Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Paling Tidak Ada 3 Negara Mulai Bangun Mata Uang Digital Sendiri

Wafa Hasnaghina     Sunday, September 13 2020

Menurut sebuah laporan, ada tiga hingga lima negara di seluruh dunia yang sedang membangun sistem dasar dari mata uang digital bank sentral (CBDC) mengganti mata uang fiat kertas. Laporan ini memprediksi CBDC tersebut akan rilis paling tidak pada tahun 2030 nanti. 

Lembaga yang berfokus pada FinTek di Belanda, dGen merilis laporan tersebut berdasarkan tren geopolitik CBDC pada 9 September 2020 lalu. Berjudul “CBDC: Geopolitical Ramifications of a Major Digital Currency”, laporan tersebut membahas lebih dalam terkait status mata uang fiat global utama seperti Dolar US, Euro, dan Yuan China. 

Dihimpun dengan sumber referensi dari lembaga-lembaga seperti Bank Sentral Eropa (ECB), Standard Chartered Bank, dan Frankfurt School, lapora ini membuat beberapa prediksi ke depan terkait dampak CBDC pada sistem keuangan global.

Berdasarkan hal tersebut dGen memperkirakan setidaknya ada tiga hingga lima negara di seluruh dunia yang akan sepenuhnya mengganti mata uang nasional mereka ke dalam CBDC dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. 

Meski demikian, laporan tersebut tidak memberikan gambaran pasti terkait negara mana yang akan mengalihkan mata uang fianya ke dalam uang digital. Laporan tersebut juga menguraikan kemajuan signifikan dalam CBDC dari segi hukum dan regulasi di beberapa negara. Setidaknya China telah berhasil membangun mata uang Yuan digitalnya, dan Swedia dengan pembangunan E-Krona serta rencana negara tersebut untuk bebas tunai pada tahun 2025.

Kemajuan yang sangat pesat dari Yuan digital juga membuat dGen memperkirakan bahwa kekuatan Euro akan digantikan dengan Yuan jikan Eropa tidak segera mengembangkan CBDC-nya sendiri. 

Baca juga: Mengapa Mata Uang Digital China akan Mengubah Dunia

Philipp Sandner, ketua Frankfurt School Blockchain Center, mengkritik ECB karena dirasa terlalu lambat menanggapi perkembangan pesat CBDC ini dengan mengatakan,

“Reaksi ECB terlalu lambat. Terutama, melihat manfaat dari CBDC untuk industri, misalnya saja, uang yang dapat diprogram, hal ini seperti diabaikan begitu saja. Terlebih ada Libra dan DC/EP (Yuan Digital), ECB seharusnya bereaksi cepat untuk mempertahankan posisi geopolitiknya.”

Dalam laporan tersebut, dGen juga menyampaikan pendapatnya terkait perkembangan Yuan Digital. Menurutnya, Yuan Digital cepat atau lambat akan menggeser popularitas dolar US saat ini. 

CBDC sendiri merupakan representasi digital dari mata uang fiat suatu negara. Tujuannya untuk menyediakan transaksi tanpa uang tunai, mempercepat pembayaran, dan mengurangi biaya terkait pencetakan mata uang kertas. 

Baca juga: Ketika Crypto Mampu Mengubah Kehidupan Sehari-hari

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini