Hindari Bayar Utang, Pendiri Three Arrows Capital Kabur!

Naufal Muhammad

12th July, 2022

Menurut pernyataan dari penasihat perusahaan yang mengurusi kasus kebangkrutan Three Arrows Capital, saat ini terdapat sebuah masalah. 

Masalah ini adalah hilangnya dua pendiri Three Arrows Capital yang dituduh kabur karena menghindari likuidasi aset dan pembayaran sisa utang. 

Pendiri Three Arrows Capital Kabur

Menurut Teneo, perusahaan penasihat yang seharusnya membantu proses likuidasi aset Three Arrows Capital, pendiri dari perusahaan tersebut Capital tidak dapat ditemukan.

Three Arrows Capital memiliki penasihat dikarenakan proses kebangkrutannya dimana perusahaan tersebut telah mengajukan kebangkrutan melalui dokumen Chapter 15 Bankruptcy

Dokumen tersebut membuat Three Arrows Capital resmi dinyatakan bangkrut dan mempermudah proses penjualan aset dalam rangka mengganti rugi utang yang gagal bayar serta investor yang dananya hilang dalam kerugian.

Persyaratan dalam dokumen tersebut adalah perusahaan yang mengajukan harus memiliki penasihat hukum dan keuangan untuk membuat proses kebangkrutan legal dan aman. 

Sebagai imbalannya, seluruh kreditur atau perusahaan di seluruh dunia yang memberi utang kepada Three Arrows Capital serta investor yang rugi, tidak boleh memaksa meminta ganti rugi, tapi akan dilakukan secara bertahap

Pengajuan dokumen ini dilakukan setelah adanya sidang pada akhir Juni 2022 di Kepulauan Virgin Britania untuk memaksa Three Arrows Capital bangkrut dan tidak menyembunyikan asetnya demi melindungi seluruh pihak terlibat. 

Kesepakatan ini menjadi lebih penting karena adanya gagal bayar dari Three Arrows Capital kepada Voyager Digital sebesar $670 Juta dalam utang. Kasus ini juga telah membuat Voyager Digital bangkrut karena jelas Three Arrows Capital membuat efek sistemik.

Menurut data yang diajukan dalam dokumen kebangkrutan, Three Arrows Capital memiliki aset sebanyak $3 Miliar sebelum bangkrut. Angka ini adalah penurunan drastis dari $10 Miliar pada tahun 2021.  

Kondisi saat ini, urgensi untuk Three Arrows Capital bertanggung jawab dan menjual asetnya yang masih ada menjadi semakin besar, demi memberi kompensasi terhadap kerugian yang ada. 

Permasalahannya saat ini dua pendiri dari Three Arrows Capital tidak dapat ditemukan dimanapun sehingga menghambat proses penjualan aset dan pembayaran utang yang tersisa. 

Menurut pihak dari pemerintah yang mengurus kasus kebangkrutan ini, saat ini tidak ada yang bisa masuk ke kantor Three Arrows Capital di Singapura. 

Pihak perwakilan tersebut mendatangi kantor Three Arrows Capital di Singapura dan menyatakan bahwa pintu terkunci dan mereka tidak diberi akses untuk masuk. 

Menurut warga sekitar dan perusahaan yang berada di kantor dekat dengan Three Arrows Capital, kantor perusahaan tersebut telah kosong sejak akhir Mei 2022. 

Laporan dari Reuters mengatakan bahwa di pintu masuk kantor Three Arrows Capital terdapat banyak tumpukan surat yang ditinggal. 

Pihak legal dalam pengadilan kebangkrutan ini memberi informasi bahwa pihak kreditur menyatakan Three Arrows Capital tidak membantu sama sekali dan sulit untuk diajak kerja sama

Menurut pengacara dari kreditur yang menuntut kerugian kepada Three Arrows Capital, kedua pendiri yang diidentifikasi sebagai Kyle dan Su Zhu hanya datang pada pertemuan pertama di Zoom, namun tidak menampilkan wajah dan tidak berbicara serta menolak menjawab seluruh pertanyaan yang ditujukan pada keduanya. 

Banyak Perpindahan dan Penyembunyian Aset

Kabar ini membuat banyak kekhawatiran di pasar crypto, karena dengan tidak adanya ganti rugi maka ada kemungkinan semakin banyak perusahaan terikat yang akan hancur

Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa akan ada volatilitas tinggi terutama melihat aset Three Arrows Capital tersebar pada uang fiat, crypto, dan NFT

Christopher Farmer dan Russell Crumpler pihak penanggung jawab proses likuidasi Three Arrows Capital, menyatakan bahwa ada kemungkinan kedua pendiri perusahaan tersebut akan mencoba menyembunyikan asetnya. 

Baca juga: Membedah Kasus Three Arrows Capital, Ini Kronologinya

Caranya adalah dengan memindahkan asetnya kepada kepemilikan anak perusahaannya, seperti yang dibahas pada sidang di Kepulauan Virgin Britania. 

Terdapat dugaan bahwa NFT yang dimiliki oleh perusahaan tersebut telah dipindahkan ke wallet yang tidak diketahui. 

Sehingga ini menjadi salah satu tanda kelicikan Three Arrows Capital serta upayanya untuk berusaha kabur secara diam-diam. 

Ikuti Event festival Industri Crypto terbesar di Asia

Terdapat juga laporan bahwa Su Zhu berusaha untuk menjual properti yang kemungkinan besar dimiliki perusahaannya atau dirinya dengan tujuan mengurangi kekayaannya untuk mengurangi ganti rugi yang harus dibayar.  

Untuk saat ini semua masih bersifat tuduhan karena belum ada pengadilan yang akan membuktikan apakah semua pernyataan ini benar. 

Kemungkinan besar karena adanya permasalahan ini, kasus Three Arrows Capital akan semakin panjang sebab adanya rencana manipulasi kerja sama yang sebelumnya disepakati pada dokumen Chapter 15 Bankruptcy.

Monetary Authority of Singapore atau lembaga keuangan pemerintah Singapura juga saat ini masih melakukan investigasi terhadap Three Arrows Capital terkait malpraktik yang dilakukannya.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.