Paket Stimulus Covid-19 Didorong Disalurkan Melalui Blockchain

febrian surya

1st May, 2020

Dukungan paket stimulus Covid-19 agar disalurkan melalui teknologi blockchain kembali menguat kembali di Amerika Serikat. Kini, 11 anggota kongres AS telah mengajukan banding ke Departemen Keuangan AS untuk menggunakan teknologi inovatif, termasuk blockchain.

Untuk mencairkan dana stimulus Covid-19 yang baru saja diluncurkan oleh pemerintah Amerika Serikat sebesar Rp 35.200 triliun, yang sudah resmi jadi Undang-Undang  (UU) setelah disetujui oleh Dewan Perwakilan Amerika Serikat. Sebab, saat ini Amerika Serikat sedang mengalami darurat ekonomi dan kesehatan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, dan menjadi pandemi terparah dalam lebih dari 100 tahun terakhir.

Sebelumnya juga, anggota parlemen AS juga ikut menyuarakan tentang bagaimana blockchain bisa membantu menyederhanakan transaksi dan pasokan moneter dalam upayanya membantu memerangi Covid-19.

Dalam mencegah terjadinya kecurangan dalam pendistribusian paket stimulus ekonomi Covid-19, pemerintah Amerika Serikat telah menerbitkan Undang-Undang (UU) CARES, dan membentuk komite pengawas stimulus.

11 anggota kongres AS telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan, Steven Mnuchin, yang berisikan surat mengenai blockchain dan teknologi buku besar  terdistribusi yang berperan dalam membantu penyaluran paket stimulus.

Seiring dengan berjalan waktu, semakin banyak anggota parlemen AS setuju dengan Departemen Treasury untuk menyalurkan dana stimulus yang diprioritaskan kepada usaha kecil dan keluarga yang dipelopori oleh salah satu anggota parlemen, Darren Soto. Hal ini juga yang mendorong wacana untuk menggunakan teknologi blockchain dalam penyaluran dana tersebut yang berupa cek sebesar $1.200 agar lebih mudah, cepat, dan transparan. Serta dapat memberikan bantuan ekonomi lebih cepat bagi usaha kecil dan keluarga di Amerika Serikat. Selain itu, aspek kesehatan dan keselamatan dari penyaluran bantuan stimulus ini juga menjadi pertimbangannya melalui suratnya kepada Menteri Keuangan AS.

Ia menilai bahwa harus ada langkah tambahan untuk memastikan bahwa penyaluran stimulus Covid-19 bisa tepat sasaran, yaitu dengan melibatkan blockchain dalam penyalurannya. Hal ini berkaca dari negara lainnya seperti Tiongkok, yang berhasil meningkatkan infrastruktur keuangannya dengan menggunakan jaringan blockchain.

Darren Soto juga saat ini menjadi ketua “Congressional Blockchain Caucus”, sebuah pertemuan dari para pendukung blockchain. Ia juga mengatakan bahwa blockchain sangat berperan dalam penyaluran dana ekonomi konvensional secara aman dan menyederhanakan proses transaksinya. Selain menggunakan blockchain, penggunaan kecerdasan buatan juga bisa digunakan untuk mengelola jaringan distribusi dan rantai pasokan.

Sumber