terhadap Binance dalam beberapa tahun terakhir. 

Sebelumnya CFTC atau lembaga yang bergerak seperti Bappebti di Amerika juga melakukan investigasi terhadap Binance di Tahun 2021. 

Binance juga sempat mengalami beberapa masalah dengan regulator di Inggris dan Kanada, sehingga kasus seperti ini nampaknya akan menjadi biasa untuk mereka. 

Hingga saat ini masih belum ada lanjutan dari kasus ini karena kemungkinan tuduhan baru saja dilontarkan SEC kemarin. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.