Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 5 min read

Co-Founder dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, baru-baru ini menyampaikan pandangan bullish terhadap pergerakan Bitcoin, dengan prediksi harga menembus US$500.000 hingga US$1 juta dalam siklus pasar kali ini.
Dalam sebuah wawancara bersama Farokh Sarmad di Rug Radio pada Senin (5/5/2025), Zhao menyoroti peran penting Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin spot dalam mendorong lonjakan harga, dengan adopsi institusi besar ke pasar kripto adalah hal positif yang memperkuat posisi Bitcoin di ekosistem keuangan global.
“Ada ETF. Ada institusionalisasi Bitcoin. Dampaknya terhadap harga tentu positif. Ya, portofolio kita naik, meskipun altcoin tidak sebanyak itu, tapi setidaknya Bitcoin naik,” ujar Zhao.
Ia menjelaskan, ETF membawa aliran dana dari institusi tradisional ke dunia kripto, dan sebagian besar dana besar di Amerika Serikat memang berasal dari institusi.
“Bitcoin naik karena sebagian besar ETF yang diluncurkan saat ini berbasis Bitcoin,” tambahnya.
Soal investor ritel, Zhao menyebut mereka telah punya waktu 15 tahun untuk membeli Bitcoin. Jika sekarang merasa tertinggal, menurutnya itu adalah konsekuensi dari keputusan mereka sendiri.
Baca juga: Changpeng Zhao Usulkan Dua Kripto Ini Jadi Aset Cadangan Nasional Kyrgyzstan
Selain institusi, Zhao menyoroti bahwa pemerintah negara-negara tertentu juga mulai masuk ke ranah investasi Bitcoin. Ia menilai ini sebagai perkembangan yang sangat positif dan menjadi validasi penting terhadap legitimasi Bitcoin sebagai aset.
Misalnya El Salvador, negara pertama di dunia yang mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, diketahui terus menambah kepemilikan Bitcoin mereka dengan prinsip satu hari satu BTC. Saat ini, negara tersebut telah mengumpulkan sekitar 6.169 BTC dengan nilai hampir US$595 juta, menurut data BitcoinTreasuries.
Kerajaan Bhutan juga dilaporkan tengah membangun cadangan aset kripto strategis, yang mencakup Bitcoin dan Ether. Hal ini menunjukkan semakin banyak negara mulai melihat kripto sebagai bagian dari strategi ekonomi jangka panjang.
Di antara alasan lainnya, Zhao juga menyinggung perubahan sikap pemerintah AS terhadap kripto. Ia menyebut bahwa sejak terpilihnya Presiden Donald Trump, kebijakan AS berbalik 180 derajat dan kini lebih berpihak pada industri kripto.
Dirinya berpendapat, Amerika “cukup cerdas untuk menyadari bahwa membeli Bitcoin adalah langkah strategis,” dan oleh karena itu, negara-negara lainnya akan terpaksa mengikuti pergerakan AS.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.