Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Harga · 7 min read

Produk investasi aset kripto global mencatatkan arus dana masuk signifikan pada pekan lalu, sekaligus menjadi periode inflow terbesar sepanjang 2026 sejauh ini. Laporan terbaru CoinShares menunjukkan bahwa produk Exchange-Traded Product (ETP) kripto membukukan arus masuk bersih sebesar US$2,17 miliar atau sekitar Rp34,7 triliun, tertinggi sejak Oktober 2025.
Dalam laporan yang dirilis Senin (19/1/2026), CoinShares mencatat mayoritas arus dana masuk terjadi di awal pekan. Namun, sentimen pasar sempat berbalik pada Jumat setelah tercatat arus keluar sebesar US$378 juta atau sekitar Rp6 triliun.
Head of Research CoinShares, James Butterfill, menjelaskan bahwa tekanan tersebut dipicu oleh eskalasi geopolitik terkait Greenland serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif global.

“Sentimen pasar juga tertekan oleh kabar bahwa Kevin Hassett, kandidat kuat untuk posisi Ketua The Fed berikutnya sekaligus dikenal sebagai pendukung kebijakan moneter longgar, kemungkinan akan tetap menjabat di posisinya saat ini,” tambah Butterfill.
Baca juga: Investor Kripto Indonesia Didominasi Usia Muda Berpenghasilan di Bawah Rp8 Juta
Bitcoin kembali menjadi kontributor utama arus dana masuk produk investasi kripto. Sepanjang pekan lalu, produk berbasis Bitcoin menyerap dana sebesar US$1,55 miliar atau sekitar Rp24,8 triliun, setara lebih dari 71 persen dari total inflow mingguan.
Produk investasi Ethereum juga mencatatkan kinerja solid dengan arus masuk mencapai US$496 juta atau sekitar Rp7,9 triliun. Sementara itu, produk berbasis XRP dan Solana masing-masing menarik dana sekitar US$70 juta (sekitar Rp1,12 triliun) dan US$46 juta (sekitar Rp736 miliar). Sejumlah altcoin berkapitalisasi lebih kecil, seperti Sui dan Hedera, turut mencatatkan inflow meski dalam skala terbatas, masing-masing sebesar US$5,7 juta dan US$2,6 juta.
CoinShares menilai ketahanan inflow pada produk Ethereum dan Solana cukup menarik, mengingat adanya pembahasan RUU CLARITY Act di Komite Perbankan Senat AS yang berpotensi membatasi skema imbal hasil stablecoin. Isu tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran terhadap prospek ekosistem aset digital di Amerika Serikat.
Di sisi lain, produk investasi multi-aset dan produk short Bitcoin menjadi dua kategori yang mencatatkan arus keluar secara bulanan hingga akhir pekan, masing-masing sebesar US$32 juta dan US$8,6 juta.
Dari sisi penerbit, seluruh pemain utama mencatatkan kenaikan signifikan. BlackRock melalui produk ETF iShares memimpin dengan inflow mencapai US$1,3 miliar atau sekitar Rp20,8 triliun. Grayscale Investments dan Fidelity Investments menyusul dengan arus dana masuk masing-masing sebesar US$257 juta dan US$229 juta.
Secara geografis, Amerika Serikat menjadi motor utama arus dana dengan inflow mencapai US$2 miliar. Sebaliknya, Swedia dan Brasil justru mencatatkan arus keluar kecil, masing-masing sebesar US$4,3 juta dan US$1 juta.
Dengan tambahan inflow tersebut, total aset yang dikelola (AUM) produk investasi kripto global kini melampaui US$193 miliar atau sekitar Rp3.088 triliun, untuk pertama kalinya sejak awal November. Kondisi ini memperkuat sinyal kembalinya minat investor institusional ke pasar aset kripto di tengah dinamika makroekonomi dan regulasi global.
Baca juga: Bitcoin Melemah ke US$92.000 di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang AS–Uni Eropa
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.