KuCoin Diretas, Aset Crypto Senilai Lebih dari $150 Miliar Raib!

Wafa Hasnaghina

28th September, 2020

KuCoin, exchange crypto asal Singapura ini mengkonfirmasi adanya peretasan yang terjadi pada 25 September 2020 lalu. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari $150 miliar dalam bentuk aset crypto Bitcoin, ETH, dan lainnya. Peretasan ini terjadi dengan mengincar wallet online dengan dana yang berhasil ditransfer keluar dari exchange KuCoin. 

Menurut beberapa laporan lanjutan dari KuCoin, dana ini kemungkinan bertambah dengan ditemukannya lebih banyak wallet mencurigakan. Pasalnya, walletwallet tersebut menerima aset crypto seperti BTC, ETH, LTC, XRP, BSV, XLM, dan lainnya dalam jumlah yang banyak saat peretasan terjadi.

Dalam mencegah pencairan dana dari peretasan ini, beberapa platform seperti Bitfinex dan Tether yang memiliki kendali terhadap USDT secara terpusat, segera melakukan pembekuan pada stablecoin itu dengan nilai hingga $33 Juta. 

Setelah peretasan terjadi, KuCoin menyatakan hanya dana yang ada di wallet online yang berhasil diretas, sedangkan wallet yang sifatnya offline tidak terkena peretasan ini. 

KuCoin juga menyatakan bertanggung jawab dan siap untuk mengganti sepenuhnya dana yang berhasil dicuri dan memberikan dana asuransi dari aksi tersebut kepada pengguna. Namun demikian, pengguna tetap mengalami kesulitan untuk melakukan penarikan dana setelah peretasan tersebut terjadi. 

Tim dari KuCoin juga terus mengusahakan perbaikan dan mengatakan bahwa penarikan dana hanya sedang dalam tahap “menunggu”. 

Dalam peretasan ini, lebih dari 11.480 ETH, beserta token ERC lainnya seperti ampleforth, maker, OMG, YFI, dan token aset digital lainnya seperti chroma, vid, token ocean, dikirimkan ke alamat yang tidak dikenal. 

Gambar di atas merupakan alamat yang diduga digunakan peretas untuk menerima dana yang diambil dari wallet KuCoin. Terlihat lebih dari 11 ETH dengan nilai hingga $4 juta ada di alamat tersebut.

Respon Terhadap Peretasan KuCoin

Dilansir dari Cointelegraph, CEO Bybit mengatakan bahwa bursa pertukaran atau exchange cryptocurrency terpusat memang rentan terhadap serangan. Pasalnya, kebanyakan dari exchange tersebut masih menggunakan sistem model web terpusat dengan sistem wallet pertukaran yang juga dikendalikan secara terpusat.

Sebagian besar server platform exchange crypto dan jaringan penyimpanan mata uang crypto berada di satu pusat. Hal ini membuat keamanan menjadi faktor paling penting. Jika server dan jaringan penyimpanan tidak terlindungi, maka rentan sekali dana akan hilang atau dipindahkan ke tangan aktor yang tidak bertanggung jawab. 

Peretasan terhadap KuCoin ini membuka kembali diskusi dan urgensi terkait dengan sistem keamanan platform dengan sistem terpusat.