Berita Bitcoin · 8 min read

Bitwise Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$1,3 Juta di 2035

bitcoin
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025

Sebuah analisis dari manajer aset Bitwise merilis proyeksi terbaru yang memperkirakan harga Bitcoin (BTC) bisa menembus US$1,3 juta pada 2035. Prediksi ini didorong oleh kombinasi permintaan institusi yang terus meningkat dan pasokan Bitcoin yang semakin terbatas.

Dalam laporan bertajuk Long-Term Capital Market Assumptions, Bitwise memproyeksikan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) Bitcoin mencapai 28,3% selama satu dekade ke depan. Angka ini jauh melampaui aset tradisional seperti saham (6,2%), obligasi (4,0%), maupun emas (3,8%).

Bitwise juga menyajikan beberapa skenario. Pada skenario optimistis, harga Bitcoin berpotensi mencapai US$2,97 juta dengan CAGR 39,4%. Sebaliknya, skenario pesimistis menempatkan harga hanya di kisaran US$88.005 dengan CAGR 2%. Rentang yang lebar ini mencerminkan volatilitas tinggi yang masih melekat pada pasar Bitcoin, meskipun keterlibatan institusi kian dominan.

Kerangka valuasi Bitcoin. Sumber: Bitwise

Baca juga: Bitcoiner Terjebak Scam, 783 BTC Senilai Rp1,4 Triliun Raib

Investor Institusi Kini Kuasai Pasar Bitcoin

Dominasi institusi semakin terlihat dari data Coinbase. Mengutip laporan Cointelegraph, lebih dari 75% volume perdagangan Bitcoin di platform tersebut kini berasal dari investor institusional. Angka ini historisnya identik dengan pergerakan harga besar, apalagi saat permintaan mencapai level hingga enam kali lipat dari produksi harian miner.

Adopsi dari perusahaan pun terus meningkat signifikan. Hingga kuartal II 2025, tercatat 35 perusahaan publik memegang lebih dari 1.000 BTC, naik dari 24 perusahaan di akhir kuartal sebelumnya. Total akumulasi Bitcoin oleh perusahaan melonjak 35% secara kuartalan, dari 99.857 BTC menjadi 134.456 BTC.

MicroStrategy masih menjadi motor utama akumulasi dengan kepemilikan lebih dari 632.457 BTC senilai lebih dari US$71 miliar. Perusahaan ini mencatatkan keuntungan belum terealisasi lebih dari 53%, atau sekitar US$25 miliar, dari investasi Bitcoin yang mereka lakukan.

Baca juga: Trader Ritel Berubah Bearish Usai Bitcoin Jatuh di Bawah US$113.000

Kelangkaan Pasokan Jadi Katalis Utama

Kelangkaan pasokan Bitcoin menjadi faktor penentu lain. Saat ini, 94,8% total suplai sudah beredar, sementara tingkat penerbitan tahunan diproyeksikan turun dari 0,8% menjadi hanya 0,2% pada 2032.

“Suplai Bitcoin yang inelastis, ditambah pertumbuhan permintaan, adalah penggerak utama proyeksi jangka panjang,” sebut Bitwise.

Data on-chain turut memperkuat gambaran kelangkaan tersebut. Sekitar 70% suplai Bitcoin tidak berpindah selama lebih dari setahun, menunjukkan perilaku hodling kuat dari para pemegang.

Di antara faktor lainnya, kondisi makroekonomi juga memberi angin segar bagi adopsi Bitcoin. Utang federal AS naik US$13 triliun dalam lima tahun terakhir hingga mencapai US$36,2 triliun, dengan pembayaran bunga tahunan hampir menembus US$952 miliar, menjadikannya pos pengeluaran terbesar keempat dalam anggaran federal. Kondisi ini menambah tekanan pada stabilitas mata uang fiat dan memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

Dengan kondisi pasokan harian hanya 450 BTC sementara institusi bisa menarik lebih dari 2.500 BTC dalam periode 48 jam, ketidakseimbangan suplai-permintaan diyakini akan menjadi katalis utama penemuan harga Bitcoin dalam dekade mendatang.

Baca juga: Solo Miner Bitcoin Berhasil Kantongi Hadiah Blok Bernilai Rp6 Miliar


Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.