Riset: Pasar Derivatif Bitcoin di Q4 Lebih Sehat dari Q1

Anisa Giovanny

14th November, 2021

Berdasarkan data dari Arcane Research, diketahui bahwa pasar derivatif Bitcoin di kuartal keempat lebih sehat daripada kuartal pertama, setelah data leverage baru.

Bitcoin sebelumnya raih all time high di $68.744 atau setara dengan 982 Juta, namun harus terkoreksi sebesar $7.000, hal ini sempat mengguncang leverage trading.

Meski begitu data tersebut menunjukan secara struktural, pasar derivatif jauh lebih solid daripada kenaikan awal hingga $64.900 pada bulan April.

Arcane berfokus pada basis berjangka, perbedaan antara harga spot Bitcoin dan harga berjangka di berbagai bursa. Januari hingga April 2021 menyaksikan kenaikan tajam dalam basis tiga bulan, ini masing-masing mencapai 46% dan 45% untuk Binance dan FTX, pada BTC/USD tertinggi sepanjang masa di bulan April.

Sebaliknya, CME Bitcoin berjangka diperdagangkan hanya dengan premi 12% pada saat itu. Saat ini, Binance, FTX dan CME memiliki premi masing-masing 14%, 13% dan 8%.

Data Bitcoin Futures Selama Tiga Bulan
Data Bitcoin Futures Selama Tiga Bulan

“Dasarnya jauh lebih rendah sekarang daripada ketika BTC diperdagangkan di atas $60k pada bulan April, ini menunjukkan pasar yang lebih sehat,” tambah Arcane dalam komentar Twitter.

Harga Bitcoin Bisa Naik, Tunggu ETF Bitcoin Spot

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, laju perubahan antar institusi dalam hal eksposur Bitcoin menjadi semakin jelas. Emas, yang telah melihat kinerja harga yang lesu dibandingkan dengan BTC, dengan cepat merugi karena investor memilih cryptocurrency yang dominan.

Grayscale, operator dana Bitcoin terbesar, Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), kini telah melampaui aset yang dikelola dana emas terbesar di dunia.

Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis berjangka Bitcoin juga mencatat rekor, sementara calon operator Bitwise minggu ini mengatakan akan menukar rencananya dengan produk berbasis spot.

Regulator Amerika Serikat akan memberikan keputusan tentang ETF berbasis spot pertama, dari VanEck, pada 14 November.

Dengan adanya keputusan ETF ini diprediksi akan mendorong harga Bitcoin, sebab dengan adanya ETF itu eksposur Bitcoin akan makin luas dan minat terkait raja aset kripto itu pun diprediksi meningkat.

Sebelumnya, ETF Bitcoin disebut sebagai kartu AS yang bisa mengubah struktur pasar,

 “Ini akan menciptakan banyak peluang arbitrase di pasar seperti yang sudah ada dengan spread CME. Volatilitas pasti akan terdorong dan bergerak maju karena setiap perubahan akan melihat lebih banyak modal dieksekusi sebagai bagian dari berbagai strategi.”

Ungkap Ben Lilly, analis pasar dan salah satu pendiri Jarvis Labs.

Karena itu menarik untuk melihat bagaimana harga Bitcoin setelah spot ETF diluncurkan dan pergerakan Bitcoin yang bisa jadi membuat arah pasar dertivatif berubah, akankah hingga akhir tahun nanti lebih baik atau justru stagnan?

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency