ProShares Luncurkan ETF Bitcoin Short, Ini Manfaatnya

Naufal Muhammad

21st June, 2022

ProShares, salah satu perusahaan keuangan terbesar di dunia, baru saja mengabarkan peluncuran Reksadana ETF Bitcoin Short. 

Reksadana ini akan mempermudah investor membeli suatu aset dan mendapatkan keuntungan saat harga Bitcoin bergerak turun. 

ProShares Luncurkan ETF Bitcoin Short

ETF atau Exchange Traded Fund, semacam reksadana yang mempermudah investor membeli suatu aset tanpa memiliki aset tersebut secara langsung, menjadi salah satu hal yang marak di dunia crypto. 

Ketenaran ETF di dunia crypto mulai meluncur setelah adanya ETF berbasis Bitcoin Futures yang diresmikan oleh SEC atau Securities and Exchange Commission. 

Saat ini keteneran tersebut kembali meningkat dengan adanya ETF berbasis Bitcoin Futures khusus short

ETF ini akan memberikan investor akses untuk membeli sebuah reksadana dimana jika harga Bitcoin turun maka reksadana tersebut akan untung. 

ProShares meluncurkan ETF ini pada 21 Juni 2022 dengan kode BITI dimana ETF ini akan diperdagangkan di bursa saham Amerika lebih tepatnya Bursa Saham New York. 

Investor dapat membeli aset ini melalui broker di Amerika dimana semakin Bitcoin turun maka keuntungan semakin tinggi karena didasari kontrak futures Bitcoin untuk posisi short. 

Jadi jika Bitcoin turun sekitar 5% dalam satu pekan dan investor tersebut membeli ETF BITI tersebut maka investor tersebut akan untung 5% dari ETF tersebut. 

Untuk saat ini ETF yang diterbitkan masih ETF berdasarkan Bitcoin short dan kemungkinan akan terus berkembang jika sukses. 

Banyak yang memprediksi bahwa aset ini akan sukses dalam bear market karena dalam bear market, kemungkinan harga untuk turun lebih tinggi dari kemungkinan harga naik. 

Sebelumnya ProShares juga telah menerbitkan ETF Bitcoin namun yang didasari oleh aset Bitcoin Futures. 

Dengan aset ini, manajer investasi mengelola uang investor untuk membuka posisi short dan long sesuai kondisi yang menguntungkan. 

Pada hari pertama peluncurannya, BITO berhasil meraih volume transaksi hingga $1 Miliar yang menjadi peluncuran terbesar kedua dibandingkan ETF lainnya. 

Kesuksesan ini berhasil mendorong harga Bitcoin ke harga tertingginya yang membuat asumsi peluncuran BITI akan mendorong harga jatuh lebih dalam. 

Hal ini disebabkan dengan adanya BITI, maka kemungkinan penjualan untuk membuka posisi short akan lebih besar. Kondisi tersebut dapat mendorong harga Bitcoin jatuh karena terbukanya akses untuk institusi dengan dana besar. 

Bagaimana Masa Depannya?

Banyak investor yang menekankan bahwa perizinan terhadap ETF Bitcoin Futures dan Short dari ProShares adalah hal yang mengejutkan. 

Hal ini disebabkan ETF untuk aset Bitcoin spot yang masih belum diberikan izin oleh Securities and Exchange Commission atau SEC hingga saat ini. 

Padahal dalam dunia keuangan, aset spot memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan aset derivatif seperti futures. 

Sehingga asumsi yang baik dari sisi risiko adalah perizinan diberikan kepada ETF Bitcoin spot terlebih dahulu dibandingkan ETF Bitcoin Futures atau bahkan hanya untuk short yang lebih berisiko lagi. 

Hingga saat ini masih tidak ada yang mengetahui alasan dari SEC tidak mengizinkan ETF Spot Bitcoin. Tapi, jika ETF Spot Bitcoin disetujui oleh SEC, maka hal tersebut dapat menjadi sentimen positif untuk bull run berikutnya. 

Dengan adanya ETF Bitcoin Spot, maka adopsi crypto sudah terbukti besar dan dukung oleh pemerintah, dan saat ini nampaknya pemerintah Amerika belum siap. 

Untuk BITI sendiri, kemungkinan besar dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi aset yang laris diperdagangkan investor. 

Mengingat aset tersebut akan dibantu oleh manajer investasi dan investor tidak perlu mengetahui cara transaksi di pasar futures, serta harga Bitcoin yang kemungkinan akan terus turun, maka aset ini akan sangat menguntungkan. 

Walau begitu, jika pasar crypto kembali pulih, minat untuk aset ini kemungkinan akan mengecil di investor ritel. Minat ini akan bertahan di investor institusi yang ingin melakukan hedging atau menjaga nilai portofolio Bitcoinnya. 

Sebab, dengan membeli ETF BITI, investor dapat melakukan hedging terhadap Bitcoin (BTC) yang dimilikinya. 

BITI akan diluncurkan pada 21 Juni 2022 sekitar 20.30 WIB atau pada waktu perdagangan Bursa Saham New York dimulai.  

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.