Perusahaan Nasional Ini Gandeng Luno, Bangun Bursa Kripto Baru

Naufal Muhammad

15th December, 2021

PT Multipolar yang memiliki saham dengan nama MLPL, dikabarkan akan masuk ke dunia crypto melalui kerja sama.

Kerja sama ini akan dilakukan melalui Joint Venture dengan perusahaan Luno, salah satu platform perdagangan kripto dari Inggris.

Multipolar Gandeng Luno

Multipolar mengabarkan bahwa perusahaannya akan membentuk dua perusahaan baru melalui dua Joint Venture dengan dua perusahaan.

Joint Venture pertama adalah kerja sama dengan Luno untuk membangun platform perdagangan kripto baru di Indonesia.

Langkah ini memperlihatkan tambahan arus yang masuk ke dunia kripto oleh perusahaan umum, yang akhir-akhir ini terus bertambah.

Perusahaan yang menjadi induk dari Lippo Group ini terlihat antusias dalam terjun dan membentuk bursa kripto yang asli milik Indonesia.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa Luno merupakan sebuah bursa yang berasal dari Inggris, namun telah terdaftar resmi secara legal di Indonesia sejak 2020.

Namun melihat asalnya yang dari Inggris, Luno belum menjadi bursa kripto yang asli milik Indonesia, dan langkah kerja sama dengan Multipolar adalah langkah menuju tujuan tersebut.

Presiden Direktur dan CEO Multipolar atau MPC, Adrian Suherman, menyatakan bahwa,

“Luno merupakan bagian dari digital cryptocurrency group, salah satu perusahaan investasi terbesar di bidang teknologi blockchain.”

Pernyataan tersebut dapat membuktikan kepercayaan Multipolar kepada Luno sebagai rekan dalam langkah besar menuju dunia kripto.

Selanjutnya Adrian Suherman menyatakan bahwa langkah ini sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti untuk beroperasi sebagai platform cryptocurrency yang sudah resmi dan berjalan.

Banyak pihak yang tidak terkejut dengan langkah ini, melihat Multipolar juga telah lama berkecimpung di dunia teknologi dan keuangan Indonesia.

Salah satu contoh signifikannya adalah partisipasi Multipolar dalam PT Visionet Internasional, atau yang lebih sering dikenal dengan OVO.

Baca juga: Bappebti Keluarkan Daftar Bursa Kripto Baru, Ada 25 Perusahaan!

Bangun Perusahaan Peer to Peer

Selain membangun bursa kripto baru dengan Luno di Indonesia, Multipolar dikabarkan juga akan perusahaan peer to peer lending atau pinjaman berbasis crowdfunding atau patungan.

Adrian Suherman mengatakan bahwa perusahaan baru hasil Joint Venture ini akan bernama ringan. Tujuan dari Ringan nantinya adalah untuk menjalankan inklusi finansial di Indonesia. Ia menyatakan,

“Joint venture ringan sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai peer to peer lending untuk beroperasi di Indonesia.”

Multipolar dikabarkan tidak hanya memiliki target pasar kepada perseroan untuk kegunaan konsumtif tapi juga memberikan pinjaman produktif.

Untuk saat ini dikabarkan bahwa target pasar ringan masih akan menuju ke masyarakat menengah hingga bawah.

Prioritas akan ditujukan kepada pihak yang tidak memiliki akses kepada jasa keuangan yang sejalan dengan tujuan perusahaan untuk membangun inklusivitas keuangan di Indonesia.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.