Peristiwa Ekonomi Makro yang Miliki Efek di Pasar Kripto

Ary Palguna

22nd September, 2022

Sentimen ekonomi makro Amerika Serikat cukup mempengaruhi pergerakan harga pasar kripto. Beberapa sentimen yang sering ditunggu dan diperhatikan oleh komunitas kripto adalah Consumer Price Index (CPI) dan laporan Federal Open Market Committee (FOMC)

Berikut rangkuman ekonomi makro pada kuartal ketiga yang memiliki efek untuk kripto. 

Laporan Consumer Price Index (CPI) 

CPI biasa digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara. Salah satu CPI yang paling memiliki peran terhadap kripto adalah CIP Amerika Serikat, saat negara itu mengumumkan laporan CPI minimum harga kripto cenderung bereaksi. 

Pada laporan 13 Juli 2022 Pk. 19.30 WIB, angka CPI untuk bulan Juni yakni 9,1% berada di atas forecast 8,8% yang berarti pengamat memang berekspektasi inflasi naik dari bulan sebelumnya (8,6%) namun angka yang terjadi lebih besar dari harapan mereka (9,1% > 8,8%)

Ketika laporan dikeluarkan, Bitcoin mengalami penurunan -7,0% (dari $20344 ke $18919). Total marketcap kripto juga mengalami penurunan dari $871,6 miliar ke $826,4. Sebuah penurunan $45,2 miliar hanya dalam hitungan menit.

Pada laporan 10 Agustus 2022 Pk. 19.30 WIB, angka CPI untuk bulan Juli yakni 8,5% berada di bawah forecast 8,7% yang berarti pengamat memang berekspektasi inflasi turun dari bulan sebelumnya (9,1%) namun angka sesungguhnya lebih rendah dari harapan mereka, (8,5% < 8,7%).

Di laporan 10 Agustus 2022 itu, harga Bitcoin mengalami kenaikan +4,4% (dari $23048 ke $24068). Total marketcap kripto juga mengalami kenaikan dari $1,068 triliun ke $1,117 triliun. 

Pengumuman selanjutnya terjadi pada 13 September 2022, pengamat berekspektasi inflasi turun hingga ke angka 8,1%, memang benar inflasi mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yakni di angka 8,3% (< 8,5% CPI sebelumnya) akan tetapi tidak sesuai harapan mereka. Jadi untuk menekan inflasi lebih rendah lagi, the FED bisa jadi akan meningkatkan suku bunga lagi.

Setelah laporan ini, terpantau harga Bitcoin mengalami penurunan -6,3% (dari $22778 ke $21388) tepat saat laporan diumumkan. Total marketcap kripto juga mengalami penurunan $59,0 miliar dari $1,045 triliun ke $986,0 triliun.

Laporan Federal Open Market Committee (FOMC)

Pada kuartal ketiga, terdapat dua pertemuan FOMC yakni pada 27 – 28 Juli 2022 dan 21 – 22 September 2022.

Pertemuan FOMC pertama di kuartal ketiga pada 27 – 28 Juli 2022 diadakan untuk merespons tingkat inflasi yang tinggi yakni 9,1%, tertinggi di tahun 2022 ini.

Alhasil, The Fed kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 bps dari 1,75% pada pertemuan FOMC Juni 2022 menjadi 2,50%. Kenaikan sebesar 75 bps ini merupakan kenaikan dua kali beruntun dengan anggota FOMC yang menyetujui keputusan ini adalah 12 dari 12 wakil (semuanya setuju).

Baca juga: FOMC Meeting dan Pengaruhnya Pada Kripto

Respons pasar kripto terhadap laporan FOMC ini terlihat positif dengan Bitcoin mencatatkan kenaikan 5,0% (dari $21634 ke $22717) diikuti dengan kenaikan altcoin yang terlihat dari total marketcap dari $974,4 miliar ke $1,017 triliun, kenaikan $42,6 miliar.

Pada tanggal 22 September kemarin, The Fed kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 bps sehingga suku bunga menjadi 3,25%. The Fed menargetkan suku bunga hingga akhir tahun 2022 di angka 4,00 – 4,50% yang berarti saat ini suku bunga berada di 3,25% maka kemungkinan akan ada kenaikan 0,75 – 1,25% atau 75 – 125 bps hingga akhir tahun nanti.

Dari hasil pertemuan FOMC tersebut, Bitcoin mengalami penurunan –8,7% ke harga terendah hari ini di  $18161. Sebagian besar altcoin juga mengalami penurunan, terlihat dari marketcap kripto yang lenyap sebesar $69,4 miliar di hari yang sama.

Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan! Pasar Kripto Merosot

Ary Palguna

Lulusan Matematika ITB yang menggemari kripto sejak 2017. Sedang fokus dalam riset ekonomi makro dan kripto beserta teknologinya.

Lulusan Matematika ITB yang menggemari kripto sejak 2017. Sedang fokus dalam riset ekonomi makro dan kripto beserta teknologinya.