The Fed akan Turunkan Suku Bunga, Harga Aset Kripto Menguat!

Nabiila Putri Caesari

24th November, 2022

Bitcoin, Ethereum dan aset kripto lainnya kembali menguat, setelah Federal Reserve (Fed) luncurkan hasil dari rapat FOMC pada Rabu (23/11).

Menurut laporan dari Decrypt, diskusi yang didapatkan terkait bank sentral yang dapat memperlambat kenaikan suku bunga yang lebih kecil ke depannya karena ancaman resesi.

Bitcoin dan Altcoin Kompak Naik

Setelah pengumuman tersebut, harga Bitcoin diperdagangkan seharga $16.703 pukul 14.34 WIB dan mengalami kenaikan 1,27% selama 24 jam terakhir, berdasarkan data CoinMarketCap, Kamis (24/11/2022)

Sementara, aset digital terbesar kedua yaitu, Ethereum juga ikut mengalami kenaikan 4,29% selama 24 jam terakhir, sehingga diperdagangkan di nilai $1.211 pukul 14.34 WIB.

Lebih lagi semua sepuluh mata uang kripto teratas lainnya berdasarkan kapitalisasi pasar, yang tidak termasuk stablecoin, juga ikut naik. 

Solana mengalami keuntungan terbesar di harga $14.53, karena kenaikan hingga 10,23% selama 24 jam terakhir. Meskipun sempat mengalami penurunan tajam sejak awal bulan November dari kebangkrutan FTX, karena mempunyai hubungan dengan perusahaan Alameda Research (yang diketahui memegang koin SOL dengan jumlah besar dalam cadangannya. 

Baca Juga: Harga SOL Anjlok! Ada Apa dengan Solana?

Litecoin melanjutkan pergerakan harganya, naik 12,1% untuk diperdagangkan pada $7,98, menandai kenaikan 37,7% selama tujuh hari terakhir.

Selain itu, BNB, token asli dari Binance juga ikut naik 12%, sehingga menjadi $298,42, ke level tertinggi, setelah FTX menyatakan kebangkrutan. 

Selanjutnya ekuitas AS juga naik setelah rilis catatan pertemuan November. Dow Jones Industrial Average naik 0,3%, Indeks S&P 500 naik 0,6% dan Indeks Komposit Nasdaq naik 1%, melansir dari Forkast News.

Rilis Catatan The Fed

Menurut catatan, pejabat Fed setuju bahwa mereka akan segera mulai menurunkan kenaikan suku bunga di tengah meningkatnya ancaman resesi. 

Para pejabat mengatakan memperlambat laju ini akan memberi mereka waktu untuk mengevaluasi efek kenaikan suku bunga beberapa bulan terakhir terhadap perekonomian.

Fed telah menaikkan suku bunga sejak Maret tahun ini untuk mencoba memperlambat inflasi, menaikkannya dari mendekati nol ke level tertinggi 15 tahun di 3,75% menjadi 4%. The Fed telah mengisyaratkan bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga sampai inflasi mencapai kisaran target 2%.

Para pejabat mengatakan bahwa suku bunga tertinggi lebih tinggi dari yang mereka perkirakan, dengan pernyataan baru-baru ini menunjukkan bahwa mereka bisa berakhir melebihi 5%. 

Fed juga mengatakan mereka melihat beberapa tanda inflasi mereda, meskipun indeks harga konsumen menunjukkan inflasi berjalan pada 7,7% pada bulan Oktober, turun dari 8,2% pada bulan September.

Namun jika Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi yang setinggi langit, maka para investor tertarik untuk mengalihkan risiko dan malah memasukkan uang mereka ke tempat yang aman seperti dolar AS.

Baca Juga: The Fed Resmi Menaikkan Suku Bunga, Gimana Kondisi Crypto?

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.