
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Bitcoin · 7 min read
Ketegangan dagang antarnegara besar diprediksi akan terus memberikan tekanan terhadap pasar kripto maupun pasar keuangan tradisional, setidaknya hingga awal April 2025.
Menurut laporan Cointelegraph pada Sabtu (22/3/2025), Research Anaylist di Nansen, Nicolai Sondergaard, menyatakan bahwa meski perkembangan positif dari sisi fundamental kripto terus bermunculan, kekhawatiran terhadap kebijakan tarif global masih menjadi hambatan utama yang menahan pergerakan pasar.
Meski banyak sentimen positif dari sisi kripto, tekanan dari isu tarif akan terus membebani pasar kripto hingga paling tidak pada 2 April mendatang, tambahnya.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 21% sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa di level US$109.000 pada 20 Januari 2025, tepat sebelum pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS.
Sejak itu, harga Bitcoin terus mencatat penurunan yang dipicu oleh serangkaian kebijakan perdagangan agresif dari pemerintahan Trump, termasuk penerapan tarif impor untuk barang-barang asal Tiongkok serta negara-negara tetangga seperti Kanada dan Meksiko.
Hingga artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$85.700 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir.
“Saya penasaran apa yang akan terjadi setelah 2 April. Mungkin beberapa tarif akan dicabut, tapi itu tergantung apakah semua negara bisa mencapai kesepakatan. Saat ini, itu adalah faktor paling menentukan pergerakan pasar,” ungkap Sondergaard.
Baca juga: Donald Trump Janji Jadikan AS Superpower Bitcoin
Menurut Sondergaard, aset berisiko seperti saham dan aset kripto kemungkinan akan bergerak tanpa arah yang jelas hingga ada kejelasan soal kebijakan tarif. Ia memperkirakan potensi katalis positif bisa muncul antara awal April hingga Juli, tergantung hasil negosiasi antarnegara.
Sementara itu, tarif balasan dari Trump dijadwalkan mulai berlaku pada 2 April. Ini tetap berlangsung meskipun sebelumnya Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sempat menyatakan kemungkinan penundaan kebijakan tersebut.
Baca juga: BlackRock Ungkap Faktor Kunci yang Bisa Dongkrak Bitcoin!
Selain faktor tarif, tingginya suku bunga acuan dari Federal Reserve juga menjadi penghambat minat investor untuk masuk ke aset berisiko. Sondergaard menjelaskan bahwa The Fed tampaknya belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, kecuali ada sinyal “berita buruk” yang signifikan di ekonomi AS.
Berdasarkan tool FedWatch dari CME Group, pasar memperkirakan ada peluang sebesar 85% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan FOMC berikutnya pada 7 Mei mendatang.
Meski demikian, analis Nexo, Iliya Kalchev, menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi dan resesi dianggap sementara, khususnya yang berkaitan dengan tarif. Hal ini justru bisa menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.
“Pasar kini mulai menyambut data ekonomi yang akan datang dengan optimisme yang lebih besar,” kata Kalchev. “Jika inflasi mulai mendingin dan kondisi ekonomi tetap stabil, maka minat investor bisa kembali meningkat, termasuk terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.”
Kalchev juga menyarankan untuk memperhatikan rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat seperti Consumer Confidence, PDB Kuartal IV, klaim pengangguran di AS, serta laporan inflasi PCE minggu depan. Data ini bisa memberikan gambaran lebih jelas tentang peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed ke depan.
Baca juga: Analis Sebut Siklus Bull Market Bitcoin Sudah Berakhir
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.