Penerapan Blockchain Dalam Mempermudah Pengembalian Pajak Ekspor

febrian surya     Wednesday, November 27 2019

Departemen bea cukai, Thailand, sudah menemukan metode atau cara untuk mengembalikan pajak ekspor yang dibayar lebih tinggi kepada eksportir minyak dengan cara mencegah kebocoran itu terjadi, kata kepala bagian dari departemen bea cukai, Thailand.

Tindakan pengembalian pajak ekspor yang dibayar lebih tinggi kepada eksportir minyak akan menggunakan blockchain, dimana departemen merencanakan penggunaannya pada pertengahan 2020, ungkap Patchara Anuntasilpa, Direktur Umum, departemen bea cukai, Thailand.

Sistem pengembalian pajak berbasis blockchain dibutuhkan oleh eksportir minyak untuk membayar cukai ke departemen bea cukai dan mengklaim pajak yang dibayar lebih setelah mereka mengirim bahan bakarnya, ia mengatakan. Teknologi yang baru akan mengizinkan departemen untuk memeriksa pembayaran pajak secara menyeluruh.

Saat ini dalam praktinya, eksportir minyak yang menyerahkan dokumen untuk pengabaian pajak , tidak ada pemeriksaan secara menyeluruh, pungkas Patchara.

Ia mengatakan bahwa proses pengembalian pajak akan memakan waktu lebih singkat dan cepat jika eksportir minyak menyerahkan dokumen dengan lengkap dan benar.

Departemen bea cukai, Thailand, berbicara bersama Krungthai Bank (KTB) tentang pengaturan sistem pengembalian pajak berbasis blockchain.

Sebuah sumber di dalam lingkaran perdagangan minyak mengatakan bahwa pembebasan pajak cukai untuk ekspor minyak mencapai 6 miliar Bath dalam setahunnya, dan sistem atau cara baru nanti membuat biaya pengeluaran di masa yang akan datang dapat ditekan, yaitu berasal dari operator yang mengurus proses pengembalian pajak dan agen penagih pajak yang lama dalam memprosesnya.

Eksportir minyak ingin departemen membuat sebuah sistem yang bisa mengembalikan pajak dengan cepat, kata sebuah sumber, yang namanya minta dirahasiakan.

Sumber kedua yang merupakan sosok pekerja di departemen mengatakan perubahan dalam sistem pengembalian pembayaran pajak ini akan memungkinkan departemen untuk lebih baik lagi dalam memeriksa pembayaran pajak dan mencegah operator dari penyeludupan eksportir minyak untuk dijual kepada masyarakat sekitar saat masih menikmati tax benefit, yaitu pengurangan beban wajib pajak karena mendukung beberapa jenis kegiatan komersil.

Departemen bea cukai, Thailand, sudah bergabung dengan KTB untuk mengadopsi teknologi blockchain guna memperbaiki layanan pada platform digital. Teknologi blockchain untuk pengembalian pajak eksportir minyak adalah satu dari tiga proyek uji coba.

Dua proyek uji coba lainnya, yaitu alongside e-bank guarantess and annual fee payment for liqueur, dan tobacco and playing card distribution licenses.

Teknologi blockchain akan menguatkan keamanan dan membiarkan departemen mengakses data secara cepat dan akurat, perbaikan layanan dengan cara lebih transparan dan efektif, pungkas sumber kedua.

Teknologi blockchain akan meningkatkan efisiensi pada manajemen data, seperti bisa melakukan proses verifikasi secara menyeluruh, dimulai dari minyak yang sudah dikirim dari penyuling ke depot dan berakhir di negara tujuan.

Nantinya, seluruh proses bisa diperiksa pada setiap titik, dan blockchain akan mempersingkat proses pemeriksaan dan melakukan verifikasi segera mungkin, penggunaan sistem pengembalian pajak berbasis blockchain ini diperkirakan akan memberikan kecepatan proses hingga tiga kali lipat dan secara efisien mengurangi kebocoran pajak ekspor minyak, ungkap sumber kedua.

Sumber