Berita Exchange · 6 min read

Pengguna Binance Kehilangan Aset Rp1 Miliar, Richard Teng Minta Maaf

Jumat, 01 Maret 2024
trader binance
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Seorang trader kripto membagikan pengalaman negatif di exchange kripto Binance sesaat sebelum kehilangan US$70.000 (lebih dari Rp1 miliar) dalam aset kripto kepada terduga seorang peretas.


Pada 29 Februari 2024, seorang trader dengan username DoomXBT memposting sebuah utas di X tentang kejadian aneh sebelum kehilangan aset kriptonya di Binance. Pelaku yang masuk ke akunnya, menempatkan order perdagangan hingga mengambil pinjaman, sebelum akhirnya menarik aset kripto.

DoomXBT mengklaim bahwa akunnya tampak aman karena otentikasi dua faktor yang aktif. Namun, ia melihat bahwa beberapa pinjaman sedang diproses dalam akunnya. Ketika DoomXBT menghubungi support Binance, aset kripto yang dikonversi menjadi BNB telah ditarik.

Baca juga: KuCoin Diretas, Aset Crypto Senilai Lebih dari $150 Miliar Raib!

Respon Binance Bikin Trader Kecewa

Trader tersebut mengungkapkan rasa frustasi dan ketidakpuasan tentang bagaimana agen support Binance menangani kasus tersebut. Kepala media sosial dan komunitas Binance menanggapi dengan mengatakan bahwa mereka sudah menyayangkan kasus tersebut dan sedang bekerja mengatasinya.

“Tidak, Binance telah melemparkan saya antara agen support yang pada dasarnya mengalihkan kesalahan berulang kali hanya pada akun Google yang diretas, meskipun Google saya dilindungi dengan Yubikey dan saya tidak memiliki aktivitas terbaru yang tidak dikenali kecuali IP saya sendiri,” balas DoomXBT.

DoomXBT juga menyebutkan bahwa ia sudah membuat laporan polisi seperti yang disarankan oleh Binance. Namun, Doom mengungkapkan pesimisme ketika melibatkan pihak berwenang.

“Dari membaca dan berbicara dengan orang-orang di sekitar, kepolisian Jerman terkenal karena tidak memiliki kompetensi dalam hal apa pun yang terkait dengan kejahatan cyber,” ucap Doom.

CEO Binance, Richard Teng, juga menanggapi utas tersebut, mengatakan bahwa tim tugas keamanan mereka sedang melakukan penyelidikan. Eksekutif itu meminta maaf dan berjanji akan memberi pembaruan kepada pengguna begitu ada perkembangan.

Baca juga: Sidang Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao Ditunda

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Ary Palguna

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.