Regulator Perbankan AS Prioritaskan Crypto 2022

Rossetti Syarief

24th November, 2021

Tiga regulator perbankan utama di Amerika Serikat, meliputi Federal Reserve, FDIC, dan OCC telah merilis agenda 2022 yang diisi dengan prioritas aset crypto. Agenda ini telah mereka diskusikan sejak awal tahun.

Isu-isu seperti penerbitan stablecoin oleh bank, hingga masa depan aset crypto yang dikabarkan akan diambil alih oleh lembaga keuangan, akan diputuskan dalam agenda ambisius tersebut.

Pertemuan tahun ini berencana untuk menyatukan pandangan kosa kata, memperdalam potensi risiko dan regulasi yang sudah ada, serta meneliti kekurangan yang ada.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, agensi masuk ke sektor bank yang mengambil alih crypto untuk klien, membantu mereka membeli atau menjualnya, menggunakan aset digital tersebut sebagai jaminan pinjaman, bahkan mengizinkan stablecoin untuk pembayaran.

Namun sayangnya, upaya tersebut bukannya memberikan jawaban, justru meninggalkan tanda tanya yang semakin banyak. Salah satu pertanyaan utama adalah, “Manakah dari kegiatan ini yang harus diberi izin atau didukung ke depannya?”

Memungkinkan Melakukan Diskusi Ulang

Ada sedikit kepastian ke mana arah pembicaraan ini berlabuh. Pembahasan yang sudah mereka diskusikan sejak lama, sepertinya harus didiskusikan ulang

Perwakilan dari OOC, Michael Hsu, mengusung penjedaan pada peraturan ramah crypto, yang sebelumnya ditetapkan oleh pendahulunya bernama Brian Brooks. 

Pada bulan Mei, Hsu mengatakan kepada Kongres bahwa tindakan OCC seperti menyediakan perusahaan cryptocurrency dengan lisensi perbankan dan memberi izin bank untuk mengeluarkan stablecoin, merupakan sesuatu yang gegabah

“Wewenang ini tidak dilakukan dalam koordinasi dan pantauan yang baik dari masing-masing koordinator, juga tidak terlihat efisien jika dilakukan.”

Komentar Hsu tersebut, memungkinkan tiga regulator perbankan untuk mengatur ulang agenda crypto 2022 di bawah pemerintahan Biden yang baru.

Komentar Masing-masing Perwakilan

Sementara ketentuan era di Brooks, secara teknis sedang ditinjau. Kandidat gubernur OCC selanjutnya, Saule Omarova, dapat membantu mengatur ulang agenda tersebut atau bahkan memundurkannya jika dikonfirmasi.

Salah satu Profesor Hukum Cornell mengatakan, bahwa peningkatan signifikansi aset crypto yang sedang terjadi, sebenarnya menguntungkan terutama bagi sistem keuangan disfungsional yang sudah ada.

Tanggapan berbeda datang dari Jelena McWilliams, ketua FDIC yang dikenal karena perannya dalam menjaga simpanan bank Amerika. 

“Tujuan saya dalam kelompok antarlembaga ini pada dasarnya adalah untuk memberikan jalan bagi bank agar dapat bertindak sebagai pelindung aset digital, menggunakan aset digital sebagai beberapa bentuk jaminan.” Ungkapnya konferensi Money20/20 di Las Vegas bulan lalu.

Sementara Jerome Powell sebagai perwakilan The Fed, masih bersikeras untuk mengatur stablecoin seperti dana pasar uang dan deposito bank. Dan pandangan utamanya adalah, stablecoin berada dalam pengawasan regulator.

Rossetti Syarief

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik

Rossetti memiliki minat menulis dalam berbagai sisi. Seperti menulis jurnal, artikel edukasi, artikel pemasaran, dan juga berita harian. Saat ini sedang mendalami bidang ekonomi terutama investasi dan cryptocurrency agar bisa menulis dari sudut pandang tersebut dengan baik