Profesor di Korea Selatan Ubah Toilet Jadi Alat Penambang Crypto!

Naufal Muhammad

30th July, 2021

Profesor dari Ulsan National Institute of Sciance and Technology (UNIST) salah satu universitas ternama di Korea Selatan, baru menemukan inovasi.

Inovasi ini walaupun sudah beredar beberapa pekan yang lalu, saat ini baru menarik perhatian pasar akibat baru mendapatkan banyak publikasi.

Yang menarik perhatian pasar adalah inovasinya yang berhasil menemukan cara untuk menggunakan toilet untuk menambang crypto.

Menambang Crypto Menggunakan Toilet

Profesor tersebut telah menemukan cara untuk merubah kotoran manusia untuk menjadi energi listrik yang kemudian digunakan untuk menambang crypto.

Saat ini cara tersebut masih digunakan untuk menambang crypto bernama Ggool yang dalam bahasa Korea Selatan berarti Madu.

Cara penambangan ini cukup unik dan cukup menarik perhatian pasar akibat banyaknya yang memiliki tanggapan berbeda.

Proyek ini bernama The BeeVi Toilet, yang merubah kotoran manusia menjadi sumber energi untuk kebutuhan listrik rumah tangga.

BeeVi adalah singkatan dari Bee yang berarti lebah dan Vi yang merupakan singkatan dari Vision.

Sehingga masuk akal jika nama dari crypto yang digunakan adalah Ggool atau Madu.

Proyek ini dianggap dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan energi listrik. Hal ini disebabkan potensi dari kotoran manusia.

Menurut data, rata-rata manusia mengeluarkan kotoran sekitar 500 gram per hari yang dapat diubah menjadi listrik untuk 0,5 Kilowatt per jam.

Jumlah tersebut dapat digunakan untuk beberapa hal contohnya untuk membawa mobil elektrik sejauh 1,2 Kilometer.

Perhatian saat ini tertuju kepada BeeVi akibat belum adanya proyek yang serupa terutama di dunia crypto, sehingga saat ini banyak yang tertarik mendalami.

Salah satu bukti nyata penemuan ini adalah melalui jurnal riset yang dipublikasi pada 2016 dalam Bahasa Korea Selatan.

Dalam penelitian tersebut, terlihat bahwa tujuan utamanya adalah untuk menemukan keselarasan antara teknologi lingkungan dan seni.  

Saat ini terdapat tiga jenis toilet BeeVi, pertama untuk kegunaan komersial secara umu, kedua adalah hanya untuk mengelola kotoran, ketiga hanya sebagai kursi.

Semua toiletnya saat ini telah disebar ke beberapa toilet umum di Korea Selatan, sehingga telah banyak pihak yang mengetahuinya.

Penggunaan Ggool

Untuk saat ini walau baru saja berdiri, Ggool telah digunakan sebagai alat tukar di Univestiras UNIST untuk pembelian barang keperluan kuliah.

Sayangnya Ggool ini belum terdaftar di bursa manapun dan belum dapat diperdagangkan secara global, akibat masih dalam tahap awal.

Cara mendapatkan Ggool ini adalah dengan melakukan buang air besar di toilet BeeVi dimana nantinya pengguna bisa mendapatkan 10 Ggool per hari.

Akibat kondisi saat ini Ggool sendiri memiliki perbedaan pandangan dimana ada pihak yang menyatakan bahwa Ggool bukan sebuah crypto.

Hal ini disebabkan kegunaannya yang masih hanya untuk kegunaan kampus dan tidak perlu penambangan.

Namun ke depannya masih banyak potensi pengembangan dari BeeVi terhadap Ggool ini, dan tidak menutup kemungkinan Ggool akan diperdagangkan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.