Editors Choice · 7 min read

5 Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah

pencurian kripto
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kripto telah menjadi saksi berbagai peretasan besar yang menyebabkan kerugian hingga miliaran dolar AS. Seiring dengan meningkatnya popularitas aset digital ini, para pelaku kejahatan siber semakin mencari celah untuk meraup keuntungan ilegal.

Kendati teknologi blockchain dikenal dengan keamanannya, berbagai celah tetap dapat dieksploitasi oleh peretas, baik melalui kelemahan dalam smart contract, eksploitasi wallet, hingga pencurian private key. Berikut adalah lima kasus pencurian aset kripto terbesar dalam sejarah yang mengguncang industri.

Baca juga: Aset Kripto Indodax Diduga Dimaling Hacker Korea Utara

Bybit (Kerugian US$1,46 Miliar)

Salah satu peretasan terbesar dalam sejarah terjadi pada 21 Februari 2025, ketika exchange Bybit diretas yang mengakibatkan hilangnya US$1,46 miliar atau sekitar Rp23,8 triliun dalam bentuk Ether (ETH).

Peretas yang diduga berasal dari kelompok Lazarus asal Korea Utara berhasil mengakses dana dari multisig cold wallet. CEO Bybit, Ben Zhou, mengonfirmasi bahwa peretasan ini menargetkan penyimpanan cold wallet yang digunakan untuk menyimpan ETH.

Baca juga: Bybit Catat Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah, Ini Kronologinya!

Ronin Network (Kerugian US$624 juta)

Pada Maret 2022, Ronin Network, jaringan sidechain Ethereum yang dikembangkan untuk game blockchain populer, Axie Infinity, menjadi korban salah satu peretasan terbesar di sektor decentralized finance (DeFi). Para peretas berhasil mengambil alih kendali atas lima dari sembilan validator nodes, memungkinkan mereka memalsukan transaksi penarikan dana dalam jumlah besar. Alhasil, 173.600 ETH dan 25,5 juta USDC, yang jika dikonversi bernilai US$624 juta, berhasil dicuri.

Yang membuat serangan ini lebih mencengangkan adalah sifatnya yang sangat halus dan nyaris tidak terdeteksi. Peretasan baru diketahui enam hari setelah kejadian, ketika seorang pengguna melaporkan bahwa ia tidak bisa menarik 5.000 ETH dari bridge Ronin. Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa peretas menggunakan private key yang telah dikompromikan untuk mengakses dana dalam jumlah besar tanpa terdeteksi dalam waktu yang lama.

Baca juga: White Hacker Ekploitasi Kripto Bernilai Rp190 Miliar di Ronin Network

Poly Network (Kerugian US$610 Juta)

Sebelum insiden Ronin Network, peretasan Poly Network pada Agustus 2021 sempat menjadi pencurian aset kripto terbesar dalam sejarah DeFi. Poly Network, platform yang memfasilitasi transaksi peer-to-peer lintas jaringan blockchain, mengalami eksploitasi yang mengakibatkan pencurian US$610 juta dalam bentuk berbagai aset kripto di jaringan Ethereum, Binance Smart Chain, dan Polygon.

Serangan ini dilakukan dengan mengeksploitasi kelemahan dalam smart contract Poly Network, memungkinkan peretas untuk memindahkan dana dalam jumlah besar ke dompet mereka sendiri. Namun, yang membuat kasus ini unik adalah reaksi peretasnya.

Tak lama setelah insiden, pelaku yang kemudian dikenal sebagai hacker white hat mulai mengembalikan dana yang dicuri dengan alasan bahwa aksinya bertujuan untuk mengungkap celah keamanan dalam sistem Poly Network. Pada akhirnya, hampir seluruh dana dikembalikan, kecuali US$33 juta dalam bentuk USDT yang telah dibekukan oleh Tether.

Baca juga: Penjelasan Peretasan Poly Network, Kasus Terbesar di Sektor DeFi

BNB Bridge (Kerugian US$586 Juta)

Pada Oktober 2022, BSC Beacon cross-chain bridge menjadi korban eksploitasi yang mengakibatkan pencurian sebesar US$586 juta. Serangan ini menargetkan BSC Token Hub, bridge penghubung antara BNB Beacon Chain (BEP2) dan Binance Smart Chain (BSC) yang sekarang dikenal sebagai BNB Chain. Peretas memanfaatkan celah dalam kode sistem untuk mencetak 2 juta BNB langsung ke alamat wallet mereka.

Pada saat kejadian, harga BNB berada di kisaran US$293, sehingga total nilai aset yang dicetak peretas mencapai US$586 juta. Beruntung, tim Binance bergerak cepat dan berhasil membatasi kerugian.

Menurut CEO Binance saat itu, Changpeng Zhao, sekitar 80%-90% dari dana yang ditargetkan berhasil diblokir sebelum peretas dapat memindahkannya ke jaringan lain. Akibatnya, hanya sekitar US$127 juta yang berhasil dipindahkan sebelum akses peretas terputus.

Baca juga: Binance Bakar 2 Juta BNB! Kompensasi Kerugian Hack?

Coincheck (Kerugian US$530 juta)

Pada Januari 2018, exchange asal Jepang, Coincheck, mengalami peretasan besar yang mengakibatkan hilangnya 523 juta NEM dengan total nilai mencapai US$530 juta. Serangan ini terjadi karena Coincheck menyimpan aset NEM dalam hot wallet tunggal, berbeda dengan exchange besar lainnya yang menggunakan multisig wallet untuk meningkatkan keamanan.

Tanpa perlindungan tambahan, peretas dengan mudah mengakses dan menguras dana dari wallet tersebut.

Selain kelima kasus di atas, beberapa peretasan besar lainnya yang sempat mengguncang industri kripto meliputi pencurian aset FTX pada November 2022 dengan kerugian hingga US$482 juta, Mt. Gox dengan kerugian US$470 juta pada Februari 2014, serta DMM Exchange dengan total kerugian mencapai US$325 juta pada Mei 2024.

Baca juga: Bybit Kena Hack, Rp23,8 Triliun ETH Lenyap!

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo Coinfest Asia 2025
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.