Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 5 min read

Analis Standard Chartered baru-baru ini memproyeksikan bahwa harga BNB, token native dari blockchain BNB Chain, berpotensi melonjak lebih dari dua kali lipat di tahun ini.
Mengutip Cointelegraph pada Rabu (7/5/2025), analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, memperkirakan bahwa harga BNB akan mencapai sekitar US$1.275 pada akhir 2025, naik lebih dari dua kali lipat dari harga saat ini di kisaran US$605. Adapun token ini dapat menyentuh angka US$2.775 pada akhir 2028.
Faktor kenaikan dari BNB sendiri dinilai dari performa harga dan volatilitas BNB yang sangat sejalan dengan Bitcoin dan Ethereum, dua aset kripto terbesar di dunia.
“Kami memperkirakan korelasi ini akan terus berlanjut dan menjadi pendorong utama kenaikan harga BNB hingga mencapai $2.775 pada akhir 2028,” kata Kendrick.
Baca juga: BNB Chain Umumkan Upgrade Baru di 2025
Standard Chartered menyoroti bahwa BNB Chain tergolong “ketinggalan zaman” jika dibandingkan dengan blockchain layer-1 populer lainnya seperti Ethereum atau Avalanche, terutama dari sisi aktivitas pengembang dan keberagaman ekosistemnya.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% aktivitas ekonomi onchain di BNB Chain berasal dari exchange terdesentralisasi (DEX), yang menunjukkan dominasi sektor tertentu dibandingkan dengan L1 lain yang lebih terdiversifikasi.
Namun, hal ini justru dinilai bisa menjadi kekuatan tersendiri. Standard Chartered menilai selama Binance tetap menjadi pemain utama di industri exchange kripto, fondasi nilai BNB tidak akan mengalami banyak perubahan.
“Dengan posisi Binance yang kuat, BNB bahkan berpotensi menjadi semacam tolak ukur harga aset digital secara umum,” jelas Kendrick.
Data dari DeFiLlama menunjukkan bahwa BNB Chain kini merupakan jaringan L1 terbesar keempat di dunia dengan Total Value Locked (TVL) mencapai US$5,94 miliar.
Laporan ini datang setelah Co-Founder dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, mendukung BNB bersamaan dengan Bitcoin untuk menjadi aset cadangan nasional negara Kyrgyzstan.
Adapun baru-baru ini, manajer aset VanEck secara resmi mengajukan proposal untuk meluncurkan ETF BNB pertama di Amerika Serikat, yang bisa menjadi tonggak baru dalam adopsi token ini secara institusional.
Baca juga: Changpeng Zhao Usulkan Dua Kripto Ini Jadi Aset Cadangan Nasional Kyrgyzstan
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.